@rachelsayumi: Replying to @oahufaves Mac Cosmetics is the best when it comes to lip bundles! Love this lipgloss bundle deal! #lipcombo #lipgloss #mac #maccosmetics

Rachel Sayumi 💫
Rachel Sayumi 💫
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 08 September 2026 18:18:00 GMT
518
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @rachelsayumi, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

surga dan neraka itu mitos tidak ada bukti surga dan neraka itu ada  tidak ada saksi surga dan neraka itu ada tidak ada foto surga dan neraka itu ada, suasanya seperti apa tidak ada tidak ada video surga dan neraka itu ada, suasana real surga dan neraka seperti apa itu tidak ada tidak ada bukti ateis masuk neraka tidak ada saksi yg melihat dan membuktikan ateis itu masuk neraka jadi ngapain harus percaya tuhan surga dan neraka itu baru ada 4000 tahun lalu  sebelumnya tidak ada sama sekali Secara garis besar: -Mesopotamia kuno (Sumeria, sekitar milenium ke-3 SM): sudah ada gagasan tentang alam orang mati, seperti Kur atau Irkalla.   -Mesir Kuno (sekitar milenium ke-3 SM): terdapat gagasan kehidupan setelah kematian dan penghakiman terhadap orang mati. Field of Reeds (Aaru) merupakan tempat ideal bagi orang yang layak.  -Zoroastrianisme (setidaknya milenium pertama SM): memiliki konsep yang jauh lebih mirip dengan gagasan surga, neraka, penghakiman setelah kematian, dan kebangkitan. lalu kemudian di comot oleh agama abrahamik yahudi, lalu kristen, lalu islam Yang menarik, Mesopotamia dan Mesir Kuno jauh lebih tua daripada agama-agama Abrahamik, sehingga tidak tepat mengatakan bahwa gagasan kehidupan setelah kematian hanya ada di agama Yudaisme, Kristen, atau Islam. Jadi, surga dan neraka bukan hanya ada di Islam atau Kristen. Gagasan mengenai kehidupan setelah mati, penghakiman, hadiah bagi orang baik, dan hukuman bagi orang jahat sudah muncul dalam berbagai kebudayaan jauh sebelumnya. jika surga dan neraka itu ada ateis juga bisa masuk surga -Katolik : Paus fransiskus pernah mengatakan ateis bisa masuk surga jika rajin berbuat kebaikan -Yudaisme : Umumnya tidak memiliki konsep bahwa semua manusia harus menjadi Yahudi agar memperoleh kehidupan yg layak setelah mati. Fokus keselamatan lebih kompleks bukan
surga dan neraka itu mitos tidak ada bukti surga dan neraka itu ada tidak ada saksi surga dan neraka itu ada tidak ada foto surga dan neraka itu ada, suasanya seperti apa tidak ada tidak ada video surga dan neraka itu ada, suasana real surga dan neraka seperti apa itu tidak ada tidak ada bukti ateis masuk neraka tidak ada saksi yg melihat dan membuktikan ateis itu masuk neraka jadi ngapain harus percaya tuhan surga dan neraka itu baru ada 4000 tahun lalu sebelumnya tidak ada sama sekali Secara garis besar: -Mesopotamia kuno (Sumeria, sekitar milenium ke-3 SM): sudah ada gagasan tentang alam orang mati, seperti Kur atau Irkalla. -Mesir Kuno (sekitar milenium ke-3 SM): terdapat gagasan kehidupan setelah kematian dan penghakiman terhadap orang mati. Field of Reeds (Aaru) merupakan tempat ideal bagi orang yang layak. -Zoroastrianisme (setidaknya milenium pertama SM): memiliki konsep yang jauh lebih mirip dengan gagasan surga, neraka, penghakiman setelah kematian, dan kebangkitan. lalu kemudian di comot oleh agama abrahamik yahudi, lalu kristen, lalu islam Yang menarik, Mesopotamia dan Mesir Kuno jauh lebih tua daripada agama-agama Abrahamik, sehingga tidak tepat mengatakan bahwa gagasan kehidupan setelah kematian hanya ada di agama Yudaisme, Kristen, atau Islam. Jadi, surga dan neraka bukan hanya ada di Islam atau Kristen. Gagasan mengenai kehidupan setelah mati, penghakiman, hadiah bagi orang baik, dan hukuman bagi orang jahat sudah muncul dalam berbagai kebudayaan jauh sebelumnya. jika surga dan neraka itu ada ateis juga bisa masuk surga -Katolik : Paus fransiskus pernah mengatakan ateis bisa masuk surga jika rajin berbuat kebaikan -Yudaisme : Umumnya tidak memiliki konsep bahwa semua manusia harus menjadi Yahudi agar memperoleh kehidupan yg layak setelah mati. Fokus keselamatan lebih kompleks bukan "percaya Tuhan = surga, ateis = neraka". Dalam beberapa pandangan Yahudi, orang non-Yahudi yang hidup benar dapat memperoleh bagian yg layak di dunia yang akan datang. -Hindu : Tidak mempunyai satu doktrin tunggal tentang "surga atau neraka" seperti dalam agama Abrahamik. Ada konsep karma, samsara, dan moksha. Beberapa aliran bahkan menerima bentuk skeptisisme atau non-teisme filosofis, sehingga ateisme juga bisa masuk surga. -Buddhisme : tidak berpusat pada kepercayaan kepada Tuhan pencipta. Karena itu, "ateis" dalam pengertian modern tidak otomatis dianggap bermasalah. Nasib setelah kematian dikaitkan dengan karma dan kondisi batin/perbuatan, bukan sekadar apakah seseorang percaya kepada Tuhan. -Jainisme : Tidak membutuhkan kepercayaan kepada Tuhan pencipta. Keselamatan berkaitan dengan pembebasan jiwa dari karma melalui kehidupan etis dan disiplin spiritual. Jadi kategori "ateis pasti masuk neraka?" tidak tepat jika memakai kerangka Jainisme. -Taoisme : filosofis tidak berpusat pada iman kepada Tuhan personal. Karena itu, ateisme tidak otomatis dapat disamakan dengan "orang yang pasti masuk neraka". ateis bisa masuk surga tanpa harus percaya tuhan, tanpa harus menganut agama tertentu, tanpa harus beribadah hanya berbuat baik saja ateis udah bisa masuk surga ateis berbuat baik murni karena kesadaran saja sebagai sesama manusia bukan karena iming-iming surga yg tidak ada walaupun ateis masuk surga ya bonus saja #islam #kristen #hindu #atheis #fyp

About