Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@whahaha0646:
Whahaha
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 08 September 2026 03:58:16 GMT
1140
55
1
1
Music
Download
No Watermark .mp4 (
6.3MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
4.28MB
)
Watermark .mp4 (
6.04MB
)
Music .mp3
Comments
daveb :
Lol
2026-09-08 04:50:56
0
To see more videos from user @whahaha0646, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#lovenlive #2026 #fyppppppppppppppppppppppp
#93saudinationalday
#malitiktok🇲🇱223 Amine Amine 🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲 #burkinatiktok🇧🇫 #Bamako #Mali #tiktokcôtedivoire225🇨🇮
Di balik citra seorang pemimpin yang pernah berada di puncak kekuasaan, tersimpan sisi yang jarang disorot. Wartawan senior Istana, Bambang Wiwoho, mengisahkan bagaimana Presiden Soeharto selalu menunjukkan kerendahan hati saat menerima para ulama di kediamannya, Jalan Cendana. Salah satu yang pernah menjadi saksi adalah Buya Kiai Haji Endang Bukhari Ukasyah dari Sumedang. Sebagaimana diceritakan mantan wartawan senior istana, Bambang Wiwoho, pertemuan itu bukan panggung politik, melainkan ruang sunyi tempat seorang presiden berbicara tentang kekuatan batin. Kalimat yang keluar dari mulut Pak Harto pun jauh dari kesan ambisi mempertahankan pengaruh. Dengan suara yang tenang, ia berkata, "Pak Kiai, saya tidak minta apa-apa dari Pak Kiai, tidak minta dibantu macam-macam, kecuali doakan, tolong doakan saya supaya saya kuat menghadapi keadaan. Menerima dan menghadapi keadaan." Bukan permintaan untuk kembali berkuasa, bukan pula harapan agar jabatan datang lagi. Yang dimintanya hanyalah doa agar tetap tegar menjalani setiap ujian hidup. Kesaksian ini memperlihatkan sebuah potret yang berbeda dari narasi politik yang selama ini berkembang. Di hadapan para ulama, Pak Harto tidak sedang membangun dukungan ataupun mencari legitimasi. Ia justru memilih menundukkan ego dan menyerahkan dirinya kepada kekuatan doa. Bagi seorang tokoh yang pernah memimpin Indonesia selama puluhan tahun, sikap seperti itu menjadi catatan historis yang menarik untuk direnungkan. Pada akhirnya, kisah ini bukan sekadar tentang Soeharto dan seorang ulama dari Sumedang. Ini adalah pengingat bahwa ketika kekuasaan telah berlalu, yang tersisa bukanlah kursi jabatan, melainkan keteguhan hati dalam menerima takdir. Barangkali di situlah letak pelajaran paling berharga: seorang pemimpin boleh kehilangan kekuasaan, tetapi tidak boleh kehilangan ketegaran untuk menghadapi hidup dengan kepala tegak dan hati yang berserah. #soeharto #pakharto #presidensoeharto #bapakpembangunan 📽️ YT/Kompascom
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy