@aisyhdhrmwnn_:

aisyaaa
aisyaaa
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 08 September 2026 08:08:17 GMT
2060
221
5
0

Music

Download

Comments

jmslovrs._
𝒕𝒉𝒆𝒎𝒇𝒂𝒌𝒆 :
pertama lagi ih
2026-09-08 08:09:52
1
princessnonon
انتان :
Spill sebelahnya kak
2026-09-08 08:21:16
0
mesya_u
bb :
kduaa
2026-09-08 08:10:41
0
ppaniiie
literallyfunny's :
2026-09-08 08:11:55
0
To see more videos from user @aisyhdhrmwnn_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Baca caption 👇 Kadang-kadang, hidup tidak rusak karena kehilangan yang besar, tetapi karena kita terlalu sibuk mengejar satu hal kecil yang terjatuh.  Anak itu sebenarnya masih memiliki sekeranjang penuh tomat, tetapi perhatiannya tersedot pada satu tomat yang lepas dari genggamannya. Saat ia membungkuk untuk mengambilnya, ia lupa bahwa ada sesuatu yang lebih rapuh sedang ia bawa: sebutir telur di sakunya.  Sering kali, yang paling menguras hidup bukanlah kehilangan itu sendiri, melainkan ketidakmampuan kita menerima bahwa tidak semua hal harus diselamatkan.  Kita bisa begitu terpaku pada satu kesalahan kecil, satu kegagalan, satu penolakan, atau satu hal yang pergi, sampai lupa bahwa masih ada banyak hal baik yang tetap kita miliki.  Dalam keadaan seperti itu, kebijaksanaan bukan selalu tentang memperbaiki semuanya, tetapi tentang tahu mana yang masih layak diperjuangkan dan mana yang harus direlakan. Sebab terkadang, demi mengembalikan satu hal kecil, kita justru mempertaruhkan sesuatu yang jauh lebih berharga. Dan ketika sesuatu sudah terlanjur rusak, di situlah kedewasaan kita benar-benar diuji. Rasa kecewa memang manusiawi, tetapi jangan sampai satu luka diberi kuasa untuk melukai seluruh hidup kita.  Banyak orang tidak hancur karena satu kejadian buruk, melainkan karena setelah kejadian itu mereka mulai mengambil keputusan dengan amarah, kecewa, dan putus asa.  Kita mungkin tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, tetapi kita selalu punya pilihan tentang apa yang akan kita lakukan setelahnya.  Mungkin salah satu bentuk kebijaksanaan terbesar dalam hidup adalah mampu berkata:  “Aku memang kehilangan sesuatu hari ini, tetapi aku tidak akan membiarkan kehilangan itu membuatku menghancurkan semua yang masih kumiliki.” Follow @heuraclius untuk konten perkembangan diri lainnya Source clip: Clouds of May (1999)
Baca caption 👇 Kadang-kadang, hidup tidak rusak karena kehilangan yang besar, tetapi karena kita terlalu sibuk mengejar satu hal kecil yang terjatuh. Anak itu sebenarnya masih memiliki sekeranjang penuh tomat, tetapi perhatiannya tersedot pada satu tomat yang lepas dari genggamannya. Saat ia membungkuk untuk mengambilnya, ia lupa bahwa ada sesuatu yang lebih rapuh sedang ia bawa: sebutir telur di sakunya. Sering kali, yang paling menguras hidup bukanlah kehilangan itu sendiri, melainkan ketidakmampuan kita menerima bahwa tidak semua hal harus diselamatkan. Kita bisa begitu terpaku pada satu kesalahan kecil, satu kegagalan, satu penolakan, atau satu hal yang pergi, sampai lupa bahwa masih ada banyak hal baik yang tetap kita miliki. Dalam keadaan seperti itu, kebijaksanaan bukan selalu tentang memperbaiki semuanya, tetapi tentang tahu mana yang masih layak diperjuangkan dan mana yang harus direlakan. Sebab terkadang, demi mengembalikan satu hal kecil, kita justru mempertaruhkan sesuatu yang jauh lebih berharga. Dan ketika sesuatu sudah terlanjur rusak, di situlah kedewasaan kita benar-benar diuji. Rasa kecewa memang manusiawi, tetapi jangan sampai satu luka diberi kuasa untuk melukai seluruh hidup kita. Banyak orang tidak hancur karena satu kejadian buruk, melainkan karena setelah kejadian itu mereka mulai mengambil keputusan dengan amarah, kecewa, dan putus asa. Kita mungkin tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, tetapi kita selalu punya pilihan tentang apa yang akan kita lakukan setelahnya. Mungkin salah satu bentuk kebijaksanaan terbesar dalam hidup adalah mampu berkata: “Aku memang kehilangan sesuatu hari ini, tetapi aku tidak akan membiarkan kehilangan itu membuatku menghancurkan semua yang masih kumiliki.” Follow @heuraclius untuk konten perkembangan diri lainnya Source clip: Clouds of May (1999)

About