@hupi.ap: Тгк:истории(не)удач

Вай
Вай
Open In TikTok:
Region: FR
Sunday 06 September 2026 17:16:53 GMT
107232
16553
13
354

Music

Download

Comments

lix1ed
lina :
моя в 2013
2026-09-08 09:33:14
73
mir1da
mir1da :
КАКАЯ ЖЕ ВЫ НЕРЕАЛЬНО АХУЕННАЯ
2026-09-06 19:54:25
377
madkurlyanduk
madkurlyanduk :
Обе охуенные!
2026-09-07 12:16:17
50
ded_.pank
щенки :
как же прическа вкусно выглядит 😋😋
2026-09-08 19:10:07
5
your_sufferingg
your_suffering :
сестра красотка
2026-09-06 20:28:07
159
amiluzcute
♡ :
я думала это вы только без пирсингов
2026-09-07 15:46:49
18
krisskissse
крискисс🪫 :
идеалы
2026-09-06 20:49:56
9
polnna1
polnna1 :
я выиграла тренд
2026-09-08 22:26:53
0
durshh
espèrer :
Моя тигрица
2026-09-08 22:00:42
0
kirieshka_xyi
kirieshka_xyi :
Ира популярна
2026-09-06 21:53:40
4
dy8uogadmb5t
🩻🩻🩻 :
2026-09-08 11:26:06
4
ffswr
ffswr :
Переигрываешь
2026-09-06 17:22:15
10
.uke_bags
.uke_bags :
Моггаю)
2026-09-08 21:56:39
1
To see more videos from user @hupi.ap, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

