@mafia.jnr23: Deleting soon 3️⃣4️⃣4️⃣#creatorsearchinsights #createsightinsight @🅿️entsi_3️⃣hree4️⃣ourty4️⃣our @🦖🥷📍. 🙃🙃🔝

_Mizo👀
_Mizo👀
Open In TikTok:
Region: ZA
Sunday 06 September 2026 15:58:00 GMT
2986
334
13
23

Music

Download

Comments

fein4theo2
𝐓𝐡𝐞𝐨.𝐧𝐞𝐱𝐭𝐝𝐨𝐨𝐫🔥🐐 :
Photographer here🙋‍♂️💫
2026-09-06 16:28:11
3
kraiizy.burna.official
𝟭𝟭𝟰_𝗸𝗿𝘅𝗶𝗶𝘇𝘆🐦‍🔥 :
why le sa mute'a original sound? 🤔
2026-09-08 20:47:24
2
tee2_finee
tee👻 :
pentsani dance jam time✌️✌️
2026-09-07 19:41:32
2
mafia.jnr23
_Mizo👀 :
Ohh
2026-09-06 16:28:42
0
mordecai_and_rigby
BOB_〽️ABENA 💫. LiVe ACc. :
😏.
2026-09-29 00:01:33
1
To see more videos from user @mafia.jnr23, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan seluruh saham yang masuk dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham-saham tersebut saat ini menyumbang sekitar 18% terhadap bobot IHSG. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, langkah ini merupakan salah satu dari dua inisiatif baru untuk melanjutkan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Langkah itu diambil setelah MSCI mengeluarkan rilis terbaru membuka konsultansi untuk menempatkan pasar saham RI dalam kelompok standalone market. Menurut Jeffrey, inisiatif pertama adalah menambahkan keterangan mengenai status afiliasi pemegang saham dalam publikasi daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%. Informasi tersebut akan menunjukkan apakah pemegang saham terafiliasi atau tidak terafiliasi. Adapun inisiatif kedua adalah mengeluarkan seluruh saham HSC dari perhitungan IHSG untuk meningkatkan kredibilitas dan integritas indeks. “Kedua inisiatif tersebut kami harapkan dapat memberikan transparansi yang lebih baik dan data pasar yang lebih berintegritas,” kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Senin (19/10). Beberapa saham HSC yang sebelumnya memiliki bobot cukup besar dalam IHSG adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Selengkapnya, klik link di bio. Reporter: Karunia Putri Kreator konten: Yasmin K. Editor: Ira Guslina Sufa, Nur Farida #LiputanKatadata #Katadatacoid #KalauBicaraPakaiData
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan seluruh saham yang masuk dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham-saham tersebut saat ini menyumbang sekitar 18% terhadap bobot IHSG. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, langkah ini merupakan salah satu dari dua inisiatif baru untuk melanjutkan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Langkah itu diambil setelah MSCI mengeluarkan rilis terbaru membuka konsultansi untuk menempatkan pasar saham RI dalam kelompok standalone market. Menurut Jeffrey, inisiatif pertama adalah menambahkan keterangan mengenai status afiliasi pemegang saham dalam publikasi daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%. Informasi tersebut akan menunjukkan apakah pemegang saham terafiliasi atau tidak terafiliasi. Adapun inisiatif kedua adalah mengeluarkan seluruh saham HSC dari perhitungan IHSG untuk meningkatkan kredibilitas dan integritas indeks. “Kedua inisiatif tersebut kami harapkan dapat memberikan transparansi yang lebih baik dan data pasar yang lebih berintegritas,” kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Senin (19/10). Beberapa saham HSC yang sebelumnya memiliki bobot cukup besar dalam IHSG adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Selengkapnya, klik link di bio. Reporter: Karunia Putri Kreator konten: Yasmin K. Editor: Ira Guslina Sufa, Nur Farida #LiputanKatadata #Katadatacoid #KalauBicaraPakaiData

About