Hayati9623 :
aq memilih tdur dn memejamkn mata saat org2 berduyun-duyun dtang membcakan ayat2 di samping jasadny, agar aq tk meratap, menyalahi takdir, sedikit brharap, saat aq bangun semuanya hanya mimpi, dn tak seorg pun sdar aq sembunyi, hingga saat trakhir keranda akan ditutup, seseorg seakan mmbangunkn aq, aq trbngun dgn keadaan linglung, brjln menuju jasad kakuny yg sdah tinggal diusung, ku pandangi wajh trkhirny tanpa tangis di bibirku, lalu kubiarkn mreka menutup wjahnya, lalu aq naik ambulans dn duduk diseblh keranda, masih tanpa ratapan, aq mrasa seakan saat itu hnyalah drama yg sdang di sutradai seseorang, semua akan berakhir saat teriakn cut diucap... namun hingga tanah ditutup aq menoleh untuk terakhir kalinya, lalu aku kembali sembunyi, termenung sndiri di tempat yg tak ada org lain melihatku menangis, krna saat aq teteskan airmata di depan mereka, aq msih merasa ini hanya skenario sementara, drama kehidupan yg akan berakhir, hingga kini aq msih menyesal, knapa saat itu tak ku tumpahkan semua keluh kesah ku, meratapi kepergiannya yg tiba2... ayah, maaf...
2026-09-08 11:31:21