@fnataa2: Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda saat ini sedang mengalami erupsi menerus berstatus Level III (Siaga) yang berlangsung sejak Jumat malam, 4 September 2026. Aktivitas vulkanik ini didominasi oleh erupsi tipe Strombolian dengan fenomena lava fountain (air mancur lava) serta suara dentuman keras yang terdengar jelas hingga ke wilayah Pos Pantau Pasauran (Serang), Pandeglang, bahkan sampai ke Bandung. Dampak dan situasi terkini terkait erupsi tersebut meliputi beberapa hal penting: 1. Sebaran Abu Vulkanik Meluas Berdasarkan analisis citra satelit BMKG per 6 September 2026, debu vulkanik terbagi menjadi dua klaster utama: Klaster Pertama (Utara-Timur/Selatan): Mencapai ketinggian 20.000 kaki, bergerak menyelimuti sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Wilayah seperti Bogor (termasuk Cilebut dan Bojonggede) dilaporkan sudah mulai dihujani abu vulkanik. Klaster Kedua (Barat Daya-Barat Laut): Mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki, mengarah ke Lampung, Bengkulu, hingga Samudra Hindia. 2. Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat sebaran abu vulkanik yang dinilai membahayakan keselamatan penerbangan, otoritas memperpanjang penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga hari Minggu, 6 September 2026 pukul 09.30 WIB. Penutupan ini dilakukan setelah paper test di area bandara menunjukkan hasil positif adanya indikasi debu vulkanik. Akibatnya, puluhan jadwal penerbangan domestik dan internasional mengalami pembatalan (cancelled) atau penundaan. 3. Rekomendasi Keamanan & Zona Bahaya Pihak PVMBG dan BNPB mengeluarkan imbauan tegas bagi masyarakat: Radius Aman: Masyarakat, nelayan, dan wisatawan dilarang mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer. Alat Pelindung: Warga yang berada di kawasan terdampak sebaran abu diimbau untuk selalu menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari gangguan pernapasan dan iritasi. Tetap Tenang: Suara dentuman memang sempat memicu kepanikan warga pesisir Pandeglang karena trauma tsunami 2018, namun sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri demi keamanan. Otoritas meminta masyarakat untuk tetap waspada dan hanya memantau informasi dari kanal resmi pemerintah #erupsi #anakkrakatau #selatsunda #trending #fyppp

Fajar Natawijaya
Fajar Natawijaya
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 06 September 2026 00:09:06 GMT
26381
300
11
81

Music

Download

Comments

serly.adila
ggg :
ditangsel debu nya udah mulai tebel
2026-09-06 01:23:04
1
pipikkangkung
🎉kangkung🎉 :
debunya sudah sampai sini, jaktim
2026-09-06 01:51:08
1
negara358
Muh Sholeh :
Kalo dulu Krakatau meletus, berakibat memisahkan Sumatra dan Jawa.. Besok meletus lagi, tapi malah menyatukan Jawa dan Sumatra
2026-09-06 00:57:22
1
prety123bgsd
podolAngsa🦢 :
udh saya cek, ternyata di luar rumah sudah banyak debu. di daun,sendal lantai .
2026-09-06 01:00:43
0
mimin.marlipah
ipeng :
Wow
2026-09-06 00:39:20
0
elucufz
El Ucufz :
anjay inti y mancing😂😂😂
2026-09-06 01:05:41
0
leni.agustin070
Leni agustin :
wow
2026-09-06 00:36:20
0
raismukaddim86
Kopi lotong :
😁😁😁
2026-09-06 00:58:41
0
To see more videos from user @fnataa2, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About