@famfile6: https://vi.anotepad.com/notes/syad2m6q new sicrip stell egg nokey vip fix lỗi fail egg #stealabrainrot #hackrbl #xh #xuhuong #roblox

FAMFILE 🔥
FAMFILE 🔥
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 07 September 2026 07:53:00 GMT
101715
897
121
72

Music

Download

Comments

anak.emas.gng
dalgondul :
counter...
2026-09-13 04:20:33
8
miyanggsuuui
Moshiii🩷 :
penge po script
2026-09-15 05:31:37
0
pin_17th9
🦇🦦ྀི ルウ・ミン・クイ ⚡️ 🍑ྀི :
có vd nào hướng dẫn cài hog ae
2026-09-23 14:07:12
2
nnnbnbvbv6
nnnbnbvbv :
2026-09-09 07:14:50
2
slivanayi09
Kurdstan :
@CHEESE:how to activate?
2026-09-17 11:52:39
0
debi.lestari.lest
Debi lestari Lestari :
link
2026-09-07 09:24:07
0
minezin51
•|{minezin}|• :
2026-09-24 19:24:58
1
dogcheese1
CHEESE :
how to activate?
2026-09-13 00:04:09
1
imeldasabio8
melda :
yung mga bata na takot na takot makuha yung divine
2026-09-24 08:19:38
0
warningwheel
静诺颖👑 :
j
2026-09-08 12:52:45
0
bboy_codm3
メ乃_乃ㄖㄚメcodm :
KEYLESS???
2026-09-12 20:43:42
0
redredharo
Red Gallo💎 :
anong apk yan yah?
2026-09-11 16:24:56
1
urhb_lurkey
lurkey :
2026-09-14 10:53:28
0
urhb_lurkey
lurkey :
2026-09-14 10:53:20
0
ntl5394
NTL :
cứu
2026-09-13 06:00:13
1
fovito1fovito1
El_7 :
2026-09-22 08:16:35
0
izianneechavez
jay. :
@Tiktok Tako can u u copy the caption
2026-09-13 14:24:54
0
ur_kel123
vince🚀🚀🚴 :
l
2026-09-11 06:21:10
0
To see more videos from user @famfile6, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

