@pojoksatu.id: Kenzie & Abenk kalau udah bareng emang selalu ada aja 😭😂 Kalau kamu juga punya masalah ketika atau lipatan gelap, coba deh Brighty! karena glow punya ga cuman di wajah loh! 🤩❤️@brighty.id #pencerahketiak #lipatanhitam #brightyexfotoner #brightyglowingunderarm

Pojoksatu
Pojoksatu
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 08 September 2026 15:04:59 GMT
6553
77
8
1

Music

Download

Comments

reyyz_suka_jaga_bumi
"Reyyz•" :
second
2026-09-08 15:11:04
0
storyig00
~ story.ig ~ :
minnn
2026-09-08 15:10:27
0
memecatindoori
idk :
7 min
2026-09-08 15:26:08
0
riskiaja5296
Jirr :
Jirr
2026-09-08 15:34:30
0
sl.ers.iy
sl ∇ers i)ノy :
5
2026-09-08 15:19:53
0
fixxzz_aja
($$fixxzz$$)•Teman :
pertama
2026-09-08 15:22:11
0
storyig00
~ story.ig ~ :
euy
2026-09-08 15:10:18
0
To see more videos from user @pojoksatu.id, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#POV |
#POV | "Saya akan belajar mencintaimu." Tegas Jake tenang. Suaranya dalam dan penuh keyakinan, sementara matanya sama sekali tidak berpaling darimu bahkan untuk sedetik. "You don't even know me." "That's why i want to learn.." Jake melirik jemarimu sebelum akhirnya meraihnya perlahan, "About you." Kamu terdiam sejenak. Matamu berhenti menatap lekat kedua matanya —Sedikit tersihir dengan kalimatnya. "Saya hanya ingin kamu setuju dengan pernikahan ini. Sisanya? Saya akan mengusahakannya untukmu." "Mengusahakan apa?" kamu mengernyit bingung. "Segalanya —Saya lunasi hutang keluargamu, saya akan menjamin kehidupanmu, biaya kuliahmu, saya bersedia melakukan segalanya untukmu." "Termasuk meninggalkanku?" Jake terdiam untuk beberapa detik. "Jika suatu hari nanti kamu benar-benar menginginkan itu.." rahang Jake mengeras perlahan, "Saya bersedia." "Keep your promise." Alis Jake terangkat kecil, "Sure." "Okay. Saya terima tawaranmu. Tapi.. tidak dengan satu hal." "Apa?" Kamu menyeringai sebelum menjawab, "Jangan lunasi hutang keluargaku." pintamu tegas. Jake ikut menyeringai mendengar itu —Langsung mengerti maksud dari permintaanmu, setelah melihat perlakuan keluargamu terhadapmu beberapa menit lalu. "Are you sure? Bagaimanapun juga, mereka tetap keluargamu." Kamu menghela napas pelan, "Baiklah, bayar saja setengahnya." Ujung bibir Jake mulai tertarik membentuk senyuman tipis mendengar itu. "Okay. Whatever you want." Belum sempat kamu menjawab, tiba-tiba suara langkah kaki terdengar dari balik pintu. Brak —Pintu kamarmu terbuka kasar. Dan dibalik pintu itu, papamu sudah berdiri di ambang pintu dengan wajah penuh amarah. "Maksudnya apa?" Mata Jake yang awalnya hanya menatap lekat padamu mulai berbalik menatap pria itu. "Dari kapan papa ada di situ?" tanyamu datar. "Jake menikahimu untuk melunasi seluruh hutang kita! Bukan setengah!" Kamu terkekeh mendengar itu, "Papa salah. Jake datang untuk menikahiku —Bukan membeliku." Kalimatmu itu sontak berhasil menyentuh titik terdalam kemarahan papamu. Dengan langkah yang cepat, pria dewasa itu mulai berjalan mendekatimu. Menarik tanganmu kasar dan membanting tubuh kecil mu ke dinding kamar. Menyaksikan hal itu mata Jake langsung terbelalak hebat. Tatapannya mulai mengeras. Dadanya kembang kempis dan tangannya mengepal kuat menahan emosi. "DASAR ANAK SIALAN!" Papamu mulai berjalan kembali mendekatimu yang sedang meringis kesakitan. Sementara lengannya sudah ancang-ancang bersiap memberikan pukulan lain padamu. Tapi belum sempat pukulan itu sampai padamu.. Dugh —Jake sudah lebih dulu menarik pria dewasa itu dan membantingnya kasar. "Cukup!! Sekali lagi anda sentuh calon istri saya," Jake mendekati pria itu dengan tatapan tajam dan finger point yang kasar, "Saya tidak sudi melunasi sepeserpun hutang anda." Tepat setelah kalimat itu terucap, Jake langsung berbalik ke arahmu. Sorot mata tajamnya mulai berubah lembut begitu matanya menemukan sosokmu. "Let's get out of this damn house." lirih Jake sambil meraihmu dan membawamu keluar dari rumah itu. ——— "Mulai hari ini.. Rumah kamu disini —Ini kamarmu." Langkah Jake perlahan mulai membuka satu ruangan bernuansa merah muda yang nyaris sama persis seperti kamarmu sebelumnya. Kamu mengernyit melihat itu, "Kok? Mirip—" "Nanti saya jelasin." ujung bibir Jake tertarik tipis. "Duduk sini!" perintah Jake sambil membuka satu persatu laci yang ada di ruang itu. Sampai akhirnya ia melihat benda yang ia cari —Kotak P3K, ia mulai kembali melangkah mendekatimu. "Ada yang luka?" Kamu menggeleng kecil. "Bohong." "Serius—" Kalimatmu terpotong begitu Jake mulai berlutut dan meraih lenganmu pelan, "Kalo ini bukan luka, terus apa?" Jake menatapmu singkat sebelum akhirnya kembali melirik sebuah goresan luka di lenganmu. Bibirmu mengerucut pelan melihat tatapan tajam Jake. "Ngga sakit kok." Tidak ada jawaban —Jake hanya terdiam sambil sibuk mengoles halus lukamu dengan obat-obatan. (++comsec) #jake #enhypen #enhypenengene #fyp

About