@dathaongdat:

ngoan ly
ngoan ly
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 07 September 2026 09:38:44 GMT
631
41
4
7

Music

Download

Comments

trongthichngocanh
tom.tom🤑🤑 :
hay
2026-09-07 09:40:59
1
iuqua38h
(:{🍄[>𝓬𝓾𝓽𝓮<]🍄}:) :
😂😂😂
2026-09-07 11:09:02
1
hunh.nhi708
๋࣭ ⭑⚝ynι_ғғ⭑ :
😂😂😂
2026-09-07 11:05:15
1
To see more videos from user @dathaongdat, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

stop jelasin dirilu!, baca dikit aja.. Berhenti Menjelaskan Diri Terus Menerus Dalam psikologi, kebiasaan over-explaining --> menjelaskan diri secara berlebihan, itu bisa muncul saat kita terlalu takut disalahpahami, ditolak, ataupun dianggap buruk. Akhirnya setiap ucapan harus dijelasin, setiap keputusan dibela, bahkan sesuatu yg sebenarnya gak perlu dijelasin pun kita kasih penjelasan panjang. Dari sisi neuroscience, situasi yg terasa mengancam harga diri bisa bikin otak lebih fokus mempertahankan rasa aman dan identitas diri, bukan sekedar mencari fakta yg objektif. Ini nyambung sama penelitian Sherman dan Cohen tentang self-affirmation theory. Mereka menjelaskan bahwa ketika harga diri ataupun identitas kita terasa terancam, manusia bisa masuk ke kondisi defensiveness --> yaitu kecenderungan mempertahankan diri dari informasi yg dianggap mengancam. Penelitian mereka menunjukkan bahwa ketika seseorang merasa nilai dirinya tetap aman, dia justru bisa lebih terbuka menerima informasi yg gak sesuai dengan dirinya. Makanya kadang kita jelasin diri bukan karna orang lain beneran butuh penjelasan, tapi karna kita sendiri pengen banget diterima dan dipahami. “Bukan gitu maksud aku, tadi sebenarnya…” lalu lanjut panjang lebar. Padahal makin kita ngejer validasi, makin besar energi mental yg kita habisin buat mengontrol gimana orang lain melihat kita. Konsep ini bisa dikaitkan sama pemikiran Carl Jung, terutama tentang persona --> yaitu “topeng sosial” yg kita gunakan saat berinteraksi dengan dunia. Tapi perlu diluruskan, Jung gak pernah mengatakan secara ilmiah bahwa “orang yg banyak menjelaskan diri pasti punya masalah”. Itu lebih merupakan interpretasi modern dari gagasan tentang persona dan proses individuation --> yaitu proses menjadi lebih utuh dan mengenal diri sendiri. Jadi bukan berarti kita harus diem terus atau gak boleh menjelaskan diri. Bedain aja, menjelaskan karena emang diperlukan vs menjelaskan karena takut gak disukai. Kalo seseorang emang mau memahami kita, penjelasan secukupnya biasanya cukup. Tapi kalo kita terus merasa harus membuktikan bahwa diri kita itu “baik”, mungkin yg perlu diperiksa bukan cara kita menjelaskan, tapi kenapa penilaian orang lain begitu menentukan harga diri kita. Kadang kedewasaan bukan tentang berhasil membuat semua orang memahami kita, tapi tentang sadar bahwa gak semua orang harus memahami kita supaya kita tetap tau siapa diri kita. #Psikologi #Neuroscience #selfawareness #overthinking #pengembangandiri
stop jelasin dirilu!, baca dikit aja.. Berhenti Menjelaskan Diri Terus Menerus Dalam psikologi, kebiasaan over-explaining --> menjelaskan diri secara berlebihan, itu bisa muncul saat kita terlalu takut disalahpahami, ditolak, ataupun dianggap buruk. Akhirnya setiap ucapan harus dijelasin, setiap keputusan dibela, bahkan sesuatu yg sebenarnya gak perlu dijelasin pun kita kasih penjelasan panjang. Dari sisi neuroscience, situasi yg terasa mengancam harga diri bisa bikin otak lebih fokus mempertahankan rasa aman dan identitas diri, bukan sekedar mencari fakta yg objektif. Ini nyambung sama penelitian Sherman dan Cohen tentang self-affirmation theory. Mereka menjelaskan bahwa ketika harga diri ataupun identitas kita terasa terancam, manusia bisa masuk ke kondisi defensiveness --> yaitu kecenderungan mempertahankan diri dari informasi yg dianggap mengancam. Penelitian mereka menunjukkan bahwa ketika seseorang merasa nilai dirinya tetap aman, dia justru bisa lebih terbuka menerima informasi yg gak sesuai dengan dirinya. Makanya kadang kita jelasin diri bukan karna orang lain beneran butuh penjelasan, tapi karna kita sendiri pengen banget diterima dan dipahami. “Bukan gitu maksud aku, tadi sebenarnya…” lalu lanjut panjang lebar. Padahal makin kita ngejer validasi, makin besar energi mental yg kita habisin buat mengontrol gimana orang lain melihat kita. Konsep ini bisa dikaitkan sama pemikiran Carl Jung, terutama tentang persona --> yaitu “topeng sosial” yg kita gunakan saat berinteraksi dengan dunia. Tapi perlu diluruskan, Jung gak pernah mengatakan secara ilmiah bahwa “orang yg banyak menjelaskan diri pasti punya masalah”. Itu lebih merupakan interpretasi modern dari gagasan tentang persona dan proses individuation --> yaitu proses menjadi lebih utuh dan mengenal diri sendiri. Jadi bukan berarti kita harus diem terus atau gak boleh menjelaskan diri. Bedain aja, menjelaskan karena emang diperlukan vs menjelaskan karena takut gak disukai. Kalo seseorang emang mau memahami kita, penjelasan secukupnya biasanya cukup. Tapi kalo kita terus merasa harus membuktikan bahwa diri kita itu “baik”, mungkin yg perlu diperiksa bukan cara kita menjelaskan, tapi kenapa penilaian orang lain begitu menentukan harga diri kita. Kadang kedewasaan bukan tentang berhasil membuat semua orang memahami kita, tapi tentang sadar bahwa gak semua orang harus memahami kita supaya kita tetap tau siapa diri kita. #Psikologi #Neuroscience #selfawareness #overthinking #pengembangandiri

About