@askara.14: Malam ini, abu letusan Gunung Anak Krakatau menyelimuti langit. Perlahan ia turun ke bumi, menyentuh halaman, atap rumah, dan tanah tempat kakiku berpijak. Niat yang sejak sore kusimpan untuk menghadiri acara Maulid Nabi di kecamatan sebelah akhirnya kuurungkan. Bukan karena tidak ingin datang, tetapi mata terasa pedih setiap kali mencoba keluar rumah. Barangkali malam ini aku memang diminta untuk tinggal lebih lama di rumah, duduk dalam kesunyian, dan belajar membaca tanda-tanda kebesaran Tuhan melalui alam. Kuseduh secangkir kopi di meja makan. Kubiarkan malam berjalan perlahan. Sesekali kubuka gawai, membaca berita tentang letusan yang sejak malam sebelumnya cukup kuat mengguncang perhatian banyak orang. Media sosial pun riuh. Berita datang silih berganti, sementara di luar rumah abu terus berjatuhan. Aku memandang ke arah langit. Ada sesuatu yang membuatku merenung. Gunung yang selama ini tampak diam ternyata menyimpan tenaga yang begitu besar. Laut yang terlihat tenang ternyata menyimpan kedalaman dan kekuatan yang tidak sepenuhnya mampu kita pahami. Alam seperti sedang membuka sedikit tirai rahasianya. Bukan untuk menakut-nakuti manusia, tetapi mungkin untuk mengingatkan bahwa bumi tempat kita tinggal bukanlah sesuatu yang sepenuhnya berada dalam kendali kita. Sejenak kubuka ayat-ayat Tuhan tentang laut dan gunung. Tidak ingin terburu-buru mencari hubungan antara setiap kejadian alam dengan sebuah pertanda. Sebab alam memiliki hukum-hukumnya, dan manusia diberi akal untuk mempelajarinya. Namun semakin kubaca, semakin terasa kecil diriku di hadapan keluasan ciptaan-Nya. Gunung mengajarkan tentang keteguhan. Laut mengajarkan tentang kedalaman. Abu mengajarkan bahwa sesuatu yang tampak kokoh pun pada akhirnya dapat berubah menjadi debu. Dan manusia? Kita hanya sedang menjalani sedikit waktu di antara lahir dan kembali. Kuseruput kopi yang mulai menghangatkan tubuh. Di luar, abu masih turun perlahan. Di dalam rumah, malam semakin sunyi. Tetapi justru dalam kesunyian itu, hatiku terasa ramai oleh perenungan. Betapa sering manusia merasa kuat hanya karena memiliki harta, jabatan, ilmu, dan segala sesuatu yang berada dalam genggamannya. Padahal satu letusan gunung saja sudah cukup untuk mengingatkan bahwa ada kekuatan yang jauh lebih besar daripada kekuatan manusia. Malam ini aku kembali percaya bahwa firman Tuhan tidak pernah sia-sia. Mungkin tidak semuanya harus segera kita pahami. Ada yang menjadi pelajaran bagi akal, ada yang menjadi peringatan bagi hati, dan ada yang baru akan kita mengerti ketika waktunya tiba. Aku hanya ingin menjadi manusia yang mau mendengar. Mendengar suara alam tanpa mengabaikan ilmunya. Membaca ayat Tuhan tanpa merasa paling tahu maknanya. Dan melihat setiap peristiwa dengan hati yang lebih tunduk. Abu malam ini akhirnya bukan sekadar debu yang jatuh dari langit. Ia menjadi pengingat kecil bagiku: bahwa kita hidup di bumi yang indah, tetapi tidak selamanya tenang; bahwa kita memiliki kehidupan, tetapi tidak selamanya panjang; dan bahwa apa pun yang telah Tuhan firmankan, pada waktunya akan menemukan kebenarannya. Maka malam ini aku memilih diam. Menyeruput kopi. Membaca ayat-Nya. Dan membiarkan abu yang jatuh perlahan mengajarkan hati tentang satu hal sederhana: manusia boleh merasa kuat, tetapi di hadapan kebesaran Tuhan, kita tetaplah seorang hamba. #ebietgade #untukkitarenungkan #ceritakopi #gununganakkrakatau #fyp
RENEO
Region: ID
Sunday 06 September 2026 05:16:53 GMT
Music
Download
Comments
cucum :
mengingatkan kita supaya jangan terlena di dunia, tetaplah ingat kepada Allah.
2026-09-06 14:44:28
0
Aco Sudar :
ngga ada hubungannya.bencana kapanpun bisa terjadi.manusia hanya bisa menerimanya
2026-09-06 12:23:02
0
Swiftjey :
INILAH..... ALAM PUNYA CERITA....
KITA HANYA BISA MENYAKSIKAN KEHENDAK ALAM.... TERJADI.....
INGAT.... ( manusia punya BISA... tapi TUHAN PUNYA KUASA)
2026-09-06 12:44:37
0
ziamatul enzi :
bisa jadi gunung meletus pak Jokowi juga yg di salahkan,,,
2026-09-06 11:28:32
0
simantau :
gunung ny udh lelah udh saat dia meletus
2026-09-06 08:25:17
0
Hartono viamon :
gk ada hubungan nya.. bencana alam bisa terjadi kpn saja.. selalu dikaitkan sama agama
2026-09-06 07:20:12
0
Ujang Suhanda :
berira alam sudah terjadi
2026-09-06 09:25:51
0
HOMIA LIVING :
nah ini baru pas caption nya
2026-09-06 10:13:23
0
hanawati850 :
😳😳😳
2026-09-06 08:43:17
0
To see more videos from user @askara.14, please go to the Tikwm
homepage.