APA PUTUS ASA YANG PALING BERBAHAYA? By. Satria Hadi Lubis PUTUS ASA yang paling berbahaya adalah putus asa menasihati diri sendiri. Yaitu ketika seseorang sudah tidak mau lagi menegur dirinya ketika salah, tidak lagi merasa perlu memperbaiki diri ketika berdosa, dan tidak lagi percaya bahwa dirinya bisa menjadi lebih baik. Ia mulai berkata: “Saya memang begini.” “Saya sudah terlalu banyak dosa.” “Percuma saya berubah.” “Saya sudah berkali-kali bertaubat, tetapi selalu jatuh lagi.” Akhirnya, ia bukan hanya jatuh dalam dosa, tetapi menyerah kepada dosa. Padahal Allah Ta'ala dengan tegas berfirman: “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53) Perhatikanlah, Allah tidak mengatakan, “Jangan berbuat dosa.” saja, Allah juga mengingatkan agar kita tidak berputus asa dari ampunan-Nya. Sebesar apa pun dosa kita, jangan pernah menganggap rahmat Allah lebih kecil daripada dosa kita. “Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87) Karena itu, jangan biarkan kegagalan dalam memperbaiki diri berubah menjadi keputusasaan. Hari ini kita gagal menjaga lisan, besok kita belajar menjaganya. Hari ini kita masih lalai sholat tepat waktu, jangan berhenti memperbaikinya. Hari ini kita kembali terjatuh dalam dosa, jangan berhenti bertaubat. Allah Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222) Allah tidak hanya mencintai orang yang sudah sempurna. Allah mencintai orang yang terus kembali kepada-Nya. Rasulullah saw bersabda: “Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi) Jadi, jatuh bukan alasan untuk berhenti. Berdosa bukan alasan untuk menjauh. Gagal berubah bukan alasan untuk berhenti berusaha. Bahkan Allah SWT menjanjikan: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11) Perubahan membutuhkan usaha. Mungkin perlahan. Mungkin berkali-kali jatuh dan bangkit. Mungkin membutuhkan waktu yang panjang. Tetapi jangan pernah berhenti. “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-‘Ankabut: 69) Maka tugas kita bukan memastikan bahwa kita tidak pernah jatuh. Tugas kita adalah memastikan bahwa setiap kali jatuh, kita kembali bangkit. Jangan putus asa menasihati diri sendiri. Ketika hati mulai keras, lembutkan dengan Al-Qur’an. Ketika iman melemah, dekatkan diri kepada Allah. Ketika hidup mulai kosong, hidupkan dengan dakwah. Ketika dosa terasa biasa, segera ingat akibatnya. Ketika amal terasa berat, ingat pahala yang Allah janjikan. Ketika merasa tidak pantas mendapatkan ampunan, ingat luasnya rahmat Allah. “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika dosa-dosamu mencapai awan di langit kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu.” (HR. Tirmidzi) Betapa luasnya pintu ampunan Allah. Maka jangan biarkan setan membisikkan: “Kamu terlalu banyak dosa untuk berubah.” Justru ketika dosa semakin banyak, kita semakin membutuhkan taubat.  Jangan berkata: “Saya sudah terlalu jauh.” Tapi katakan: “Saya harus kembali.” Jangan berkata:
APA PUTUS ASA YANG PALING BERBAHAYA? By. Satria Hadi Lubis PUTUS ASA yang paling berbahaya adalah putus asa menasihati diri sendiri. Yaitu ketika seseorang sudah tidak mau lagi menegur dirinya ketika salah, tidak lagi merasa perlu memperbaiki diri ketika berdosa, dan tidak lagi percaya bahwa dirinya bisa menjadi lebih baik. Ia mulai berkata: “Saya memang begini.” “Saya sudah terlalu banyak dosa.” “Percuma saya berubah.” “Saya sudah berkali-kali bertaubat, tetapi selalu jatuh lagi.” Akhirnya, ia bukan hanya jatuh dalam dosa, tetapi menyerah kepada dosa. Padahal Allah Ta'ala dengan tegas berfirman: “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53) Perhatikanlah, Allah tidak mengatakan, “Jangan berbuat dosa.” saja, Allah juga mengingatkan agar kita tidak berputus asa dari ampunan-Nya. Sebesar apa pun dosa kita, jangan pernah menganggap rahmat Allah lebih kecil daripada dosa kita. “Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87) Karena itu, jangan biarkan kegagalan dalam memperbaiki diri berubah menjadi keputusasaan. Hari ini kita gagal menjaga lisan, besok kita belajar menjaganya. Hari ini kita masih lalai sholat tepat waktu, jangan berhenti memperbaikinya. Hari ini kita kembali terjatuh dalam dosa, jangan berhenti bertaubat. Allah Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222) Allah tidak hanya mencintai orang yang sudah sempurna. Allah mencintai orang yang terus kembali kepada-Nya. Rasulullah saw bersabda: “Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi) Jadi, jatuh bukan alasan untuk berhenti. Berdosa bukan alasan untuk menjauh. Gagal berubah bukan alasan untuk berhenti berusaha. Bahkan Allah SWT menjanjikan: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11) Perubahan membutuhkan usaha. Mungkin perlahan. Mungkin berkali-kali jatuh dan bangkit. Mungkin membutuhkan waktu yang panjang. Tetapi jangan pernah berhenti. “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-‘Ankabut: 69) Maka tugas kita bukan memastikan bahwa kita tidak pernah jatuh. Tugas kita adalah memastikan bahwa setiap kali jatuh, kita kembali bangkit. Jangan putus asa menasihati diri sendiri. Ketika hati mulai keras, lembutkan dengan Al-Qur’an. Ketika iman melemah, dekatkan diri kepada Allah. Ketika hidup mulai kosong, hidupkan dengan dakwah. Ketika dosa terasa biasa, segera ingat akibatnya. Ketika amal terasa berat, ingat pahala yang Allah janjikan. Ketika merasa tidak pantas mendapatkan ampunan, ingat luasnya rahmat Allah. “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika dosa-dosamu mencapai awan di langit kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu.” (HR. Tirmidzi) Betapa luasnya pintu ampunan Allah. Maka jangan biarkan setan membisikkan: “Kamu terlalu banyak dosa untuk berubah.” Justru ketika dosa semakin banyak, kita semakin membutuhkan taubat. Jangan berkata: “Saya sudah terlalu jauh.” Tapi katakan: “Saya harus kembali.” Jangan berkata: "Saya selalu gagal.” Tapi katakan: “Saya akan mencoba lagi dengan pertolongan Allah.” Jadi, jangan pernah bosan menasehati diri sendiri. Sebab hati manusia mudah berubah. Iman naik dan turun. Hari ini kita kuat, besok mungkin lemah. Hari ini kita rajin, besok mungkin lalai. Karena itu Rasulullah saw mengajarkan doa: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi) Putus asa untuk satu usaha bisnis mungkin hanya membuat kita kehilangan kesempatan. Tetapi putus asa untuk memperbaiki diri membuat kita kehilangan jalan menuju Allah SWT. Putus asa yang paling berbahaya adalah putus asa menasehati diri sendiri. Maka jangan pernah putus asa, b

About