@ardha.youarethebrand: Kamu bilang percaya kepada Tuhan. Tapi coba jujur dulu, ada nama lain yang lebih sering kamu sembah tanpa kamu sadari. Yang lebih sering kamu pikirkan, yang lebih banyak memakan waktumu, yang lebih kuat mengendalikan keputusanmu. Namanya kebencian, dan saudara kandungnya iri dengki. Perhatikan hidupmu. Berapa jam dalam sehari kamu habiskan untuk memikirkan orang yang kamu benci? Berapa banyak energimu tersedot untuk memantau kehidupan orang yang kamu iri? Berapa keputusan yang kamu ambil bukan karena kamu mau tapi karena kamu nggak mau kalah dari dia? Jelas itu bukan hidup. Itu ibadah. Hanya saja yang kamu sembah bukan Tuhan yang kamu akui. Kebencian bekerja seperti Tuhan palsu yang sangat meyakinkan. Dia memberimu identitas “Aku adalah orang yang dizalimi.” Dia memberimu komunitas orang-orang yang sama-sama membenci hal yang sama. Dia memberimu tujuan membuktikan bahwa kamu benar dan dia salah. Dan yang paling berbahaya, dia memberimu alasan untuk ga berubah. “Nanti dulu, setelah dia dapat balasannya.” “Nanti dulu, setelah keadilan itu datang.” Dan hidupmu berhenti. Menunggu sesuatu yang mungkin ga pernah datang. Sementara orang yang kamu benci terus hidup. Iri dengki lebih halus, lebih licik. Dia ga datang dengan wajah jahat. Dia datang dengan wajah motivasi. “Aku harus lebih sukses dari dia.” “Aku harus buktikan bahwa aku lebih baik.” “Lihat nanti aku akan lebih jauh darinya.” Kedengarannya seperti ambisi. Tapi coba rasakan lebih dalam, kalau orang itu tiba-tiba menghilang dari hidupmu apakah motivasimu juga ikut menghilang? Kalau iya, kamu ga sedang mengejar mimpimu, kamu sedang mengejar bayangannya. Tentu itu bukan kebebasan, itu wajah penjara dengan dekorasi yang berbeda. Orang yang kamu benci ga merasakan kebencianmu, di tidur nyenyak malam ini, dia makan dengan tenang, dia tertawa dengan orang-orang yang dia cintai. Sementara kamu terjaga, dadamu panas, pikiranmu berputar, energimu terkuras untuk seseorang yang bahkan ga tahu kamu sedang memikirkannya. Kebencian adalah racun yang kamu minum sendiri sambil berharap orang lain yang mati. Dan iri dengki? Setiap kali kamu melihat pencapaian orang lain dan dadamu terasa sesak, itu bukan sinyal bahwa kamu kurang. Itu sinyal bahwa ada sesuatu dalam dirimu yang belum kamu izinkan untuk tumbuh. Iri adalah penunjuk arah yang sayangnya sering disalahgunakan sebagai bahan bakar kebencian. Coba balik perspektifnya : Kalau kamu iri pada seseorang artinya ada bagian dari dirimu yang tahu bahwa kamu juga bisa ke sana. Rasa iri itu bukan untuk dikubur, bukan untuk dirayakan. Tapi untuk ditanya : “Apa yang sebenarnya aku inginkan dan kenapa aku belum jujur mengejarnya?” Karena selama kamu sibuk menyembah Tuhan yang bernama kebencian dan iri dengki kamu ga punya ruang untuk menyembah Tuhan yang sebenarnya. Ga punya ruang untuk hadir, ga punya ruang untuk tumbuh, ga punya ruang untuk hidup dihidupmu sendiri. Melepas kebencian bukan berarti kamu membenarkan yang salah, ga berarti kamu lemah, ga berarti kamu kalah. Melepas kebencian artinya kamu akhirnya memilih hidupmu lebih berharga dari amarahmu. Dan melepas iri dengki bukan berarti kamu berhenti ingin maju, tapi kamu maju untuk dirimu sendiri. Bukan untuk mengalahkan siapapun, bukan untuk membuktikan apapun, tapi karena hidupmu terlalu berharga untuk dijalankan atas nama orang lain. Siapa atau apa yang selama ini tanpa sadar paling banyak kamu “sembah” dengan waktu, pikiran, dan energimu? Share yuk di kolom komentar. Kalau tulisan ini relate, Save, Repost, Share dan naikkan ke Story Tiktokmu, kita ajak temen lainnya untuk nyadar bareng. #validasi #ego #subconsciousmind #consciousness #awareness
ardha | You Are The Brand
Region: ID
Saturday 05 September 2026 11:51:43 GMT
Music
Download
Comments
Syifa Fauziah :
selalu suka,menyentuh hati,dan tanpa terasa air mata selalu keluar tanpa aba aba.
