@ssswatyu: #fyp

แก้มขนม
แก้มขนม
Open In TikTok:
Region: TH
Saturday 05 September 2026 10:36:57 GMT
61022
8227
14
466

Music

Download

Comments

kon.libong
{ §§§ }™° :
โครตน่ารักเลยยยยย🥰🥰😳
2026-09-05 19:05:24
1
katarosaunza
Kataros Aunza :
น่ารัก
2026-09-05 12:43:07
0
saengfawongphrom
เด็ก อาเซนอล :
2026-09-22 06:12:50
1
nathawlt.phojang
NATHAWlT PHOJANG :
🥰❤️🥰 น่ารักนะ
2026-10-02 04:16:04
0
shark._.31
SHARK 🦈 :
น่ารัก
2026-09-05 11:02:18
0
paid.oo
̷ǝ̷s̷d̷ı̷̷̣ן̷ɔ̷Ǝ̷ :
2026-09-07 17:48:36
0
fernp0141
ryumen :
2026-09-07 22:56:44
0
got._26
Gottt :
2026-09-05 10:45:29
0
funo2606
ฟันโิอ :
2026-09-05 10:44:25
0
rihakung
♡˖ʕꈍᴥꈍ_ʀɪʜᴀʔ :
😍
2026-09-14 06:01:27
0
pinyo.duanghirun
Pinyo Duanghirun :
🥰🥰🥰
2026-09-06 01:45:53
0
pichi.rungruang
jackdoorzun :
🥰🥰🥰
2026-09-05 10:41:17
0
nathawlt.phojang
NATHAWlT PHOJANG :
🥰❤️🥰
2026-10-02 04:15:41
0
To see more videos from user @ssswatyu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV :  Hujan sore itu turun dengan deras, membasahi pelataran rumah mewah bernuansa modern minimalis milik Jungwon.  Di ruang keluarga, suara tawa kecil seorang anak laki-laki berusia empat tahun berhasil memecah keheningan. Kamu sedang sibuk merapikan mainan balok yang berserakan di atas karpet bulu, sementara si kecil—Jevan—terus menarik ujung lengan bajumu, mengajakmu bermain peran.
POV : Hujan sore itu turun dengan deras, membasahi pelataran rumah mewah bernuansa modern minimalis milik Jungwon. Di ruang keluarga, suara tawa kecil seorang anak laki-laki berusia empat tahun berhasil memecah keheningan. Kamu sedang sibuk merapikan mainan balok yang berserakan di atas karpet bulu, sementara si kecil—Jevan—terus menarik ujung lengan bajumu, mengajakmu bermain peran. "Mau jadi monster lagi, Kak!" seru Jevan dengan mata berbinar-binar. Kamu tersenyum, lalu berlutut sambil memasang wajah pura-pura menyeramkan. "Awas, monster gemas mau datang menangkap Pangeran Jevan!" Tawa Jevan semakin kencang saat kamu menggelitik pinggangnya. Di tengah keriuhan itu, tanpa kalian sadari, Jungwon berdiri bersandar di ambang pintu penghubung ruang kerja dan ruang keluarga. Pria berdarah dingin di ruang rapat itu kini tampak jauh lebih lembut. Lengan kemeja hitamnya digulung hingga siku, memperlihatkan otot lengannya, sementara matanya menatap pemandangan di depannya dalam diam. Bagi orang lain, Jungwon adalah bos muda yang sukses, disegani, sekaligus ditakuti karena ketegasannya. Luka masa lalu akibat pengkhianatan mantan istrinya dengan kerabat dekatnya sendiri sempat membuat pria itu menutup pintu hatinya rapat-rapat, bahkan membuatnya menjadi sosok yang dingin dan sinis pada cinta. Namun, sejak kamu hadir di rumah ini sebagai pengasuh Jevan—seseorang yang tulus, sabar, dan membawa kehangatan di rumah yang tadinya terasa hampa—pertahanan Jungwon perlahan runtuh. Tanpa sadar, sudah berbulan-bulan lamanya Jungwon menikmati diam-diam memerhatikan gerak-gerikmu. Cara kamu merawat Jevan, cara kamu tersenyum saat kelelahan, hingga suara lembutmu saat membacakan dongeng pengantar tidur. Perasaan yang tadinya ia anggap sebagai bentuk kenyamanan biasa kini berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam, sesuatu yang mati-matian ia sembunyikan di balik tatapan datarnya. "Sudah jam tidur, jagoan," suara bariton Jungwon akhirnya memecah lamunannya sendiri, berjalan mendekat ke arah kalian. Jevan langsung berlari memeluk kaki ayahnya. "Papa! Kakak tadi jadi monster yang baik!" Jungwon tersenyum tipis—senyum yang jarang ia tunjukkan pada orang lain di luar sana. Ia menggendong Jevan dengan satu tangan, lalu menatapmu yang kini berdiri merapikan sisa mainan. "Terima kasih untuk hari ini," ucap Jungwon pelan, suaranya terdengar begitu dekat. Saat matanya menatapmu, ada binar teduh yang menyiratkan lebih dari sekadar ucapan terima kasih biasa. Jantungmu berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya, menyadari betapa intens sorot mata pria itu belakangan ini. Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa, namun ada sedikit perubahan kecil yang bisa kamu rasakan pada diri Jungwon. Pria itu, yang biasanya sibuk dengan dunianya sendiri dan jarang berada di rumah sebelum larut malam, kini mulai sering pulang lebih awal dengan dalih ingin menemani Jevan. Malam itu, setelah Jevan berhasil dibujuk tidur di kamarnya, kamu turun ke lantai bawah untuk merapikan dapur dan menyiapkan susu hangat untuk Jungwon—sudah menjadi kebiasaan kecilmu memastikan ia tidak melewatkan istirahatnya di tengah lembur. Saat kamu melangkah ke ruang kerja Jungwon dengan nampan kecil di tangan, pintu ruangan itu sedikit terbuka. Kamu hendak mengetuk pintu ketika mendengar suara bariton Jungwon berbicara pelan di telepon, terdengar sedang membahas urusan kantor dengan nada tegas. Namun, gerakanmu terhenti saat namamu tiba-tiba disebut dalam percakapannya. "... Ya, dia bekerja sangat baik. Jevan sangat menyukainya," ucap Jungwon di sambungan telepon, suaranya yang tadinya dingin kini melunak saat menyebut tentangmu. "Bukan, bukan hanya karena itu... Aku rasa aku tidak bisa melihat orang lain di posisi itu selain dirinya." - bantu salin tautan guys, (comments+) #pov #enhypen #jungwon #JUSTPOV #fakesituation⚠️️

About