@florentinavllasaliu: Consider this your sign to wear the dress. ✨

Florentina Vllasaliu
Florentina Vllasaliu
Open In TikTok:
Region: GR
Sunday 06 September 2026 15:57:06 GMT
716
39
2
1

Music

Download

Comments

medinapllanna
Medina :
🥰🥰🥰
2026-09-06 16:07:08
1
florentinavllasaliu
Florentina Vllasaliu :
❤️❤️
2026-09-07 09:53:00
0
To see more videos from user @florentinavllasaliu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

APA ITU ETERNAL SILENCE? 𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐚𝐰𝐚𝐡👇 Kalau kita dengar istilah “alam yang lebih tinggi”, biasanya yang kebayang adalah sebuah tempat yang masih punya ruang, waktu, hukum, energi, atau aturan yang jauh lebih tinggi dari alam sebelumnya. Tapi Eternal Silence punya konsep yang jauh berbeda. Ia bukan cuma sebuah alam yang berada di atas alam-alam lainnya, melainkan sebuah keadaan di mana konsep-konsep yang sebelumnya menjadi dasar keberadaan sudah tidak lagi menjadi batas. Di Eternal Silence, tidak ada konsep ruang maupun waktu seperti yang dikenal oleh makhluk di bawahnya. Jadi jangan membayangkannya sebagai sebuah tempat kosong yang sangat luas. Bahkan konsep “tempat” itu sendiri sudah tidak bisa digunakan dengan cara yang sama. Tidak ada aliran waktu yang membuat masa lalu, masa kini, dan masa depan berjalan secara terpisah. Semuanya seolah berada dalam satu titik yang tetap, tanpa perjalanan temporal yang memisahkan satu keadaan dengan keadaan lainnya. Hal yang sama juga berlaku terhadap berbagai hukum dan konsep fundamental. Dao, Chaos, Eternity, Fate, Fortune, Karma, Heavenly Dao, kausalitas, dan berbagai struktur lainnya yang sebelumnya begitu penting bagi keberadaan, ketika dilihat dari Eternal Silence justru menjadi sesuatu yang sangat kecil dan rapuh. Bahkan Great Dao digambarkan seperti air yang mengalir, yang dapat diuapkan hanya dengan satu pikiran. Fate dan Karma juga bukan lagi sesuatu yang bisa dengan mudah membatasi keberadaan di tingkat ini. Jadi masalahnya bukan sekadar mereka mempunyai kekuatan yang lebih besar dibandingkan makhluk di bawahnya. Yang berubah adalah posisi mereka terhadap seluruh struktur tersebut. Bayangin saja, kalau sebelumnya seseorang masih harus mengikuti hukum tertentu untuk menghancurkan atau mengubah sesuatu, maka di tingkat ini hukum tersebut sendiri sudah tidak menjadi penghalang. Mereka dapat melenyapkan sesuatu, kemudian memulihkannya kembali. Bahkan seluruh rentang zaman, dari masa lalu hingga masa depan, dapat diperlakukan seolah-olah hanya sebuah keadaan yang bisa disentuh dan diubah. Makanya Eternal Silence tidak tepat kalau cuma dijelaskan sebagai “realm paling tinggi.” Istilah itu masih memberikan kesan bahwa kita sedang menaiki tangga dari satu lantai ke lantai berikutnya. Padahal konsep Eternal Silence lebih kepada keluar dari kerangka yang membentuk lantai-lantai tersebut sejak awal. Karena itu, ketika dikatakan bahwa Eternal Silence melampaui Space-Time, Eternity, Dao, Great Worlds, Universe, sampai Chaos, maksudnya bukan sekadar setiap istilah tersebut mempunyai ukuran yang lebih kecil. Yang ingin ditunjukkan adalah bahwa seluruh struktur itu sudah tidak lagi menjadi batas fundamental bagi keberadaan yang berada di Eternal Silence. Dan bagian yang menurut gue paling menarik adalah konsep awal dan akhir. Eternal Silence disebut sebagai keadaan awal sekaligus akhir, tetapi bukan karena ada perjalanan waktu dari awal menuju akhir. Justru karena di dalam keadaan tersebut, konsep waktu sendiri sudah kehilangan fungsi seperti yang kita pahami. Jadi “awal” dan “akhir” tidak lagi harus dipahami sebagai dua titik yang dipisahkan oleh perjalanan waktu. Sederhananya, kalau seluruh keberadaan di bawah masih terikat oleh ruang, waktu, Dao, karma, kausalitas, dan berbagai hukum lainnya, maka Eternal Silence menggambarkan kondisi ketika semua batas tersebut sudah tidak lagi menjadi sesuatu yang menentukan eksistensi. Jadi Eternal Silence bukan cuma tentang “seberapa kuat seseorang.” Ini lebih kepada pertanyaan yang jauh lebih mendasar: Kalau ruang bukan lagi batas, waktu bukan lagi batas, hukum bukan lagi batas, bahkan konsep awal dan akhir pun kehilangan maknanya... lalu apa yang masih bisa menjadi batas bagi keberadaan tersebut? #fiksi #eternalsilence #shihao #donghua #fyp
