@ricky_hermawan95:

ricky_hermawan95
ricky_hermawan95
Open In TikTok:
Region: TW
Saturday 05 September 2026 16:17:28 GMT
12
1
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @ricky_hermawan95, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Penelitian terbaru nih, baca dikit aja.. jadi baru² ini ada penelitian dari Washington University School of Medicine dan Princeton University yg menarik ya. Peneliti nemuin bahwa stres berat di awal kehidupan (masa kecil) bisa meninggalkan perubahan molekuler yg bertahan sampai dewasa, setidaknya pada tikus. Penelitian ini diterbitkan di jurnal Neuron pada Agustus 2026.  tapi perlu dilurusin dulu: stres itu gak mengubah urutan DNA kita. Yg berubah adalah cara DNA itu dikemas dan diakses oleh sel, proses ini disebut epigenetik. Bayangin DNA itu kayak benang yg dililit pada protein. Kalau kemasannya lebih terbuka, bagian DNA tertentu jadi lebih gampang “dibaca” dan gennya lebih mudah aktif.  nah, peneliti melihat perubahan ini terutama di VTA (ventral tegmental area), bagian otak yg banyak berisi neuron penghasil dopamin dan berperan dalam motivasi, respons terhadap lingkungan, serta proses stres. Pada tikus yg mengalami stres di awal kehidupan, meningkat tanda epigenetik bernama H3K4me1. Tanda ini berkaitan dgn kromatin yg lebih terbuka, sehingga gen yg berkaitan dgn respons stres lebih gampang diaktifkan.  yg menarik, mereka menemukan enzim bernama SETD7 yg berperan dalam proses tersebut. Ketika peneliti sengaja meningkatkan SETD7 pada tikus muda yg sebelumnya gak mengalami stres, tikus tersebut ketika dewasa jadi lebih sensitif terhadap stres, menunjukkan perilaku seperti kecemasan dan menarik diri secara sosial setelah mengalami tekanan. Jadi peneliti bukan cuma melihat hubungan, tapi juga mencoba memanipulasi mekanismenya.  sebaliknya, ketika peneliti mengurangi aktivitas SETD7 setelah stres awal kehidupan, perubahan kromatin tersebut bisa ditekan dan tikus menunjukkan respons terhadap stres yg lebih mirip kelompok kontrol. Ini yg bikin penelitian ini menarik, karena menunjukkan bahwa perubahan tersebut bukan sekadar “bekas luka” yg pasif, tapi punya hubungan kausal dengan sensitivitas stres pada hewan percobaan.  jadi istilah “bekas luka biologis” sebenarnya cuma bahasa sederhana. Bukan berarti otak manusia literally punya luka atau DNA-nya rusak. Lebih tepatnya, pengalaman stres di masa awal kehidupan bisa meninggalkan jejak epigenetik pada sel, yg kemudian dapat memengaruhi seberapa responsif sistem stres ketika menghadapi tekanan di kemudian hari. dan yg paling penting, penelitian ini dilakukan pada tikus, bukan membuktikan bahwa semua manusia yg mengalami trauma masa kecil pasti punya perubahan yg sama. Tapi hasilnya memberi petunjuk mekanistik yg kuat tentang bagaimana pengalaman masa kecil bisa diterjemahkan menjadi perubahan biologis jangka panjang di otak.  jadi trauma masa kecil bukan cuman sesuatu yg “ada di ingatan”. Dalam kondisi tertentu, pengalaman awal kehidupan bisa berinteraksi dgn perkembangan sistem saraf dan meninggalkan perubahan biologis yg mempengaruhi cara otak kita merespons stres di masa depan. #psikologi #neuroscience #epigenetik #childhoodtrauma #Xzam
Penelitian terbaru nih, baca dikit aja.. jadi baru² ini ada penelitian dari Washington University School of Medicine dan Princeton University yg menarik ya. Peneliti nemuin bahwa stres berat di awal kehidupan (masa kecil) bisa meninggalkan perubahan molekuler yg bertahan sampai dewasa, setidaknya pada tikus. Penelitian ini diterbitkan di jurnal Neuron pada Agustus 2026. tapi perlu dilurusin dulu: stres itu gak mengubah urutan DNA kita. Yg berubah adalah cara DNA itu dikemas dan diakses oleh sel, proses ini disebut epigenetik. Bayangin DNA itu kayak benang yg dililit pada protein. Kalau kemasannya lebih terbuka, bagian DNA tertentu jadi lebih gampang “dibaca” dan gennya lebih mudah aktif. nah, peneliti melihat perubahan ini terutama di VTA (ventral tegmental area), bagian otak yg banyak berisi neuron penghasil dopamin dan berperan dalam motivasi, respons terhadap lingkungan, serta proses stres. Pada tikus yg mengalami stres di awal kehidupan, meningkat tanda epigenetik bernama H3K4me1. Tanda ini berkaitan dgn kromatin yg lebih terbuka, sehingga gen yg berkaitan dgn respons stres lebih gampang diaktifkan. yg menarik, mereka menemukan enzim bernama SETD7 yg berperan dalam proses tersebut. Ketika peneliti sengaja meningkatkan SETD7 pada tikus muda yg sebelumnya gak mengalami stres, tikus tersebut ketika dewasa jadi lebih sensitif terhadap stres, menunjukkan perilaku seperti kecemasan dan menarik diri secara sosial setelah mengalami tekanan. Jadi peneliti bukan cuma melihat hubungan, tapi juga mencoba memanipulasi mekanismenya. sebaliknya, ketika peneliti mengurangi aktivitas SETD7 setelah stres awal kehidupan, perubahan kromatin tersebut bisa ditekan dan tikus menunjukkan respons terhadap stres yg lebih mirip kelompok kontrol. Ini yg bikin penelitian ini menarik, karena menunjukkan bahwa perubahan tersebut bukan sekadar “bekas luka” yg pasif, tapi punya hubungan kausal dengan sensitivitas stres pada hewan percobaan. jadi istilah “bekas luka biologis” sebenarnya cuma bahasa sederhana. Bukan berarti otak manusia literally punya luka atau DNA-nya rusak. Lebih tepatnya, pengalaman stres di masa awal kehidupan bisa meninggalkan jejak epigenetik pada sel, yg kemudian dapat memengaruhi seberapa responsif sistem stres ketika menghadapi tekanan di kemudian hari. dan yg paling penting, penelitian ini dilakukan pada tikus, bukan membuktikan bahwa semua manusia yg mengalami trauma masa kecil pasti punya perubahan yg sama. Tapi hasilnya memberi petunjuk mekanistik yg kuat tentang bagaimana pengalaman masa kecil bisa diterjemahkan menjadi perubahan biologis jangka panjang di otak. jadi trauma masa kecil bukan cuman sesuatu yg “ada di ingatan”. Dalam kondisi tertentu, pengalaman awal kehidupan bisa berinteraksi dgn perkembangan sistem saraf dan meninggalkan perubahan biologis yg mempengaruhi cara otak kita merespons stres di masa depan. #psikologi #neuroscience #epigenetik #childhoodtrauma #Xzam

About