@love.zitlaly: :: #spreadpositivity #justme #positivity #fyp #MentalHealth

๐™š ๐’ต๐’พ๐“‰๐“๐’ถ๐“๐“Ž ๐™š
๐™š ๐’ต๐’พ๐“‰๐“๐’ถ๐“๐“Ž ๐™š
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 05 September 2026 20:34:26 GMT
2137
387
3
0

Music

Download

Comments

_mirafrmda4
๐€๐ฆ๐ข๐ซ๐š :
soo real
2026-09-19 03:02:22
0
ad0re.m1a
๐‘€โ™›๐Ÿ’ซ :
awhh i love thiss๐Ÿ’๐Ÿฅน
2026-09-05 20:38:04
1
To see more videos from user @love.zitlaly, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa seseorang bisa merasa takut terhadap sesuatu yang sebelumnya tidak menakutkan? Salah satu eksperimen psikologi paling terkenal yang menjawab pertanyaan tersebut adalah Eksperimen Little Albert. Penelitian yang dilakukan oleh John B. Watson dan Rosalie Rayner pada tahun 1920 ini bertujuan membuktikan bahwa rasa takut dapat dipelajari melalui classical conditioning (pengkondisian klasik). Dalam eksperimen tersebut, seorang bayi berusia sekitar 11 bulan yang dikenal dengan nama samaran Little Albert awalnya tidak menunjukkan rasa takut terhadap seekor tikus putih maupun benda-benda berbulu lainnya. Namun, setiap kali Albert menyentuh tikus putih, para peneliti membunyikan suara keras dengan memukul batang baja menggunakan palu tepat di belakangnya sehingga ia terkejut dan menangis. Setelah pengulangan beberapa kali, Albert mulai merasa takut hanya dengan melihat tikus putih meskipun suara keras tidak lagi dibunyikan. Rasa takut tersebut kemudian menyebar (stimulus generalization) ke objek lain yang memiliki karakteristik serupa, seperti kelinci putih, anjing berbulu, mantel bulu, hingga topeng berjanggut putih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respons emosional, termasuk rasa takut, dapat dipelajari melalui pengalaman. Meskipun memberikan kontribusi penting bagi perkembangan psikologi behaviorisme, eksperimen ini kini dinilai tidak etis karena melibatkan bayi tanpa perlindungan yang memadai, menimbulkan tekanan psikologis, dan tidak ada bukti bahwa peneliti melakukan proses deconditioning untuk menghilangkan rasa takut yang telah terbentuk. Referensi: Watson, J. B., & Rayner, R. (1920). Conditioned Emotional Reactions. Journal of Experimental Psychology, 3(1), 1โ€“14. American Psychological Association (APA). Classical Conditioning. https://dictionary.apa.org/classical-conditioning Cherry, K. (2024). The Little Albert Experiment. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-little-albert-experiment-2794994 -------------------------------- cr preset: @๐™†๐™š๐™ฃ๐™ฏ๐™ฎ ๐–‹๐–™ ๐™ฒ๐™ฐ๐™พแญ„  -------------------------------- #fyppppppppppppppppppppppp #fyp #jjedukasi #littlealbert #littlealbertexperiment
Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa seseorang bisa merasa takut terhadap sesuatu yang sebelumnya tidak menakutkan? Salah satu eksperimen psikologi paling terkenal yang menjawab pertanyaan tersebut adalah Eksperimen Little Albert. Penelitian yang dilakukan oleh John B. Watson dan Rosalie Rayner pada tahun 1920 ini bertujuan membuktikan bahwa rasa takut dapat dipelajari melalui classical conditioning (pengkondisian klasik). Dalam eksperimen tersebut, seorang bayi berusia sekitar 11 bulan yang dikenal dengan nama samaran Little Albert awalnya tidak menunjukkan rasa takut terhadap seekor tikus putih maupun benda-benda berbulu lainnya. Namun, setiap kali Albert menyentuh tikus putih, para peneliti membunyikan suara keras dengan memukul batang baja menggunakan palu tepat di belakangnya sehingga ia terkejut dan menangis. Setelah pengulangan beberapa kali, Albert mulai merasa takut hanya dengan melihat tikus putih meskipun suara keras tidak lagi dibunyikan. Rasa takut tersebut kemudian menyebar (stimulus generalization) ke objek lain yang memiliki karakteristik serupa, seperti kelinci putih, anjing berbulu, mantel bulu, hingga topeng berjanggut putih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respons emosional, termasuk rasa takut, dapat dipelajari melalui pengalaman. Meskipun memberikan kontribusi penting bagi perkembangan psikologi behaviorisme, eksperimen ini kini dinilai tidak etis karena melibatkan bayi tanpa perlindungan yang memadai, menimbulkan tekanan psikologis, dan tidak ada bukti bahwa peneliti melakukan proses deconditioning untuk menghilangkan rasa takut yang telah terbentuk. Referensi: Watson, J. B., & Rayner, R. (1920). Conditioned Emotional Reactions. Journal of Experimental Psychology, 3(1), 1โ€“14. American Psychological Association (APA). Classical Conditioning. https://dictionary.apa.org/classical-conditioning Cherry, K. (2024). The Little Albert Experiment. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-little-albert-experiment-2794994 -------------------------------- cr preset: @๐™†๐™š๐™ฃ๐™ฏ๐™ฎ ๐–‹๐–™ ๐™ฒ๐™ฐ๐™พแญ„ -------------------------------- #fyppppppppppppppppppppppp #fyp #jjedukasi #littlealbert #littlealbertexperiment

About