Semoga yang menulis tulisan ini,selalu bahagia
2026-09-10 00:22:53
0
rumi321 :
Alhamdulillah penyakitku telah hilang musah,tinggal senyuman syukurku 😊
2026-09-05 12:02:05
1
Puspha Ragha :
tak tertutup kemungkinan yg mempostingpun pernah terjebak pada kondisi yg sama karena semua perasaan itu di beri pada semua orang untuk membentuk karakter kita kemana arah tumbuh kita dan itupun tak banyak orang sadari,,,kita semua menjalani pertanyaan yg tak berujung
2026-09-06 06:19:53
1
Jerry Balance :
lagu nya judul nnya apa ya?
2026-09-09 15:22:01
0
Leng Leng :
alhamdulillah
2026-09-05 14:53:08
0
user8610812345505 :
iloveyou
2026-09-06 11:36:37
0
Dy rayya :
bnee bnee menamparku, alhamdulillah aq bc postingan ini merasa gimn ya susah ku ungkapkan, aqngerasa hrus bnyk memperbaiki diri, 😭
2026-09-09 12:16:31
0
Ranti :
Terimakasih Bang Ardha, sudah membuka pikiranku. 😊
2026-09-07 00:57:08
0
yosi_new :
terimakasih, sangat mencerahkan 😇🙏
2026-09-05 12:00:24
0
dean islam :
fix 💯bener banget
2026-09-05 22:36:39
0
user4181851047026 :
terimakasih om Ardha 🙏🙏🙏
2026-09-05 13:16:22
0
tulusrianto :
Terima kasih bang Ardha
2026-09-05 23:23:34
0
sebelasmei :
adem
2026-09-06 03:51:53
0
nana :
semoga kita dikaruniakan dijauhkan rasa iri dengki dan dendam....Aamiin Yra
2026-09-05 14:52:32
0
NaNa :
jujur kita pasti pernah mengalami fase ini , msh berusaha terus untuk membersihkan hati dari rasa rasa itu, , mgkn ada yg membenci kita tp aku berusaha untuk TDK membenci siapapun..
Karena,kita mmg TDK bisa membuat semua org suka sama kita, itu mustahil. tp yg penting aku berusaha untuk TDK membenci siapapun ...
ya Allah...lapangkan dada ini, bersihkan hati ini dr rasa iri hati dan dengki.Aamiin .🥰
2026-09-07 12:36:42
0
@lhadi14 :
waw...ini waw banget👍👍👍
terimakasih bang, sehat selalu bang, teruslah berbagi bang....
2026-09-05 14:10:40
0
God is good :
energiku terkuras dengan menjaga sekitarku...
dan sekitarku adalah orang sakit..
penyakit jiwa sampai ke penyakit fisik...
ketika saya menjaga saja, mereka masih tetap sakit bagaimana kalau tidak saya jaga? akan binasalah mereka..
2026-09-06 08:07:46
0
TUTIK..HARIATI :
terimakasih bang @ardha | You Are The Brand ini tamparan buat aku 🥹🥹
2026-09-05 23:27:32
0
To see more videos from user @ardha.youarethebrand, please go to the Tikwm
homepage.