@terakataofficial: Asosiasi Pengusaha Hasil Laut Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan dampak penutupan sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, terhadap pengiriman komoditas hasil laut dari Kota Kendari. Penutupan sementara tersebut dilakukan akibat adanya potensi sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang dinilai dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Ketua Asosiasi Pengusaha Hasil Laut Sultra, Amar Maruf, mengatakan kondisi tersebut menghambat pengiriman berbagai komoditas hasil laut dari Kendari menuju sejumlah daerah dan negara tujuan. “Akibat penutupan tersebut, kami terganggu dalam pengiriman barang dari Kota Kendari ke Jakarta, Batam, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand,” ucap Amar saat ditemui. Menurutnya, pemerintah daerah perlu segera mencari solusi agar distribusi hasil laut dari Sultra tetap dapat berjalan di tengah gangguan penerbangan. Ia meminta Gubernur Sultra maupun Wakil Gubernur Sultra segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membuka jalur penerbangan alternatif, salah satunya melalui Surabaya. “Kami juga minta agar Gubernur Sultra atau Wakil Gubernur Sultra segera melakukan koordinasi atau membuka jalur penerbangan ke Surabaya,” katanya. Amar menjelaskan, terganggunya penerbangan berdampak langsung terhadap nelayan yang menggantungkan pendapatan dari penjualan hasil laut. “Karena efeknya itu adalah nelayan tidak bisa membawa barang ke pengepul atau ke kami pengirim karena masalahnya adalah kami tidak bisa membeli karena tidak ada kepastian penerbangan,” jelasnya. “Sehingga banyak nelayan yang tidak bisa menjual hasil lautnya,” keluhnya. Ia menyebut sejumlah komoditas yang terdampak antara lain lobster, teripang, kepiting, Udang Mantis, berbagai jenis kerang, serta berbagai jenis ikan, termasuk kerapu. Menurutnya, terdapat ribuan masyarakat di Sultra yang menggantungkan penghasilan dari sektor hasil laut. “Ketika itu terjadi, maka mereka mendapatkan pendapatan dari mana? Kita ketahui bahwa nelayan lobster, teripang, kepiting, Udang, Kerang, dan ikan itu ada kurang lebih ribuan orang di Sulawesi Tenggara,” jelasnya. baca selengkapnya hanya link dibio.

Terakata Official
Terakata Official
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 06 September 2026 15:55:50 GMT
3919
17
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @terakataofficial, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About