@natsuki_y_elfrijol3666: C juego se kbrazos #left4blox #left4dead2 #fyp #clips #foryou

los adictos al f1
los adictos al f1
Open In TikTok:
Region: MX
Monday 07 September 2026 01:04:32 GMT
546
6
4
0

Music

Download

Comments

viola_gusanos1744
pajaman☑️ :
f1
2026-09-08 15:52:52
0
elminsa144
ELMINSA32154 :
la de overkill doctrine también puede romper su arma al ser agarrado por el charguer
2026-09-10 03:59:42
0
makomonrii
mako :
c delta
2026-09-07 07:20:18
0
To see more videos from user @natsuki_y_elfrijol3666, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bandar Lampung – Kekeringan, jalan rusak, konflik agraria hingga dugaan tambang ilegal menjadi sejumlah persoalan yang disuarakan puluhan mahasiswa dalam aksi di Kantor DPRD Provinsi Lampung, Jumat (18/9). Mereka membawa 14 tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Massa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Lampung tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Setibanya di halaman DPRD Lampung, massa langsung berhadapan dengan pengamanan ketat. Sejumlah petugas kepolisian dan Satpol PP berjaga di balik kawat berduri yang dipasang di halaman gedung DPRD Lampung. Dalam orasinya, salah satu mahasiswa mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk sikap kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. “Kita sebagai mahasiswa harus tetap kritis walaupun ada di negeri yang krisis dan tetap hidup walaupun di negara yang rusak, sakit terus-menerus,” ujarnya. Ia mengatakan tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut berkaitan langsung dengan persoalan masyarakat, khususnya mengenai infrastruktur, kesehatan, dan pengelolaan sampah. “Kami di sini hanya ingin menyampaikan poin tuntutan yang di mana poin tuntutan kami langsung bersinggungan dengan masyarakat terkait infrastruktur, terkait kesehatan dan terkait pengelolaan sampah,” katanya. Mahasiswa lainnya menegaskan aksi tersebut tidak hanya untuk menyuarakan kepentingan mahasiswa, tetapi juga keresahan masyarakat dari berbagai daerah di Lampung. “Kawan-kawan semua kita berdiri di sini bukan hanya untuk menyuarakan suara mahasiswa saja. Kita berdiri di sini untuk menyuarakan keresahan dari masyarakat di berbagai daerah Lampung,” ujarnya. Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut menyoroti persoalan agraria di Lampung. Mereka menilai konflik lahan masih menjadi persoalan yang berlarut-larut. “Lampung katanya daerah yang agraris karena merupakan sumber kehidupan khususnya bagi para petani, namun di sini kita lihat banyak sekali konflik-konflik agraria menjadi permasalahan berlarut-larut,” katanya. (Cha)
Bandar Lampung – Kekeringan, jalan rusak, konflik agraria hingga dugaan tambang ilegal menjadi sejumlah persoalan yang disuarakan puluhan mahasiswa dalam aksi di Kantor DPRD Provinsi Lampung, Jumat (18/9). Mereka membawa 14 tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Massa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Lampung tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Setibanya di halaman DPRD Lampung, massa langsung berhadapan dengan pengamanan ketat. Sejumlah petugas kepolisian dan Satpol PP berjaga di balik kawat berduri yang dipasang di halaman gedung DPRD Lampung. Dalam orasinya, salah satu mahasiswa mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk sikap kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. “Kita sebagai mahasiswa harus tetap kritis walaupun ada di negeri yang krisis dan tetap hidup walaupun di negara yang rusak, sakit terus-menerus,” ujarnya. Ia mengatakan tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut berkaitan langsung dengan persoalan masyarakat, khususnya mengenai infrastruktur, kesehatan, dan pengelolaan sampah. “Kami di sini hanya ingin menyampaikan poin tuntutan yang di mana poin tuntutan kami langsung bersinggungan dengan masyarakat terkait infrastruktur, terkait kesehatan dan terkait pengelolaan sampah,” katanya. Mahasiswa lainnya menegaskan aksi tersebut tidak hanya untuk menyuarakan kepentingan mahasiswa, tetapi juga keresahan masyarakat dari berbagai daerah di Lampung. “Kawan-kawan semua kita berdiri di sini bukan hanya untuk menyuarakan suara mahasiswa saja. Kita berdiri di sini untuk menyuarakan keresahan dari masyarakat di berbagai daerah Lampung,” ujarnya. Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut menyoroti persoalan agraria di Lampung. Mereka menilai konflik lahan masih menjadi persoalan yang berlarut-larut. “Lampung katanya daerah yang agraris karena merupakan sumber kehidupan khususnya bagi para petani, namun di sini kita lihat banyak sekali konflik-konflik agraria menjadi permasalahan berlarut-larut,” katanya. (Cha)

About