@ocampograndense: Siga @ocampograndense | Durante ato de campanha em São José do Rio Preto (SP), neste sábado (5), o presidente e candidato à reeleição Luiz Inácio Lula da Silva (PT) afirmou que “a eleição começou agora” e cobrou maior mobilização de seus apoiadores na disputa presidencial. Em discurso aos militantes, Lula demonstrou preocupação com o impacto das informações que circulam pelas redes sociais e aplicativos de mensagens durante o período eleitoral. Segundo o presidente, “a mentira pelo celular” pode derrotar seu campo político, caso os apoiadores não ampliem a atuação nas ruas e o diálogo direto com os eleitores. Lula pediu que militantes conversem com vizinhos, familiares e pessoas próximas para tentar conquistar votos e defender sua candidatura. A declaração reforça a importância atribuída pela campanha petista à mobilização de sua base nesta fase da corrida eleitoral, combinando atuação presencial com a disputa de narrativas nas plataformas digitais. Ao afirmar que a eleição “começou agora”, Lula buscou convocar os apoiadores para uma participação mais ativa nas semanas que antecedem a votação. ___ 👉 Siga @ocampograndense 🌐 www.ocampograndense.com.br

Portal | O Campo-Grandense
Portal | O Campo-Grandense
Open In TikTok:
Region: BR
Monday 07 September 2026 01:11:33 GMT
74
4
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @ocampograndense, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa seseorang bisa merasa takut terhadap sesuatu yang sebelumnya tidak menakutkan? Salah satu eksperimen psikologi paling terkenal yang menjawab pertanyaan tersebut adalah Eksperimen Little Albert. Penelitian yang dilakukan oleh John B. Watson dan Rosalie Rayner pada tahun 1920 ini bertujuan membuktikan bahwa rasa takut dapat dipelajari melalui classical conditioning (pengkondisian klasik). Dalam eksperimen tersebut, seorang bayi berusia sekitar 11 bulan yang dikenal dengan nama samaran Little Albert awalnya tidak menunjukkan rasa takut terhadap seekor tikus putih maupun benda-benda berbulu lainnya. Namun, setiap kali Albert menyentuh tikus putih, para peneliti membunyikan suara keras dengan memukul batang baja menggunakan palu tepat di belakangnya sehingga ia terkejut dan menangis. Setelah pengulangan beberapa kali, Albert mulai merasa takut hanya dengan melihat tikus putih meskipun suara keras tidak lagi dibunyikan. Rasa takut tersebut kemudian menyebar (stimulus generalization) ke objek lain yang memiliki karakteristik serupa, seperti kelinci putih, anjing berbulu, mantel bulu, hingga topeng berjanggut putih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respons emosional, termasuk rasa takut, dapat dipelajari melalui pengalaman. Meskipun memberikan kontribusi penting bagi perkembangan psikologi behaviorisme, eksperimen ini kini dinilai tidak etis karena melibatkan bayi tanpa perlindungan yang memadai, menimbulkan tekanan psikologis, dan tidak ada bukti bahwa peneliti melakukan proses deconditioning untuk menghilangkan rasa takut yang telah terbentuk. Referensi: Watson, J. B., & Rayner, R. (1920). Conditioned Emotional Reactions. Journal of Experimental Psychology, 3(1), 1–14. American Psychological Association (APA). Classical Conditioning. https://dictionary.apa.org/classical-conditioning Cherry, K. (2024). The Little Albert Experiment. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-little-albert-experiment-2794994 -------------------------------- cr preset: @𝙆𝙚𝙣𝙯𝙮 𝖋𝖙 𝙲𝙰𝙾᭄  -------------------------------- #fyppppppppppppppppppppppp #fyp #jjedukasi #littlealbert #littlealbertexperiment
Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa seseorang bisa merasa takut terhadap sesuatu yang sebelumnya tidak menakutkan? Salah satu eksperimen psikologi paling terkenal yang menjawab pertanyaan tersebut adalah Eksperimen Little Albert. Penelitian yang dilakukan oleh John B. Watson dan Rosalie Rayner pada tahun 1920 ini bertujuan membuktikan bahwa rasa takut dapat dipelajari melalui classical conditioning (pengkondisian klasik). Dalam eksperimen tersebut, seorang bayi berusia sekitar 11 bulan yang dikenal dengan nama samaran Little Albert awalnya tidak menunjukkan rasa takut terhadap seekor tikus putih maupun benda-benda berbulu lainnya. Namun, setiap kali Albert menyentuh tikus putih, para peneliti membunyikan suara keras dengan memukul batang baja menggunakan palu tepat di belakangnya sehingga ia terkejut dan menangis. Setelah pengulangan beberapa kali, Albert mulai merasa takut hanya dengan melihat tikus putih meskipun suara keras tidak lagi dibunyikan. Rasa takut tersebut kemudian menyebar (stimulus generalization) ke objek lain yang memiliki karakteristik serupa, seperti kelinci putih, anjing berbulu, mantel bulu, hingga topeng berjanggut putih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respons emosional, termasuk rasa takut, dapat dipelajari melalui pengalaman. Meskipun memberikan kontribusi penting bagi perkembangan psikologi behaviorisme, eksperimen ini kini dinilai tidak etis karena melibatkan bayi tanpa perlindungan yang memadai, menimbulkan tekanan psikologis, dan tidak ada bukti bahwa peneliti melakukan proses deconditioning untuk menghilangkan rasa takut yang telah terbentuk. Referensi: Watson, J. B., & Rayner, R. (1920). Conditioned Emotional Reactions. Journal of Experimental Psychology, 3(1), 1–14. American Psychological Association (APA). Classical Conditioning. https://dictionary.apa.org/classical-conditioning Cherry, K. (2024). The Little Albert Experiment. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-little-albert-experiment-2794994 -------------------------------- cr preset: @𝙆𝙚𝙣𝙯𝙮 𝖋𝖙 𝙲𝙰𝙾᭄ -------------------------------- #fyppppppppppppppppppppppp #fyp #jjedukasi #littlealbert #littlealbertexperiment

About