@sj.unfiltered: Stunning 🤩 Daux Suede from @Katch Me is what everyone is going to be wearing this autumn #Jacket #AutumnFashion #Fashion #ForYouDays #TikTokMadeMeBuyIt

SJ.Unfiltered
SJ.Unfiltered
Open In TikTok:
Region: GB
Tuesday 08 September 2026 12:00:00 GMT
616
4
1
1

Music

Download

Comments

trishas_kitchen
Trisha’s Kitchen :
So cute 🥰
2026-09-08 12:31:09
0
To see more videos from user @sj.unfiltered, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#POV (2)  Jarum jam di dinding terasa sengaja jalan melambat.  Pukul 17.52. Kurang dari sepuluh menit sebelum dunia berputar balik. Seharian ini Juhoon bener-bener manja.  Dia menempel terus seperti perangko, minta disuapi es krim, dan tertawa lepas sampai matanya menyipit lucu.
#POV (2) Jarum jam di dinding terasa sengaja jalan melambat. Pukul 17.52. Kurang dari sepuluh menit sebelum dunia berputar balik. Seharian ini Juhoon bener-bener manja. Dia menempel terus seperti perangko, minta disuapi es krim, dan tertawa lepas sampai matanya menyipit lucu. "Kakak jangan ke mana-mana ya hari ini? Di sini aja sama aku," bisik Juhoon siang tadi sambil memeluk lenganmu erat, matanya yang bulat menatapmu penuh binar polos. Kamu hanya bisa tersenyum dan mengusap rambutnya, meski dalam hati ada rasa sesak yang tertahan. Namun, begitu bayangan matahari mulai memanjang di lantai marmer, atmosfer di dalam rumah mewah itu perlahan-lahan drop. Dingin dan mencekam. "Kak... kepala aku agak pusing," bisik Juhoon. Suaranya mendadak berat, intonasinya langsung berubah drastis. Juhoon yang tadinya bersandar nyaman di bahumu, mulai memijat pelipisnya sendiri. Genggaman tangannya yang tadinya hangat berubah jadi sedingin es dan kaku. "Mau ke kamar aja, Juhoon? Biar aku anterin," jawabmu, mencoba menahan getaran di tenggorokan. Kamu tahu persis, ini alarm bahaya. Sisi 'dia' yang satu lagi lagi memaksa mengambil alih kemudi. Juhoon cuma menggeleng pelan, matanya terpejam rapat, menahan gejolak di kepalanya. Tapi tepat pas jam digital di atas meja ganti angka jadi 18.00, cengkeraman dia di pergelangan tanganmu mendadak berubah. Kuat dan langsung mengunci pergerakan. Begitu Juhoon membuka mata, binar polos yang dari pagi ada di sana sudah menguap gak berbekas. Yang tersisa cuma sepasang mata tajam, dingin, dan penuh intimidasi yang langsung menguliti kamu hidup-hidup. Dia gak melepaskan tanganmu. Sebaliknya, dengan satu hentakan kasar, dia menarikmu sampai tubuhmu ambruk di sofa, tepat di bawah kungkungan badannya yang mendadak terasa begitu besar dan dominan. "Mau nganterin gua ke kamar?" Juhoon yang sekarang tersenyum miring, suara beratnya yang serak terdengar begitu dekat di telinga, bikin bulu kuduk langsung merinding. "Atau lo yang udah gak sabar pengen gua kurung di sana, hm?" "Juhoon, lepasin. Sakit," ringismu, mencoba menarik tanganmu yang mulai memerah akibat cengkeraman dia. "Sakit?" Dia ketawa hambar, tipe tawa sinis yang bikin merinding. Tatapannya makin menggelap, berbahaya. "Yang lebih sakit itu pas gue liat isi tas lu udah rapi di deket pintu depan. Lo pikir gua gak tahu lo diem-diem packing barang seharian ini? Lo mau kabur dari gua, kan?!" Rencana pelarianmu malam ini kebongkar total. Begitu sadar kalau niatmu sudah ketahuan, rasa panik langsung bercampur sama emosi yang sudah kamu pendam berhari-hari. Pertahananmu runtuh. "Aku cuma mau balik, Juhoon! Aku gak bisa terus-menerus hidup kayak gini! Mental aku capek, ngadepin dua orang yang beda total tiap hari!" teriakmu, akhirnya meledak, gak peduli lagi sama konsekuensinya. Mendengar itu, rahang Juhoon langsung mengeras. Amarahnya bener-bener kepancing. Dia menyengkeram kedua pergelangan tanganmu, lalu dihentakkan ke atas kepala sampai kamu gak bisa berkutik sama sekali. Napasnya memburu di depan wajahmu. "BALIK LO BILANG?!" bentak Juhoon, suaranya menggelegar, memantul di dinding ruangan yang sepi. "Lo udah tanda tangan kontrak! Lo punya gue 24 jam! Mau pas gua lagi jadi bocah tolol yang manja itu, atau pas gua lagi jadi diri gua yang sekarang! Lo pikir lo bisa pergi gitu aja setelah bikin gua ketergantungan sama lo, hah?!" "Kamu egois, Juhoon! Kamu manfaatin kondisi kamu cuma buat nyiksa dan ngurung aku!" balasmu gak kalah sengit, air mata mulai menetes karena rasa takut dan marah yang campur aduk jadi satu. "Kalau dengan jadi egois bisa bikin lo tetep di sini, gua gak masalah jadi monster sekalian," desis Juhoon tepat di depan bibirmu, suaranya bergetar hebat—perpaduan antara murka dan rasa takut kehilangan yang amat sangat. Sebelum kamu sempat membalas, Juhoon langsung menarik paksa tubuhmu, membawamu setengah diseret menuju kamar utama. Pintu kamar jati itu tertutup dengan dentuman keras yang menggema ke seluruh lorong. lanjutan di saluran! #pov #juhoon #au #4upage

About