@ardii.ana: Habt ihr auch immer jemanden, der in eure Videos rein redet? 😭😭😭🫶🏻

Ardiana
Ardiana
Open In TikTok:
Region: DE
Saturday 05 September 2026 12:16:18 GMT
3536
301
10
5

Music

Download

Comments

dafina.kuka
dafina Kuka :
Po e bukur je. po shume e dashuruar ne veten.
2026-09-05 20:02:43
2
ilir.73
Ilir :
marshalla sa e bukur je
2026-09-05 22:20:06
0
arton.demaj
Arton Demaj :
Wow sa e buker 🤩🙈💥
2026-09-05 21:17:16
0
ardianhajdarmata
ardian :
👌👌👍
2026-09-05 21:30:31
0
mexico111city
Mexico City :
👼🌎
2026-09-05 21:37:40
0
a.delina.a
Adelina :
😍
2026-09-05 18:26:09
0
user2414714344770
vin strazimiri :
👌👌👌
2026-09-05 12:17:44
0
danaahmed1292
danaahmed1292 :
🥰🥰🥰
2026-09-05 22:05:44
0
To see more videos from user @ardii.ana, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal viral unggahan di media sosial yang menampilkan paket pengadaan televisi LED oleh BGN senilai Rp 535,3 miliar. Kepala BGN Sudaryono menegaskan pengadaan LED tersebut dibatalkan karena tidak memiliki pagu anggaran. Sudaryono menjelaskan informasi tersebut diduga berasal dari laman Indonesia National Procurement Portal (Inaproc). “Jadi memang foto di sosmed seolah-olah saya sebagai Kepala BGN bersama dua Waka saya itu kemudian mengadakan LED yang nilainya Rp 535 Miliar. Itu bisa untuk membeli pesawat pemadam kebakaran. Tapi bagus ini,” kata Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9). Ia kemudian menunjukkan informasi terkait pengadaan tersebut yang tercantum di Inaproc. Menurutnya, unggahan di media sosial kemungkinan mengambil informasi dari laman tersebut. Sudaryono kemudian menjelaskan kronologi munculnya paket pengadaan tersebut. Ia mengatakan proses pengadaan yang tercantum dalam sistem tersebut dimulai pada 1 April, sebelum dirinya bersama dua wakil kepala BGN masuk ke lembaga tersebut. Setelah mengetahui adanya paket pengadaan LED tersebut, BGN kemudian mengambil keputusan untuk membatalkannya. Sudaryono menyebut terdapat dua alasan utama pembatalan, yakni alasan pengadaan yang dinilai tidak masuk akal serta tidak adanya pagu anggaran untuk pengadaan tersebut. Ia menegaskan BGN tidak memiliki pagu anggaran untuk melakukan pengadaan LED senilai Rp 535,3 miliar tersebut. Karena itu, menurutnya, pengadaan tersebut tidak seharusnya dilakukan. “Tidak diadakan saja sebetulnya sudah keliru, karena tidak ada pagu anggarannya di sini,” ujarnya. 📸: Dok. TVR Parlemen; Antara Foto; Media Sosial X; kumparan. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝:  newsupdate | update | news | svl | R070 I R322 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan
Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal viral unggahan di media sosial yang menampilkan paket pengadaan televisi LED oleh BGN senilai Rp 535,3 miliar. Kepala BGN Sudaryono menegaskan pengadaan LED tersebut dibatalkan karena tidak memiliki pagu anggaran. Sudaryono menjelaskan informasi tersebut diduga berasal dari laman Indonesia National Procurement Portal (Inaproc). “Jadi memang foto di sosmed seolah-olah saya sebagai Kepala BGN bersama dua Waka saya itu kemudian mengadakan LED yang nilainya Rp 535 Miliar. Itu bisa untuk membeli pesawat pemadam kebakaran. Tapi bagus ini,” kata Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9). Ia kemudian menunjukkan informasi terkait pengadaan tersebut yang tercantum di Inaproc. Menurutnya, unggahan di media sosial kemungkinan mengambil informasi dari laman tersebut. Sudaryono kemudian menjelaskan kronologi munculnya paket pengadaan tersebut. Ia mengatakan proses pengadaan yang tercantum dalam sistem tersebut dimulai pada 1 April, sebelum dirinya bersama dua wakil kepala BGN masuk ke lembaga tersebut. Setelah mengetahui adanya paket pengadaan LED tersebut, BGN kemudian mengambil keputusan untuk membatalkannya. Sudaryono menyebut terdapat dua alasan utama pembatalan, yakni alasan pengadaan yang dinilai tidak masuk akal serta tidak adanya pagu anggaran untuk pengadaan tersebut. Ia menegaskan BGN tidak memiliki pagu anggaran untuk melakukan pengadaan LED senilai Rp 535,3 miliar tersebut. Karena itu, menurutnya, pengadaan tersebut tidak seharusnya dilakukan. “Tidak diadakan saja sebetulnya sudah keliru, karena tidak ada pagu anggarannya di sini,” ujarnya. 📸: Dok. TVR Parlemen; Antara Foto; Media Sosial X; kumparan. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | R070 I R322 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan

About