@sajonyt2.0: •••||| তুমি কে |||•••😅 তুমি কেমন তা আমি জানি না তবে আমি তোমার নিখুঁত সৃষ্টি পাখি ওড়ার সাক্ষী হলাম 🕊️ সাগরের মতো অসীম দানবের কাছেও নিজের পা ধুয়ে নিলাম 🌊 তারপর জ্বলন্ত অগ্নিকুণ্ড যাকে আমরা সূর্য নামে ডাকি তাকেও সৃষ্টি করা হয়েছে আমাদের জন্য নাকি ☀️ আর এখানেই শেষ নয়, আমি যে শু মহান আকাশের দিকে তাকিয়ে তারা গুনি ✨, সে বিশাল আকাশের স্রষ্টা নাকি তুমি 🌌 তাহলে আমি তোমার কোন কোন সৃষ্টিকে অস্বীকার করে বলবো তুমি আমার স্রষ্টা নও 🤲 আবার আমার চোখ যা দেখে মন যা ভাবে , এর বাইরেও অনেক সৃষ্টির কথা উল্লেখ করছে কোরআনের ভাষায় 📖 তাই তো তোমাকে অস্বীকার করার মতো কোনো সমৃদ্ধ বাক্য শুধু আমার কাছে কেন, এই মহা সৃষ্টি কুলের কারো কাছেই নাই 🥀 অতঃপর তবুও অফুরন্ত আফসোসের সাথে বলতে হচ্ছে, ইয়া মালিক তারা কি একটিবার ভাবে না, যে সৃষ্টিকর্তা কতটা দয়াবান হলে, শুধু একটা জাতির জন্য, মহা জগৎ গড়ে তোলে...!! 🥀 #viralvideo #foryou #foryou #foryoupage

⚡ 𝐑𝐔𝐃𝐑𝐀 ⚡
⚡ 𝐑𝐔𝐃𝐑𝐀 ⚡
Open In TikTok:
Region: BD
Sunday 06 September 2026 13:36:16 GMT
79
17
2
0

