@cositas.de.amor0: Duerme bonito, mi amor 🌙❤️ #BuenasNoches #CorazónDeAmor #AmorBonito #DulcesSueños

Cositas De amor
Cositas De amor
Open In TikTok:
Region: EC
Saturday 05 September 2026 01:33:56 GMT
82893
1529
9
5237

Music

Download

Comments

beatrz.lux
marisol :
🤥🙈🙈🙈
2026-09-05 02:49:57
1
mariaangeles3829
mariaangeles :
para mi rey hermoso
2026-09-14 05:29:12
1
andrsfelipeuranbe
andrsfelipeuranbe :
té amoooo mi amor 🥰🥰🥰😘😘
2026-09-05 02:40:21
1
aureliano.gutirre
Aureliano Gutiérrez :
gracias por eso bonito
2026-09-14 04:36:54
0
osita.linda3
Keila nuñez :
♥️♥️♥️
2026-09-07 02:01:19
0
dagitomontes
Dago Narvaéz :
@
2026-09-05 08:13:43
0
kingqueenisa2
👑Queen Isa👑 :
buenas noches mi vida @yersonleoneltorres
2026-09-13 05:06:34
0
To see more videos from user @cositas.de.amor0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

​Puisi berjudul
​Puisi berjudul "Kaum Beragama Negeri Ini" merupakan salah satu karya kritik sosial bernas dari Gus Mus yang menyoroti sisi ironis dan paradoks dalam kehidupan beragama. [] ​Kritik terhadap Formalisme Beragama: Gus Mus menyindir kelompok yang terlalu sibuk mempercantik simbol luar agama—seperti membangun rumah ibadah yang megah—namun mengabaikan esensi akhlak, kemanusiaan, dan welas asih. [] ​Sikap Merasa Benar Sendiri: Puisi ini menggambarkan bagaimana sebagian umat beragama sering kali merasa paling dekat dengan Tuhan, hingga bersikap arogan, memaksakan kehendak, bahkan dengan mudah menghakimi orang lain masuk surga atau neraka. [] ​Agama sebagai Alat: Menggambarkan bagaimana atribut keagamaan kadang-kadang disalahgunakan demi ambisi kekuasaan, kelompok, atau kepentingan duniawi semata. ​Puisi ini lahir dari perenungan mendalam Gus Mus (sekitar awal dekade 1990-an bersamaan dengan gelombang diskursus keagamaan saat itu). Melalui pembacaan-pembacaan publik dan penyebaran lewat media sastra, puisi ini kian populer karena menyuarakan kejujuran moral di tengah masyarakat. ​Hingga hari ini, puisi tersebut masih sangat relevan karena fenomena façade religiosity (keberagamaan simbolik) masih kerap ditemui. Isu polarisasi kelompok, politisasi identitas atas nama agama, serta pudarnya esensi kasih sayang dalam berinteraksi sosial membuat bait-bait kritikan Gus Mus terasa seolah ditulis untuk menggambarkan situasi zaman modern saat ini. #gusmus #agama #puisi #indonesia

About