الصلاة الصحيحة هي أداء الصلوات الخمس في أوقاتها، متطهرًا، مستقبلًا القبلة، مع استحضار النية والخشوع. تبدأ بتكبيرة الإحرام، وقراءة الفاتحة وسورة، ثم الركوع والسجود بطمأنينة، والجلوس للتشهدين (في الثلاثية والرباعية) أو واحد (في الفجر)، والختام بالتسليم، متبعًا فيها هدي النبي ﷺ [
الصلاة الصحيحة هي أداء الصلوات الخمس في أوقاتها، متطهرًا، مستقبلًا القبلة، مع استحضار النية والخشوع. تبدأ بتكبيرة الإحرام، وقراءة الفاتحة وسورة، ثم الركوع والسجود بطمأنينة، والجلوس للتشهدين (في الثلاثية والرباعية) أو واحد (في الفجر)، والختام بالتسليم، متبعًا فيها هدي النبي ﷺ ["صلوا كما رأيتموني أصلي"]. خطوات الصلاة الصحيحة (من التكبير إلى التسليم): الاستعداد: الوضوء، ستر العورة، واستقبال القبلة. النية: نية الصلاة المعينة بقلبك دون التلفظ بها. تكبيرة الإحرام: قول "الله أكبر" مع رفع اليدين حذو المنكبين. القيام والقراءة: قراءة سورة الفاتحة في كل ركعة، وما تيسر من القرآن في الركعتين الأوليين. الركوع: الانحناء مع وضع اليدين على الركبتين، وقول "سبحان ربي العظيم" ثلاثًا، مع الطمأنينة. الرفع من الركوع: الاعتدال قائمًا وقول "سمع الله لمن حمده"، ثم "ربنا ولك الحمد". السجود: السجود على الأعضاء السبعة (الجبهة والأنف، الكفان، الركبتان، أطراف القدمين) مع الطمأنينة وقول "سبحان ربي الأعلى" ثلاثًا. الجلوس بين السجدتين: الجلوس وقول "رب اغفر لي". التشهد: قراءة التشهد في الجلوس الثاني (الركعة الثانية) والأخير (الركعة الأخيرة)، والصلاة الإبراهيمية في التشهد الأخير. التسليم: الالتفات يمينًا وقول "السلام عليكم ورحمة الله"، ثم يسارًا كذلك. أركان الصلاة (لا تصح بدونها): القيام مع القدرة (في الفرض). تكبيرة الإحرام. قراءة الفاتحة. الركوع. الاعتدال من الركوع. السجود على الأعضاء السبعة. الرفع من السجود. الجلوس بين السجدتين. الطمأنينة (السكون في كل ركن). الترتيب بين الأركان. التشهد الأخير. الجلوس للتشهد الأخير. الصلاة على النبي ﷺ. التسليمتان. سنن ومستحبات الصلاة: رفع اليدين عند الركوع، والرفع منه، وعند القيام للثالثة. وضع اليد اليمنى على اليسرى على الصدر أثناء القيام. دعاء الاستفتاح بعد تكبيرة الإحرام. قراءة ما تيسر من القرآن بعد الفاتحة في الركعتين الأوليين. ملاحظات هامة: الطمأنينة (الهدوء والسكينة وعدم العجلة) ركن أساسي في الركوع والسجود والقيام. يجب مراعاة "الترتيب" أي فعل الأركان بالترتيب المذكور.#قران_كريم #قران #القرآن_الكريم #قران_كريم_ارح_سمعك_وقلبك #القران_الكريم_راحه_نفسية😍🕋
DI USIA 50+60+ SEMAKIN KAMU PAHAM 5 CARA INI, SEMAKIN KAMU TIDAK TAKUT KEHILANGAN SIAPA PUN “Setelah usia 50+60+, kamu akan sadar… ternyata yang paling menakutkan bukan kehilangan seseorang, tapi kehilangan dirimu sendiri hanya demi mempertahankan seseorang.” Dulu kita takut ditinggalkan. Takut tidak dicintai. Takut hidup sendirian. Tapi semakin dewasa, kita mulai mengerti… Tidak semua orang yang pergi harus dikejar. Dan tidak semua yang bertahan harus dipertahankan mati-matian. 1. PAHAMI BAHWA TIDAK SEMUA ORANG AKAN TINGGAL SELAMANYA Ada orang yang datang untuk menemani perjalanan. Ada yang datang membawa pelajaran. Dan ada yang akhirnya memilih pergi. Jangan habiskan sisa hidupmu memaksa seseorang tetap tinggal. Orang yang ingin tinggal akan mencari alasan untuk bertahan. Orang yang ingin pergi akan selalu menemukan alasan untuk meninggalkan. 2. JANGAN GANTUNGKAN KEBAHAGIAAN PADA SATU ORANG Semakin bertambah usia, kamu semakin tahu bahwa pasangan, anak, sahabat, atau orang yang kamu cintai… semuanya punya kehidupan masing-masing. Cintai mereka sepenuh hati. Tapi jangan sampai kebahagiaanmu hanya bergantung pada perhatian mereka. Belajarlah bahagia tanpa harus selalu dicari. Belajarlah tenang tanpa harus selalu ditemani. 3. HARGAI DIRIMU LEBIH DARIPADA KETAKUTANMU KEHILANGAN Kalau seseorang terus merendahkanmu, mengabaikanmu, atau membuatmu merasa tidak berharga… Jangan bertahan hanya karena takut sendirian. Karena terkadang… Kesepian karena memilih pergi jauh lebih sehat daripada bersama seseorang tetapi setiap hari merasa tidak dihargai. Usia mengajarkan kita bahwa harga diri tidak boleh ditukar dengan sekadar status hubungan. 4. TERIMA BAHWA HIDUP SELALU BERUBAH Dulu mungkin kamu punya banyak teman. Dulu mungkin keluarga berkumpul setiap hari. Dulu mungkin pasangan selalu ada di sampingmu. Tetapi waktu terus berjalan. Anak-anak tumbuh. Orang-orang berubah. Hubungan berubah. Dan kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Maka jangan terlalu takut dengan perubahan. Belajarlah menerima bahwa kehilangan adalah bagian dari perjalanan hidup. 5. DEKATLAH KEPADA TUHAN, BUKAN HANYA KEPADA MANUSIA Karena semakin bertambah usia, kita semakin sadar… Manusia bisa berubah. Manusia bisa pergi. Manusia bisa mengecewakan. Tetapi ketika hati kita bersandar kepada Tuhan, kita tidak akan merasa benar-benar sendirian. Saat seseorang pergi, mungkin Tuhan sedang mengajarkanmu untuk tidak menggantungkan seluruh hidupmu kepada manusia. Dan ketika kamu sudah menemukan ketenangan itu… Kamu tidak lagi takut kehilangan siapa pun. Karena kamu tahu: “Kalau seseorang pergi dari hidupku, aku mungkin kehilangan kehadirannya… tetapi aku tidak akan kehilangan diriku.” Di usia 50+60+, kita tidak lagi memerlukan terlalu banyak orang. Kita hanya memerlukan orang-orang yang tulus, menghargai, dan tidak membuat kita kehilangan diri sendiri. Kita mulai sadar bahwa mempertahankan semua orang bukanlah kewajiban. Ada hubungan yang harus diperbaiki. Ada yang harus diberi kesempatan. Tapi ada juga yang harus dilepaskan dengan ikhlas. Bukan karena kita tidak punya hati… tetapi karena kita akhirnya belajar menghargai ketenangan. 