Music

Download

Comments

sajonvaiyt
◤◡ᴥ◡◥তোমাগো কাইল্লা ছেরা ᴾᴬᴷ 숬 :
🥰🥰🥰
2026-09-06 13:57:02
0
ratul.vai405
,Lᴋ᭄Rᴀᴛυʟ.ᴷᴵᴺᴳ,(:) :
🥰🥰
2026-09-06 13:58:22
1
To see more videos from user @sajonyt2.0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Part 50 : Hai, Sayang  Keesokan harinya, sesuai dengan janji sang dokter dan melihat kondisi tanda vital Y/N yang berangsur stabil, pihak rumah sakit memberikan izin khusus. Y/N, yang masih harus duduk di atas kursi roda dengan tubuh yang terasa lemas dan dibantu oleh selang infus di tangannya, didorong perlahan keluar dari kamar rawat. Di sampingnya, Jay berjalan tertatih dengan balutan perban putih di kepala dan sisa lebam yang masih menghiasi wajahnya. Meskipun langkah suaminya masih terasa nyeri, Jay menolak menggunakan kursi roda; ia ingin berjalan tegap mendampingi sang istri menuju satu tempat yang paling mereka nantikan sejak malam mengerikan itu terjadi. Di belakang mereka, Mama Jay, Papa Jay, dan Sunoo mengikuti dengan senyuman haru yang menghiasi wajah lelah mereka. Perlahan-lahan, kursi roda Y/N berhenti tepat di depan dinding kaca besar ruang NICU. Udara di sekitar mereka mendadak terasa begitu sunyi. Y/N menatap lurus ke dalam ruangan steril di balik kaca tersebut. Jantungnya berdegup kencang, jemarinya yang dingin meremat erat pegangan kursi roda, dan matanya langsung berkaca-kaca. Di dalam sana, di bawah pendaran lampu inkubator yang hangat, terbaring seorang bayi mungil yang berjuang dengan begitu gagah berani. Ukurannya sangat kecil, terbalut selimut rajut rumah sakit dengan selang bantu pernapasan tipis yang terpasang di hidung kecilnya.
Part 50 : Hai, Sayang Keesokan harinya, sesuai dengan janji sang dokter dan melihat kondisi tanda vital Y/N yang berangsur stabil, pihak rumah sakit memberikan izin khusus. Y/N, yang masih harus duduk di atas kursi roda dengan tubuh yang terasa lemas dan dibantu oleh selang infus di tangannya, didorong perlahan keluar dari kamar rawat. Di sampingnya, Jay berjalan tertatih dengan balutan perban putih di kepala dan sisa lebam yang masih menghiasi wajahnya. Meskipun langkah suaminya masih terasa nyeri, Jay menolak menggunakan kursi roda; ia ingin berjalan tegap mendampingi sang istri menuju satu tempat yang paling mereka nantikan sejak malam mengerikan itu terjadi. Di belakang mereka, Mama Jay, Papa Jay, dan Sunoo mengikuti dengan senyuman haru yang menghiasi wajah lelah mereka. Perlahan-lahan, kursi roda Y/N berhenti tepat di depan dinding kaca besar ruang NICU. Udara di sekitar mereka mendadak terasa begitu sunyi. Y/N menatap lurus ke dalam ruangan steril di balik kaca tersebut. Jantungnya berdegup kencang, jemarinya yang dingin meremat erat pegangan kursi roda, dan matanya langsung berkaca-kaca. Di dalam sana, di bawah pendaran lampu inkubator yang hangat, terbaring seorang bayi mungil yang berjuang dengan begitu gagah berani. Ukurannya sangat kecil, terbalut selimut rajut rumah sakit dengan selang bantu pernapasan tipis yang terpasang di hidung kecilnya. "Itu..." suara Y/N tercekat di tenggorokan, air matanya langsung tumpah ruah membasahi pipinya tanpa bisa ia tahan lagi. "Itu... anak kita...?" Jay perlahan membungkukkan tubuhnya, mensejajarkan posisinya dengan kursi roda Y/N. Ia merengkuh bahu istrinya dengan lembut, lalu mencium puncak kepala Y/N penuh kasih sayang. "Iya, sayang..." bisik Jay parau, suaranya ikut bergetar hebat menahan tangis haru. "Itu putri kecil kita... Anak hebat yang nunggu mamanya bangun." Y/N menangis tersedu-sedu. Ia menempelkan kedua telapak tangannya pada permukaan kaca dingin pembatas ruangan NICU, seolah ia ingin merengkuh dan memeluk tubuh mungil bayi itu erat-erat. Seluruh rasa sakit, ketakutan saat berjuang di meja operasi, dan penderitaan panjang seakan terbayar lunas saat melihat malaikat kecil mereka bernapas dengan tenang di dalam sana. "Anak mama..." lirih Y/N di sela isak tangisnya yang memilukan namun penuh kelegaan. "Maafin Mama... maafin Mama baru bisa datang lihat kamu sekarang..." Petugas medis yang berjaga di dalam ruang NICU, melihat keharuan di luar kaca, perlahan membuka pintu steril khusus dan mengenakan sarung tangan medis. Dengan sangat hati-hati, perawat itu mengangkat tubuh mungil sang bayi dari dalam inkubator, lalu membawanya mendekat ke arah kaca jendela agar kedua orang tua itu bisa melihat buah hati mereka lebih dekat. Melihat bayi sekecil itu digendong dengan begitu hati-hati, tangis Y/N semakin pecah. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangan yang gemetar. Jay mengeratkan rangkulannya pada sang istri, sementara air mata pria itu sendiri menetes deras membasahi pipinya. Di hadapan kaca dingin itu, keluarga kecil yang hampir hancur oleh badai maut kini bersatu kembali. ..... Beberapa minggu berlalu sejak malam penuh air mata dan ketakutan yang hampir merenggut nyawa keluarga kecil itu. Suasana rumah sakit yang tadinya selalu dipenuhi aroma obat-obatan tajam dan deru mesin monitor yang menegangkan, kini perlahan-lahan mulai digantikan oleh kehangatan dan senyuman. Di sebuah kamar rawat VIP yang lebih tenang, Y/N duduk bersandar di atas ranjang dengan bantal empuk menopang punggungnya. Tubuhnya sudah jauh lebih bugar, warna kulitnya yang tadinya pucat pasi kini mulai merona kembali, dan luka-luka pascapersalinannya telah berangsur pulih. Pintu kamar terbuka pelan, menampilkan sosok Jay yang masuk sambil mendorong sebuah kereta dorong bayi khusus rumah sakit. Meskipun perban di kepala Jay sudah dilepas dan digantikan oleh plester kecil di pelipisnya, lanjutan di komentar & sl 💌 #pov #au #jay #enhypen #fyp

About