@alridokurniawan1: DETIK-DETIK MENEGANGKAN, NELAYAN DIHUJANI MATERIAL VULKANIK SAAT ERUPSI ANAK KRAKATAU LAMPUNG SELATAN — Detik-detik menegangkan dialami nelayan yang melintas di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Mereka terlihat menghadapi hujan material vulkanik berupa batu dan abu saat aktivitas erupsi gunung api tersebut meningkat. Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Sabtu (5/9/2026). Badan Geologi melaporkan erupsi menerus mulai terjadi sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB dan disertai semburan lava atau lava fountain. Kondisi tersebut juga memunculkan lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik. PVMBG mengimbau masyarakat, nelayan, wisatawan, dan pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. SEBARAN ABU VULKANIK MELUAS Berdasarkan informasi PVMBG, VAAC Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 pada Sabtu (5/9/2026) pukul 19.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pertama, sebaran abu dari permukaan hingga ketinggian sekitar 20.000 kaki bergerak ke arah tenggara hingga selatan. Sebaran ini mencakup sebagian wilayah Banten dan Jawa Barat serta perairan di sekitarnya. Kedua, sebaran abu dari permukaan hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki terpantau bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Area yang berpotensi terdampak mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Barat, bagian selatan Selat Sunda, serta perairan Samudra Hindia di sebelah barat Lampung dan Banten. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik diimbau meningkatkan kewaspadaan, menggunakan masker atau pelindung pernapasan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila terjadi hujan abu. PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Aktivitas gunung api tersebut masih terus dipantau secara intensif. Sementara itu, hasil evaluasi Badan Geologi menyebut tubuh Gunung Anak Krakatau yang tumbuh kembali setelah erupsi 2018 masih relatif kecil sehingga saat ini dinilai tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi serta rekomendasi resmi dari PVMBG, Badan Geologi, BMKG, dan BPBD setempat. #lampungselatansekitarnya #anakkrakatauerupsi
Alridokurniawan
Region: ID
Sunday 06 September 2026 05:43:08 GMT
Music
Download
Comments
BAKOL_TELO"™® :
panas ga itu di prahu
2026-09-09 07:16:39
1
Hanny :
Subhannallah 🔥🥹 pak ini malam hari atau subub yah ?! izin save 🙏
2026-09-08 21:07:05
1
To see more videos from user @alridokurniawan1, please go to the Tikwm
homepage.