@yudida_lombok: "Tunjukkan padaku tanganmu. Apakah mereka memiliki bekas luka karena memberi? Tunjukkan padaku kakimu. Apakah mereka terluka dalam pelayanan? Tunjukkan padaku hatimu. Apakah kamu telah menyisakan ruang untuk cinta Ilahi?" — Jalaluddin Rumi Manusia sering menilai dirinya berdasarkan apa yang telah ia miliki: berapa banyak ilmu yang dikuasai, seberapa tinggi kedudukannya, atau seberapa banyak penghargaan yang berhasil diraihnya. Namun, Rumi mengajukan pertanyaan yang berbeda. Ia tidak bertanya tentang apa yang kita miliki, tetapi tentang apa yang telah kita berikan. "Tunjukkan padaku tanganmu." Apakah tangan itu hanya sibuk menggenggam, atau pernah lelah karena membantu orang lain? Apakah ia pernah menghapus air mata seseorang, mengulurkan sedekah, atau bekerja keras demi meringankan beban sesama? Bekas luka karena memberi adalah tanda bahwa seseorang tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri. Lalu Rumi berkata: "Tunjukkan padaku kakimu." Apakah kaki itu pernah melangkah menuju tempat-tempat kebaikan? Apakah ia pernah berjalan untuk mengunjungi orang sakit, membantu mereka yang membutuhkan, mencari ilmu, atau mendatangi majelis yang mendekatkan diri kepada Allah? Kaki yang lelah dalam pelayanan sering kali lebih mulia daripada kaki yang selalu dimanjakan oleh kenyamanan. Kemudian Rumi mengajukan pertanyaan yang paling dalam: "Tunjukkan padaku hatimu." Karena pada akhirnya, seluruh amal lahir dari keadaan hati. Seseorang dapat memberi, melayani, dan berbuat baik, tetapi apakah hatinya masih memiliki ruang untuk Allah? Di tengah kesibukan dunia, hati manusia mudah dipenuhi oleh banyak hal: ambisi, ketakutan, kecemasan, keinginan untuk dipuji, dan berbagai keterikatan kepada makhluk. Sedikit demi sedikit, ruang untuk cinta Ilahi menjadi semakin sempit. Padahal, hati diciptakan untuk mengenal dan mencintai Allah. Semua cinta yang lain bersifat sementara. Semua yang kita miliki pada akhirnya akan pergi. Semua hubungan dunia pada akhirnya akan berpisah. Hanya hubungan dengan Allah yang tidak pernah berakhir. Karena itu, Rumi mengingatkan bahwa nilai hidup seseorang tidak diukur dari seberapa nyaman ia hidup, tetapi dari seberapa besar ia telah mengorbankan dirinya untuk kebaikan dan seberapa dalam cintanya kepada Tuhan. Bekas luka karena memberi adalah kemuliaan. Kelelahan karena melayani adalah kehormatan. Dan hati yang dipenuhi cinta Ilahi adalah kekayaan yang sesungguhnya. Para sufi sering mengatakan bahwa tangan yang paling indah bukanlah tangan yang selalu menerima, melainkan tangan yang terbiasa memberi. Langkah yang paling mulia bukanlah langkah menuju kemasyhuran, tetapi langkah yang membawa manfaat bagi makhluk Allah. Namun, semua itu akan kehilangan maknanya jika hati kosong dari Allah. Karena seseorang dapat membantu manusia demi pujian. Dapat melayani demi pengakuan. Dapat berbuat baik demi citra dirinya. Tetapi ketika cinta Ilahi memenuhi hati, seluruh kebaikan dilakukan semata-mata karena Allah. Ia memberi tanpa mengharapkan balasan. Ia melayani tanpa menunggu penghargaan. Ia mencintai tanpa menginginkan imbalan. Pada akhirnya, ketika kehidupan ini berakhir, mungkin Allah tidak akan bertanya seberapa banyak yang kita kumpulkan. Tetapi mungkin yang akan bernilai adalah: Apakah tangan kita pernah lelah karena memberi? Apakah kaki kita pernah melangkah untuk kebaikan? Dan apakah hati kita telah menyediakan ruang bagi cinta kepada-Nya? Karena kehidupan yang indah bukanlah kehidupan yang dipenuhi oleh apa yang kita miliki, melainkan kehidupan yang dipenuhi oleh apa yang telah kita berikan dan seberapa dekat hati kita kepada Allah. Sebab tangan yang memberi akan menjadi saksi. Langkah yang melayani akan menjadi saksi. Dan hati yang mencintai Allah akan menjadi cahaya yang menyelamatkan pemiliknya. #seduhsufi #ribath💫 #ustadzgaul

Abuya Dr.Arrazy Hasyim,MA.HUM
Abuya Dr.Arrazy Hasyim,MA.HUM
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 07 September 2026 11:03:53 GMT
17074
1120
13
122

Music

Download

Comments

larisshop_88
Laris shop_88 :
masya allah
2026-09-16 13:48:06
0
anara_alumunium.jm
A.J.M. Alumunium Makassar :
, saya TDK pernah lelah memberi karna bukan diri ini yg memberi ,,
2026-09-13 17:55:48
1
yopdann08
Yopdann08 :
Allah
2026-09-14 02:07:34
0
alhaj1141
Alhaj Bina :
Allahu
2026-09-09 15:36:38
0
digdaya.center
erlangga digdaya nuswantoro :
berkah
2026-09-10 20:30:58
0
bundaherasya3
HerasyaStore :
tangan kaki hati mata kulit kerut wajah.. tanda kurang tidur penuh perjuangan
2026-09-14 14:14:10
0
srirejekiindah17
🌹Nera17Dress🌹🪷🍀 :
yaa aq pernah terluka justru Krena posisi "memberi" ☺️☺️
2026-09-07 23:03:26
0
rujihad
Rujihad Gupron :
ini background lagu nya judulnya apa sairnya suka
2026-09-10 02:07:27
0
peace333999
JAMILA :
masha Allah
2026-09-07 12:41:41
0
bunda.ka_fa
@Bunda-Ka_fa :
2026-09-13 05:18:56
0
tuanmohdrudytuand
™®{*RUDI*} :
mengarut percaya ni smua
2026-09-11 17:00:50
0
yozeyoze
Jana Yoze :
🥰🥰🥰
2026-09-11 18:06:33
0
pak.iwan676
apana iwan :
🙏🙏🙏
2026-09-14 15:05:57
0
To see more videos from user @yudida_lombok, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About