@sumedyahaber: SON DAKİKA! Tuğba Ekinci’nin de aralarında bulunduğu 5 şüpheli gözaltına alındı. Şüphelilerin sosyal medya üzerinden ücret karşılığı müstehcen içerik paylaştıkları tespit edildi. 1 firari şüphelinin yakalanmasına yönelik çalışmalar sürüyor. #sondakika #sondakikahaber #ensonhaber #gündem #türkiye

Su Medya Haber
Su Medya Haber
Open In TikTok:
Region: TR
Saturday 05 September 2026 15:19:22 GMT
56903
239
16
7

Music

Download

Comments

asaf.emra.57
Asaf Emra 57 :
Çok şükür. Alhh develtımize zeval vermelisin Maşalhh 🤲
2026-09-05 19:36:33
7
melisa.fidanc
Melisa Fidancı :
tubiş benim arkaşım o pis işlere bulaşmaz bi yanlışlık olmalı çok akıllı bi kadı n asla pis işlere bulaşamaz
2026-09-05 17:33:47
1
eylemnuuuur
eylemnur :
tum turkiye icerde
2026-09-05 16:51:28
0
bozkurt5858342
bozkurt58 :
devlet 18. yaşında derken bu işte yarına koyar ama kimsenin yanına koymaz
2026-09-06 10:11:36
0
yasin34524
Yasin Yalçın :
Allah devletinize zeval vermesin
2026-09-05 21:46:55
0
06.serkan.38
06.serkan çalışkan :
napmıs bunlar ekinci grubumu
2026-09-05 20:29:19
0
_ylmz.42
ylmaz :
timsah celi de var
2026-09-05 17:52:06
1
m66kizilelma66y
🇹🇷66KızılElma66🇹🇷 :
O şimdi tutuklu 😂😂😂😂😂😂
2026-09-05 15:55:00
3
77777o9999
Leylaaaa :
Magazinciler insanları tekrar örgütleyip x atacakmı çaglayı müstehcen yayıncı istemiyoruz diye ahlaklı yayıncı temiz toplum istiyoruz diyorlardı bakalım adetletli dürüst eşit olabilecekler mi ki samimiyetlerine inansın izleyici
2026-09-05 17:00:16
2
resat.oz.1
resatoz3741 :
Timsah celil de var sanki🤔😁
2026-09-05 20:44:36
0
songul16100
Songül Aytuğ berat :
timsah celilde var iclerindde
2026-09-05 21:17:08
0
nazo.ozl
Nazoo :
bu Tuğba, tayyip'e az yalakalık yapmadı, hayret nasıl gözaltına aldılar
2026-09-05 23:25:54
0
To see more videos from user @sumedyahaber, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Letusan puncak Gunung Krakatau pada 26 hingga 27 Agustus 1883 di Selat Sunda, dengan ledakan terakhir pukul 10.02 pagi yang tercatat sebagai suara terkeras dalam sejarah pengukuran modern hingga terdengar sejauh 4.800 kilometer di Pulau Rodrigues dekat Mauritius, melepaskan energi setara sekitar 200 megaton TNT berdasarkan klasifikasi Indeks Eksplosivitas Vulkanik (VEI) skala 6, sebuah angka yang empat kali lipat melampaui energi Tsar Bomba, senjata nuklir termonuklir Uni Soviet berkekuatan 50 megaton yang diuji coba pada 30 Oktober 1961 dan hingga kini tetap menjadi senjata paling kuat yang pernah diledakkan manusia. Gelombang tekanan udara akibat letusan Krakatau bahkan tercatat mengelilingi bumi sebanyak tiga setengah kali dalam lima hari melalui alat pengukur barograf di berbagai penjuru dunia, jauh melampaui skala dampak atmosfer Tsar Bomba yang meski menghasilkan bola api sedalam delapan kilometer dan awan jamur setinggi 56 kilometer, tetap terbatas pada satu lokasi pengujian di Novaya Zemlya. Perbandingan skala energi kedua peristiwa ini menegaskan betapa dahsyatnya kekuatan alam dibandingkan teknologi persenjataan paling mutakhir sekalipun, mengingat letusan Krakatau menghancurkan dua pertiga tubuh pulau utamanya, menewaskan sedikitnya 36.417 jiwa akibat tsunami setinggi 30 meter yang menyapu pesisir Jawa dan Sumatra, serta menyuntikkan aerosol dalam jumlah masif ke stratosfer hingga menurunkan suhu global sekitar 1,2 derajat Celsius pada tahun berikutnya, sebuah dampak iklim jangka panjang yang tidak pernah dihasilkan oleh senjata buatan manusia manapun sepanjang sejarah. Foto: Georitmus
Letusan puncak Gunung Krakatau pada 26 hingga 27 Agustus 1883 di Selat Sunda, dengan ledakan terakhir pukul 10.02 pagi yang tercatat sebagai suara terkeras dalam sejarah pengukuran modern hingga terdengar sejauh 4.800 kilometer di Pulau Rodrigues dekat Mauritius, melepaskan energi setara sekitar 200 megaton TNT berdasarkan klasifikasi Indeks Eksplosivitas Vulkanik (VEI) skala 6, sebuah angka yang empat kali lipat melampaui energi Tsar Bomba, senjata nuklir termonuklir Uni Soviet berkekuatan 50 megaton yang diuji coba pada 30 Oktober 1961 dan hingga kini tetap menjadi senjata paling kuat yang pernah diledakkan manusia. Gelombang tekanan udara akibat letusan Krakatau bahkan tercatat mengelilingi bumi sebanyak tiga setengah kali dalam lima hari melalui alat pengukur barograf di berbagai penjuru dunia, jauh melampaui skala dampak atmosfer Tsar Bomba yang meski menghasilkan bola api sedalam delapan kilometer dan awan jamur setinggi 56 kilometer, tetap terbatas pada satu lokasi pengujian di Novaya Zemlya. Perbandingan skala energi kedua peristiwa ini menegaskan betapa dahsyatnya kekuatan alam dibandingkan teknologi persenjataan paling mutakhir sekalipun, mengingat letusan Krakatau menghancurkan dua pertiga tubuh pulau utamanya, menewaskan sedikitnya 36.417 jiwa akibat tsunami setinggi 30 meter yang menyapu pesisir Jawa dan Sumatra, serta menyuntikkan aerosol dalam jumlah masif ke stratosfer hingga menurunkan suhu global sekitar 1,2 derajat Celsius pada tahun berikutnya, sebuah dampak iklim jangka panjang yang tidak pernah dihasilkan oleh senjata buatan manusia manapun sepanjang sejarah. Foto: Georitmus

About