@jiniorwabolet1: #etatsunis🇺🇸 #boston #tiktokviral #viraltiktok

ougan bona
ougan bona
Open In TikTok:
Region: HT
Tuesday 08 September 2026 23:02:12 GMT
99
5
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @jiniorwabolet1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Karhutla belum reda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu prioritas dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Gubernur Kalbar Ria Norsan menyampaikan hal tersebut saat membacakan Nota Penjelasan Gubernur terhadap Rancangan APBD Perubahan 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kalbar, Senin (7/9/2026). Menurutnya, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas warga, serta stabilitas sosial dan ekonomi daerah. Dalam rancangan APBD Perubahan 2026, pendapatan daerah disesuaikan dari Rp5,45 triliun menjadi Rp5,76 triliun. Sementara belanja daerah meningkat dari Rp5,70 triliun menjadi Rp6,21 triliun. Penerimaan pembiayaan juga naik dari Rp300 miliar menjadi sekitar Rp497,48 miliar, yang bersumber dari SiLPA tahun anggaran sebelumnya berdasarkan hasil audit BPK RI. Sehari setelah penyampaian nota tersebut, Norsan kembali menegaskan bahwa Karhutla masih menjadi perhatian. Ia menyebut titik api masih ditemukan, terutama di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya. Hingga Selasa (8/9/2026) sore, Norsan mengatakan di Ketapang masih tersisa 56 titik api, sementara titik api juga masih ditemukan di Kubu Raya. Penanganan di lapangan terus diperkuat melalui kolaborasi TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, mahasiswa, organisasi masyarakat hingga warga. Pemprov Kalbar juga telah menggeser anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanggulangan bencana. Norsan memastikan dana tersebut dapat digunakan untuk mempercepat penanganan, meski APBD Perubahan 2026 masih dalam proses pembahasan dan menunggu penetapan bersama DPRD Kalbar. #Karhutla #Kalbar #RiaNorsankalbar
Karhutla belum reda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu prioritas dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Gubernur Kalbar Ria Norsan menyampaikan hal tersebut saat membacakan Nota Penjelasan Gubernur terhadap Rancangan APBD Perubahan 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kalbar, Senin (7/9/2026). Menurutnya, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas warga, serta stabilitas sosial dan ekonomi daerah. Dalam rancangan APBD Perubahan 2026, pendapatan daerah disesuaikan dari Rp5,45 triliun menjadi Rp5,76 triliun. Sementara belanja daerah meningkat dari Rp5,70 triliun menjadi Rp6,21 triliun. Penerimaan pembiayaan juga naik dari Rp300 miliar menjadi sekitar Rp497,48 miliar, yang bersumber dari SiLPA tahun anggaran sebelumnya berdasarkan hasil audit BPK RI. Sehari setelah penyampaian nota tersebut, Norsan kembali menegaskan bahwa Karhutla masih menjadi perhatian. Ia menyebut titik api masih ditemukan, terutama di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya. Hingga Selasa (8/9/2026) sore, Norsan mengatakan di Ketapang masih tersisa 56 titik api, sementara titik api juga masih ditemukan di Kubu Raya. Penanganan di lapangan terus diperkuat melalui kolaborasi TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, mahasiswa, organisasi masyarakat hingga warga. Pemprov Kalbar juga telah menggeser anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanggulangan bencana. Norsan memastikan dana tersebut dapat digunakan untuk mempercepat penanganan, meski APBD Perubahan 2026 masih dalam proses pembahasan dan menunggu penetapan bersama DPRD Kalbar. #Karhutla #Kalbar #RiaNorsankalbar

About