@oneminutenews.id: Astaga, Anak Krakatu membara sejak 4 September, seberapa bahaya ? Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik ekstrem berupa erupsi menerus sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB, hingga Minggu, 6 September 2026. Erupsi tipe Strombolian ini menghasilkan fenomena lava fountain atau lava air mancur membara setinggi 400 meter di atas puncak kawah serta lontaran batuan pijar yang terekam sangat jelas secara langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status gunung api aktif tersebut berada pada Level III (Siaga) lantaran dinamika magma di dalam perut bumi yang masih sangat tinggi. (dilansir dari : MetroTV News) Dampak dari erupsi hebat ini memicu suara dentuman keras dan gemuruh yang bergaung sangat jauh hingga terdengar jelas di tiga provinsi sekaligus, yakni Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Suara dentuman yang terjadi secara terus-menerus ini dilaporkan membuat kaca serta pintu rumah warga di kawasan Bandung Raya bergetar hebat, serta sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga Pandeglang, Banten, yang masih trauma dengan memori bencana tsunami Selat Sunda beberapa tahun silam. Meski suara dentuman tersebut terdengar hingga jarak ratusan kilometer, pihak Badan Geologi menduga kuat bahwa turbulensi aliran lava dan ekspansi gas dari kawah krakatau menjadi penyebab utamanya. (dilansir dari : Kompas TV) Aktivitas vulkanik ini juga berimbas serius pada sektor transportasi udara dan kesehatan masyarakat setelah paparan abu vulkanik menyebar luas ke atmosfer. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta terpaksa ditutup sementara pada Minggu dini hari setelah hasil paper test menunjukkan indikasi positif adanya sebaran debu vulkanik yang membahayakan keselamatan, sehingga menyebabkan sedikitnya 33 jadwal penerbangan dibatalkan atau mengalami penyesuaian operasional. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), klaster sebaran debu pekat terpantau bergerak meluas mencapai sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, hingga ke beberapa daerah di Lampung seperti Kota Bandar Lampung dan Tanggamus, yang memaksa otoritas setempat mengimbau warga memakai masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan. (dilansir dari : Detikcom) Guna meminimalisasi risiko keselamatan, PVMBG dan Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi ketat agar masyarakat, nelayan, pendaki, maupun wisatawan dilarang keras mendekati atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Di sisi lain, Kepala PVMBG Rita Susilawati menegaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi teranyar, struktur pertumbuhan tubuh gunung pasca-longsoran besar tahun 2018 saat ini masih relatif kecil, sehingga dipastikan tidak berpotensi memicu keruntuhan skala besar yang dapat mengakibatkan tsunami. Pemerintah mengimbau masyarakat di pesisir Banten dan Lampung untuk tetap tenang, beraktivitas normal, dan tidak mudah memercayai kabar bohong yang beredar di media sosial. (dilansir dari : Kompas Regional) Bagaimana menurut anda ? Follow akun ini untuk mendapatkan berita update lainnya. Cek videonya ! #krakatau #anakkrakatau #erupsi #gunung #vulkanik #fypシ #videoviral
One Minute News
Region: ID
Sunday 06 September 2026 00:22:47 GMT
Music
Download
Comments
Enduh Nuryadi :
jangan bilang astaga bilang Allah huakbar Astag pirulloah alazim
2026-09-06 05:25:32
2
Nur Anisah :
ya Lindungilah saudara 2 qt yg ada di lampung. Banten. dan Dki Jakarta.
memang dimarahin rumahku di kebayoran Baru. sdh merasakan di teras sdh dipel tapi baru beberapa jam debu sdh dterlihat di kaca dan lantai teras .ya Alloh lindungilah kami semua di manapun berada.
Aamiinbya Alloh.
2026-09-06 04:57:16
2
uti sarii🥰 :
ya Astofirullohalajim 🙏smga gak ada korban
2026-09-06 05:38:51
1
bu pat :
astagfirloh Allah suda memberi peringatan pada hambanya.
2026-09-06 04:05:31
1
Abdul Aziz :
masa nyebut astaga
2026-09-06 03:21:38
1
Amelia Sere :
selaluh berdoa pada tuhan
2026-09-06 03:11:38
1
omah raysa N :
alhamdulillh sy di btn basisir sidamukti aman pdg
2026-09-06 04:17:34
1
ridzky هار :
astagfirullah hal. azim
2026-09-06 02:59:59
1
Rosliana Liana :
ja Allah kit TDK tau kalau Allah jg berkehendak maka dekatlah kepdnja Allah maha segalahnka amin
2026-09-06 04:05:14
1
SUCI_FOOD :
waduh bahaya nih
2026-09-06 06:43:52
0
yati nurhayati :
buat mengetuk para koruptor
2026-09-06 07:17:43
0
Sudarmi 1962 :
itu Baru Anak nya Bagai mn ibu nya Y Subehana allah
.
2026-09-06 07:22:58
0
aini :
alam SDH tua indonesia mkin ambiradul
2026-09-06 07:24:44
0
abialfarisi123 :
ya allah lindunglah keluarga km do manapun berada
2026-09-06 07:09:04
0
misinah39 :
Babanyak lah berdo',a ya mas .Jangan astaga .,Ya Allah lindungilah saudara.saudara qu semua nya .Smga GK ada korban jiwa .Yg kena musibah di beri ketabahan hati.Allah akan ganti yg lebih baik lagi aamiin yra.Kunfayakun .
2026-09-06 06:43:26
0
Siti Aminah :
astagfirulloh hal ajim semoga tidak ada korban
2026-09-06 06:53:32
0
CavaInterior :
seremnya
2026-09-06 02:04:19
0
Nur Anisah :
Tetap waspada dan gunakan masker
selalu bila keluar rumah
2026-09-06 05:00:06
1
masuryasurya96 :
Jangan panik atas reaksi anak gunung Krakatau jgn sampai membahayakan.bagi penduduk setempat maka berdoalah semoga Tuhan menjaga keselamatannya. bro
2026-09-06 03:54:27
0
💌Arryna! :
msya Allah
2026-09-06 05:22:30
0
seee reooooe :
cari kerjaan susah bencana ada ajah
2026-09-06 07:35:47
0
Bibik. :
Allahuakbar
2026-09-06 05:09:28
1
tri asiyah :
berdoa lah sama Alloh minta ampunan semoga Alloh melindungi para umatnya amin
2026-09-06 06:36:34
0
zulhabli :
tetap waspada saudara i. mudah2an cepat normal kembali Aminnn
2026-09-06 06:23:46
0
user8618155790511 :
Allah hu Akbar
2026-09-06 02:55:31
0
To see more videos from user @oneminutenews.id, please go to the Tikwm
homepage.