🌹 INTINYA: Semakin dewasa, semakin kita memahami bahwa kehilangan seseorang bukan berarti kehilangan masa depan. Yang penting bukan berapa banyak orang yang tinggal di hidup kita… Tetapi seberapa damai hati kita ketika menjalani hidup ini. Usia mengajarkan sesuatu yang tidak pernah bisa diajarkan oleh waktu muda… Tidak semua orang harus tinggal. Tidak semua hubungan harus dipertahankan. Dan tidak semua kehilangan harus ditangisi selamanya. Di usia 50+60+, kita mulai mencari bukan lagi cinta yang membuat jantung berdebar… Tetapi hubungan yang membuat hati tenang, dihargai, dan tidak perlu berpura-pura. Kalau seseorang memilih pergi, biarkan. Kalau seseorang tidak menghargaimu, lepaskan. Karena hidup terlalu berharga untuk dihabiskan dalam ketakutan kehilangan seseorang. Yang harus kamu jaga sampai akhir bukan siapa yang tinggal di sisimu… tetapi siapa dirimu setelah semua orang datang dan pergi. ❤️
DI USIA 50+60+ SEMAKIN KAMU PAHAM 5 CARA INI, SEMAKIN KAMU TIDAK TAKUT KEHILANGAN SIAPA PUN “Setelah usia 50+60+, kamu akan sadar… ternyata yang paling menakutkan bukan kehilangan seseorang, tapi kehilangan dirimu sendiri hanya demi mempertahankan seseorang.” Dulu kita takut ditinggalkan. Takut tidak dicintai. Takut hidup sendirian. Tapi semakin dewasa, kita mulai mengerti… Tidak semua orang yang pergi harus dikejar. Dan tidak semua yang bertahan harus dipertahankan mati-matian. 1. PAHAMI BAHWA TIDAK SEMUA ORANG AKAN TINGGAL SELAMANYA Ada orang yang datang untuk menemani perjalanan. Ada yang datang membawa pelajaran. Dan ada yang akhirnya memilih pergi. Jangan habiskan sisa hidupmu memaksa seseorang tetap tinggal. Orang yang ingin tinggal akan mencari alasan untuk bertahan. Orang yang ingin pergi akan selalu menemukan alasan untuk meninggalkan. 2. JANGAN GANTUNGKAN KEBAHAGIAAN PADA SATU ORANG Semakin bertambah usia, kamu semakin tahu bahwa pasangan, anak, sahabat, atau orang yang kamu cintai… semuanya punya kehidupan masing-masing. Cintai mereka sepenuh hati. Tapi jangan sampai kebahagiaanmu hanya bergantung pada perhatian mereka. Belajarlah bahagia tanpa harus selalu dicari. Belajarlah tenang tanpa harus selalu ditemani. 3. HARGAI DIRIMU LEBIH DARIPADA KETAKUTANMU KEHILANGAN Kalau seseorang terus merendahkanmu, mengabaikanmu, atau membuatmu merasa tidak berharga… Jangan bertahan hanya karena takut sendirian. Karena terkadang… Kesepian karena memilih pergi jauh lebih sehat daripada bersama seseorang tetapi setiap hari merasa tidak dihargai. Usia mengajarkan kita bahwa harga diri tidak boleh ditukar dengan sekadar status hubungan. 4. TERIMA BAHWA HIDUP SELALU BERUBAH Dulu mungkin kamu punya banyak teman. Dulu mungkin keluarga berkumpul setiap hari. Dulu mungkin pasangan selalu ada di sampingmu. Tetapi waktu terus berjalan. Anak-anak tumbuh. Orang-orang berubah. Hubungan berubah. Dan kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Maka jangan terlalu takut dengan perubahan. Belajarlah menerima bahwa kehilangan adalah bagian dari perjalanan hidup. 5. DEKATLAH KEPADA TUHAN, BUKAN HANYA KEPADA MANUSIA Karena semakin bertambah usia, kita semakin sadar… Manusia bisa berubah. Manusia bisa pergi. Manusia bisa mengecewakan. Tetapi ketika hati kita bersandar kepada Tuhan, kita tidak akan merasa benar-benar sendirian. Saat seseorang pergi, mungkin Tuhan sedang mengajarkanmu untuk tidak menggantungkan seluruh hidupmu kepada manusia. Dan ketika kamu sudah menemukan ketenangan itu… Kamu tidak lagi takut kehilangan siapa pun. Karena kamu tahu: “Kalau seseorang pergi dari hidupku, aku mungkin kehilangan kehadirannya… tetapi aku tidak akan kehilangan diriku.” Di usia 50+60+, kita tidak lagi memerlukan terlalu banyak orang. Kita hanya memerlukan orang-orang yang tulus, menghargai, dan tidak membuat kita kehilangan diri sendiri. Kita mulai sadar bahwa mempertahankan semua orang bukanlah kewajiban. Ada hubungan yang harus diperbaiki. Ada yang harus diberi kesempatan. Tapi ada juga yang harus dilepaskan dengan ikhlas. Bukan karena kita tidak punya hati… tetapi karena kita akhirnya belajar menghargai ketenangan. 🌹 INTINYA: Semakin dewasa, semakin kita memahami bahwa kehilangan seseorang bukan berarti kehilangan masa depan. Yang penting bukan berapa banyak orang yang tinggal di hidup kita… Tetapi seberapa damai hati kita ketika menjalani hidup ini. Usia mengajarkan sesuatu yang tidak pernah bisa diajarkan oleh waktu muda… Tidak semua orang harus tinggal. Tidak semua hubungan harus dipertahankan. Dan tidak semua kehilangan harus ditangisi selamanya. Di usia 50+60+, kita mulai mencari bukan lagi cinta yang membuat jantung berdebar… Tetapi hubungan yang membuat hati tenang, dihargai, dan tidak perlu berpura-pura. Kalau seseorang memilih pergi, biarkan. Kalau seseorang tidak menghargaimu, lepaskan. Karena hidup terlalu berharga untuk dihabiskan dalam ketakutan kehilangan seseorang. Yang harus kamu jaga sampai akhir bukan siapa yang tinggal di sisimu… tetapi siapa dirimu setelah semua orang datang dan pergi. ❤️

About