Kau Ika :
argumen kosmologi yang lu bawa itu cuma sebatas ngebuktiin kalau alam semesta punya dasar fundamental, kita sebut ground reality, sifat atau atribut yang dibutuhin ground reality ini itu atribut atau sifat semacam ini, misalnya gk bergantung pada sesuatu yg lebih fundamental, menjadi dasar eksplanatoris, atau memiliki status fundamental terhadap realitas lain, kita kerucutin atribut itu sebagai atribut kausal-fundamental.
tapi ground reality gk otomatis sama dengan Tuhan, karena atribut kausal-fundamental hanya jelasin status sama peran fundamentalnya ke realitas, bukan nunjukkin kalau ia punya atribut ilahi kek maha Kuasa, maha Tahu, sempurna maksimal, kehendak personal, atau atribut maksimalitas positif lainnya. dalam konsepsi Tuhan kalsik, yg dituju itu bukan sekedar sesuatu yang menjadi dasar realitas, tetapi suatu entitas dengan maksimalitas ilahi. bahkan kalau lihat di konsepsi Anselm, Tuhan didefinisikan melalui gagasan "that than which nothing greater can be convinced", jadi kesimpulan argumen kosmologi perlu dibatasi, yg berhasil dibuktiin argumen kosmologi itu ground reality dengan atribut kausal-fundamental, belum Tuhan secara penuh, untuk gerak dari ground reality ke Tuhan itu kasih perlu argumen tambahan yg buktiin atau ngejustifikasi kalau ground reality punya atribut ilahi
2026-09-08 10:42:55