Serius bertanya :
1). Mengapa Al-Albani bisa sampai men-dhaifkan hadis sekelas hadits dalam Shahih al-Bukhari dan sahih Muslim?, bahkan sampai 30 hadis?
2). Mengapa Albani dalam penilaian nya pada satu hadits tidak konsisten,(hadis yang sama, dengan lafaz dan sanad yang sama, di satu kitab ia nilai shahih, tetapi di kitabnya yg lain ia nilai dhaif?).
3). Kalau sebuah hadis memang sudah terdapat dalam Shahih al-Bukhari, mengapa masih perlu ditambah kata kata “dishahihkan oleh Al-Albani”? Apakah seolah olah hadis dalam Bukhari itu baru menjadi shahih setelah mendapat pengesahan dari Al-Albani?
2026-09-08 23:05:26
0
KAWAN :
smoga UAH tidak terpeleset jatuh🤲
2026-09-09 00:07:39
0
SHemut Ireng :
barakallahu fiik
2026-09-08 22:23:13
0
BagusStyle :
Jazakallahu khoiron ustadz ini baru jelas.
terima kasih.
2026-09-08 22:59:22
0
chabeijo :
bnyk yg takut kehilangan followerny 😁
2026-09-08 21:32:49
0
MASSBRO :
masyaAllah baraqallahu fiikum
2026-09-08 19:51:36
0
abdulsyukur4900jooos :
uah ceramahnya kocar kacir setelah dibuli netizen
2026-09-08 22:28:40
0
Bang malle :
😅
2026-09-08 23:12:12
0
To see more videos from user @an.na2394, please go to the Tikwm
homepage.