@lampunggehnews: Lampung Geh, Bandar Lampung - Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9) malam setelah aktivitas erupsi sebelumnya sempat berhenti pada dini hari. Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terjadi pada pukul 20.23 WIB. Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau, tinggi kolom erupsi tidak teramati karena kondisi gunung tertutup kabut. Namun, erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 58 milimeter (mm) dan durasi erupsi sekitar 44 detik. Sebelumnya, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau berhenti pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB. Aktivitas vulkanik gunung api tersebut kemudian tetap dipantau menyusul rangkaian erupsi yang terjadi sebelumnya. Pada 5 September 2026, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga menghasilkan awan abu vulkanik yang berdasarkan pengamatan citra satelit, model distribusi VAAC (Volcanic Ash Advisory Center), serta peringatan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation), terpantau hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki atau FL500. Ketinggian tersebut setara sekitar 15.200 meter di atas permukaan laut. Pada lapisan atas, sebaran abu vulkanik bergerak ke arah barat. Sementara pada lapisan tengah, awan abu terdeteksi hingga sekitar 20.000 kaki atau FL200, dengan pergerakan dari arah selatan menuju tenggara. Untuk periode 5 September 2026 pukul 08.10–14.10 UTC, abu vulkanik diprediksi bergerak dominan ke arah barat pada lapisan atas dan ke arah tenggara pada lapisan tengah. Kemudian pada periode 5 September 2026 pukul 20.10 UTC hingga 6 September 2026 pukul 02.10 UTC, awan abu diproyeksikan terus menyebar ke arah barat dan tenggara. Kondisi tersebut membuat wilayah yang berada di jalur sebaran abu mengalami paparan abu vulkanik tipis, terutama kawasan pesisir Selat Sunda, Banten dan Lampung. Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik diimbau menggunakan masker, seperti masker N95 atau masker medis, serta kacamata pelindung saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi/PVMBG, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Cha)

Lampung Geh News
Lampung Geh News
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 06 September 2026 16:51:08 GMT
133970
3670
165
718

Music

Download

Comments

808chifuyuuu
Rizkee :
di dalam rumah masih kelilipan abu
2026-09-06 17:34:04
187
sarywd1
Swd :
ya allah gua komen jam segini kebangun gara2 suara dentuman keras bgt.. apa itu yaaa apa anak krakatau🥺
2026-09-06 19:42:30
30
eva.angelina.jessica
ঔৣᴾᴬᵂᴬᴺᴳ*Ⓔ_ᴅᴇᴍɪᴛ :
barusan disini napaspun sesak, bau blerang woyy😭
2026-09-06 18:19:15
29
kenn_rblx1
Kim :
nafas skarang agak engap padahal di dalem kamar terus, udah di tutup semua tapi tetep engap
2026-09-06 21:10:59
14
ajsusgakobvgauaij
zaa :
Gunung Anak Krakatau bukan sekadar gunung yang sedang bergemuruh. Ia adalah salah satu makhluk Allah yang sedang menjalankan kehendak-Nya. Ketika ia mengeluarkan api dari perutnya, mungkin bukan sedang marah, tetapi sedang menunjukkan kepada manusia betapa kecilnya kita di hadapan kebesaran Sang Pencipta. Ia pun memiliki waktunya untuk diam, dan waktunya untuk berbicara melalui letusan. Semoga suara dari perut bumi ini menjadi pengingat bagi kita untuk kembali tunduk, berdoa, dan menyadari bahwa seluruh alam berada dalam kuasa Allah. Ya Allah, tenangkanlah Gunung Anak Krakatau dan lindungilah setiap hamba-Mu yang berada di sekitarnya. 🤲🥀
2026-09-06 20:06:39
21
user_wanitautama
wanita beruntung🦋✨ :
Monitor
2026-09-06 18:33:51
0
hy_riess
Si Mungil :
kemarin subuh2 gini keluar kamar lantainya pada banyak debu, akhirnya semua ventilasi ku tutup pke kain, pagi ini kok malah kecium kayak belerang ya? mana tenggorokan ku kayak kotor bgt gatal bgt tapi gak batuk huhuhu ini lagi minum air hangat+ madu
2026-09-06 21:39:19
5
bunsu125
~°° 𝙖𝙨𝙀 𝙡𝙤𝙡𝙀°°~ :
di seputaran Pesawaran, udara tercium bau belerang sekitar pukul 23.45 WIB, apalah ini i bagian yg keluar dari erupsi krakatau juga ya ?
2026-09-06 21:44:20
1
sukasuka.irt
GolDian :
katanya udh berhnti kemarin malam jam 12 khan. tapi menurutku lebih parah yg siangnya. Di rumahku debunya tebelll bngt. liat ini brti kemukinan lebih tebel lagi sih nanti huhuhu.. sekolah anakku libur 2hr. karena walapun di lampung timur. kita cukup merasakan dampaknya
2026-09-06 19:36:44
4
zyanalghaisan_prakasa
ZyanAlghaisanPrakasa :
ini didaerahku ada yg kerasa gaksih bau2 kek blerang apa mercon gitu sih😭
2026-09-06 19:10:27
4
nandavanolla_
Nanda_♉ :
aku Dr pagi udh nyapu ngepel belasan kali😭 takut banget krna punya balita dan bayi😭 bandarlampung debunya masuk kermh
2026-09-06 17:56:09
10
eyinlampung
eyins-__🦋 :
Di lamtim kerasa bngt debunya😭
2026-09-06 18:07:49
4
nbla_255
APR :
apakah sampe pringsewu
2026-09-06 17:45:28
0
roni123456689
roni :
bau belerang pas keluar subuh ini pukul 4.25 debu sedikit berkurang
2026-09-06 21:24:57
1
mbak.puji93
mbak puji :
napas kok rasanya perih diidung mana punya new born worry bgt 😭
2026-09-06 20:55:06
0
1r0nmen1
pieza :
info penyeberangan dong bisa ga ya?
2026-09-06 19:30:51
0
zulehayy31
zull :
kiamat sudah dekat
2026-09-06 17:30:25
22
nurmala110187gmail.com
🍒Tasya🍒 :
masa ia erupsih LG
2026-09-06 17:31:32
5
ryan.bekasi8
RYAN BEKASI :
duh mana abunya ke arah timur jabodetabek
2026-09-06 18:12:39
0
makhlukhytammm
Laannn :
ootd, dijamin aman
2026-09-06 19:34:43
1
dmzuwu20
DimzUwU :
Tempat Ku Dah Mendingan Inii😅😅
2026-09-06 18:45:11
3
ridhokurniaone1
ridhokurniaone1 :
barusan nntn live aman udahan bang
2026-09-06 17:41:21
3
acltdlzky.bsk
asay nya maen :
lebih baik meluap dikit dikit, dari pada nggak sama sekali,malah takutnya sekalinya meluap besar malah makin parah,
2026-09-06 18:51:57
7
To see more videos from user @lampunggehnews, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About