@yudida_lombok: Luka paling perih tidak pernah datang dari musuh yang menghunus pedang di hadapan wajah, melainkan dari pelukan kawan yang diam-diam menggali tanah tempat kita berpijak. Manusia sangat mahir merangkai kata-kata manis, memajang senyuman penuh kehangatan, dan bersikap seolah-olah merekalah pendukung setia perjalanan kita. Namun, di balik panggung sanjungan itu, ada jiwa-jiwa yang tidak rela melihat orang lain tegak berdiri; mereka terus menghantamkan beliung kedengkian ke akar kehidupan sesamanya demi sebuah kepuasan semu. Ilustrasi ini menggambarkan ironi pengkhianatan dengan sangat mencekam sekaligus membuka mata. Sosok yang satu sedang melangkah tenang—mengira dirinya berada di atas pijakan yang aman bersama seorang sahabat—sementara sosok di belakangnya dengan buas mengayunkan cangkul untuk meruntuhkan tebing tersebut. Apa yang dilupakan oleh si penggali adalah hukum keseimbangan semesta: tebing itu adalah tanah tempat ia sendiri berpijak. Saat ia berhasil menjatuhkan saudaranya ke jurang, retakan yang ia buat sendiri akan meruntuhkan tanah di bawah kakinya, menyeretnya jatuh ke dalam kehancuran yang sama. Racun Berbalut Madu: Manisnya kata-kata di bibir bukanlah jaminan kesucian isi dada. Doa ini memohon perlindungan dari tipu daya kemunafikan emosional, sebab mata lahiriah kita tidak memiliki kemampuan untuk menembus tirai kepalsuan yang ditata dengan begitu rapi. Kebutaan Akibat Hasad: Jiwa yang terjangkit kedengkian akut (khubts) kehilangan akal sehat dan naluri keselamatan dirinya sendiri. Rasa iri membuat seseorang rela menghancurkan dirinya sendiri asalkan ia bisa melihat orang yang ia benci jatuh dan menderita terlebih dahulu. Perlindungan Melalui Penyingkapan: Terkadang, hilangnya seseorang secara tiba-tiba dari lingkaran hidupmu bukanlah sebuah kehilangan, melainkan jawaban langsung dari Tuhan atas doa ini. Menjauhkan orang beracun dari hidupmu adalah bentuk penyelamatan Ilahi sebelum ayunan cangkul pengkhianatannya meremukkan langkahmu. Menjaga Kemurnian di Tengah Kepalsuan: Menyadari keberadaan manusia bermuka dua tidak boleh membuat kita menutup hati atau membalas dengan kemunafikan serupa. Berdoalah memohon perlindungan, jaga batas diri dengan bijak, dan tetaplah menjadi jiwa yang tulus tanpa perlu larut dalam permainan sandiwara mereka. Jika hari ini ada rasa ganjil atau getaran waspada di balik senyuman manis orang-orang di sekitarmu, beranikah kau melepaskan kelekatanmu pada sanjungan mereka dan memohon kepada Sang Pembolak-balik Hati agar menyaring siapa saja yang benar-benar tulus menyertai langkahmu? #ribath💫 #ustadzgaul
Abuya Dr.Arrazy Hasyim,MA.HUM
Region: ID
Monday 07 September 2026 22:13:03 GMT
Music
Download
Comments
Amran @Abulai74 :
Assalamualaikum
Amni..
Hanya Allah sahaja
yang mengetahui
Allahuma sollialla Saiyidina Muhammad Wa'alalisaidina Muhammad
2026-09-19 04:20:26
0
😎AMOR😎🇮🇩 :
aamiin 🤲
2026-09-16 13:53:41
0
𝙅𝙄𝙈 𝙎𝙏𝙊𝙉𝙀𝙎 :
Akhirnya Allah menunjukkannya siapa saja zalim, tp sy lebih tenang, Krn Allah. 🙏
2026-09-10 23:35:58
0
ainurridhoom :
āmīn
2026-09-16 05:31:40
0
라야 셀림 :
Aamiin ya Allah
2026-09-09 01:53:13
0
sewamobil lepas kunciSamarinda :
masyaallah setiap kata2 Buya ini selalu menyejukkan hati mentertram bagaikan berlian debu yang berterbangan di alam semesta yang menuju kepada bercahaya illahi yang maha suci engkau titipkan kepada beliau guru kita Buya arazi❤️❤️
2026-09-09 05:38:20
0
erlangga digdaya nuswantoro :
berkah
2026-09-10 20:27:52
0
R. Wibowo, SH :
Aamiin Ya Allah, Aamiin Ya Robbal Alamin... 🙏😇
2026-09-07 22:34:45
0
𝙅𝙄𝙈 𝙎𝙏𝙊𝙉𝙀𝙎 :
Aamiin
2026-09-10 23:36:35
0
fadlah ilahiyah :
🥰🥰🥰
2026-09-19 00:27:35
0
To see more videos from user @yudida_lombok, please go to the Tikwm
homepage.