APA ITU ETERNAL SILENCE? 𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐚𝐰𝐚𝐡👇 Kalau kita dengar istilah “alam yang lebih tinggi”, biasanya yang kebayang adalah sebuah tempat yang masih punya ruang, waktu, hukum, energi, atau aturan yang jauh lebih tinggi dari alam sebelumnya. Tapi Eternal Silence punya konsep yang jauh berbeda. Ia bukan cuma sebuah alam yang berada di atas alam-alam lainnya, melainkan sebuah keadaan di mana konsep-konsep yang sebelumnya menjadi dasar keberadaan sudah tidak lagi menjadi batas. Di Eternal Silence, tidak ada konsep ruang maupun waktu seperti yang dikenal oleh makhluk di bawahnya. Jadi jangan membayangkannya sebagai sebuah tempat kosong yang sangat luas. Bahkan konsep “tempat” itu sendiri sudah tidak bisa digunakan dengan cara yang sama. Tidak ada aliran waktu yang membuat masa lalu, masa kini, dan masa depan berjalan secara terpisah. Semuanya seolah berada dalam satu titik yang tetap, tanpa perjalanan temporal yang memisahkan satu keadaan dengan keadaan lainnya. Hal yang sama juga berlaku terhadap berbagai hukum dan konsep fundamental. Dao, Chaos, Eternity, Fate, Fortune, Karma, Heavenly Dao, kausalitas, dan berbagai struktur lainnya yang sebelumnya begitu penting bagi keberadaan, ketika dilihat dari Eternal Silence justru menjadi sesuatu yang sangat kecil dan rapuh. Bahkan Great Dao digambarkan seperti air yang mengalir, yang dapat diuapkan hanya dengan satu pikiran. Fate dan Karma juga bukan lagi sesuatu yang bisa dengan mudah membatasi keberadaan di tingkat ini. Jadi masalahnya bukan sekadar mereka mempunyai kekuatan yang lebih besar dibandingkan makhluk di bawahnya. Yang berubah adalah posisi mereka terhadap seluruh struktur tersebut. Bayangin saja, kalau sebelumnya seseorang masih harus mengikuti hukum tertentu untuk menghancurkan atau mengubah sesuatu, maka di tingkat ini hukum tersebut sendiri sudah tidak menjadi penghalang. Mereka dapat melenyapkan sesuatu, kemudian memulihkannya kembali. Bahkan seluruh rentang zaman, dari masa lalu hingga masa depan, dapat diperlakukan seolah-olah hanya sebuah keadaan yang bisa disentuh dan diubah. Makanya Eternal Silence tidak tepat kalau cuma dijelaskan sebagai “realm paling tinggi.” Istilah itu masih memberikan kesan bahwa kita sedang menaiki tangga dari satu lantai ke lantai berikutnya. Padahal konsep Eternal Silence lebih kepada keluar dari kerangka yang membentuk lantai-lantai tersebut sejak awal. Karena itu, ketika dikatakan bahwa Eternal Silence melampaui Space-Time, Eternity, Dao, Great Worlds, Universe, sampai Chaos, maksudnya bukan sekadar setiap istilah tersebut mempunyai ukuran yang lebih kecil. Yang ingin ditunjukkan adalah bahwa seluruh struktur itu sudah tidak lagi menjadi batas fundamental bagi keberadaan yang berada di Eternal Silence. Dan bagian yang menurut gue paling menarik adalah konsep awal dan akhir. Eternal Silence disebut sebagai keadaan awal sekaligus akhir, tetapi bukan karena ada perjalanan waktu dari awal menuju akhir. Justru karena di dalam keadaan tersebut, konsep waktu sendiri sudah kehilangan fungsi seperti yang kita pahami. Jadi “awal” dan “akhir” tidak lagi harus dipahami sebagai dua titik yang dipisahkan oleh perjalanan waktu. Sederhananya, kalau seluruh keberadaan di bawah masih terikat oleh ruang, waktu, Dao, karma, kausalitas, dan berbagai hukum lainnya, maka Eternal Silence menggambarkan kondisi ketika semua batas tersebut sudah tidak lagi menjadi sesuatu yang menentukan eksistensi. Jadi Eternal Silence bukan cuma tentang “seberapa kuat seseorang.” Ini lebih kepada pertanyaan yang jauh lebih mendasar: Kalau ruang bukan lagi batas, waktu bukan lagi batas, hukum bukan lagi batas, bahkan konsep awal dan akhir pun kehilangan maknanya... lalu apa yang masih bisa menjadi batas bagi keberadaan tersebut? #fiksi #eternalsilence #shihao #donghua #fyp

About