@noise.feeds: Letusan Krakatau pada 25–27 Agustus 1883 menjadi salah satu letusan gunung api paling dahsyat dalam sejarah. Erupsi tersebut memicu tsunami besar yang menghantam pesisir Jawa dan Sumatra serta menewaskan lebih dari 36 ribu orang. Dampaknya bahkan terasa hingga wilayah yang jauh dari Indonesia. Pasca letusan besar itu, aktivitas vulkanik kembali membentuk gunung api baru di kawasan kaldera Krakatau. Aktivitas erupsi Anak Krakatau mulai tercatat pada 1927 dan tubuh gunungnya muncul ke permukaan laut pada 1929. Kini, lebih dari satu abad setelah tragedi Krakatau 1883, Anak Krakatau masih aktif. Badan Geologi melaporkan fenomena erupsi menerus pada 5 September 2026, sementara statusnya saat ini berada di Level III (Siaga). Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas. #noisefeeds