@ellie_55511: freaking love poke

bryanna_p
bryanna_p
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 09 September 2026 02:42:29 GMT
854
108
9
0

Music

Download

Comments

s8.2k_
𝓬𝓮𝓬𝓮 ♛. :
cute cute 😍
2026-09-09 03:41:35
1
alex_spam1233
alex_spam1233 :
yo u wanna slide the snap
2026-09-09 02:50:09
0
savedbyychristttt
angelo :
ayo ur making me hungryyyy
2026-09-09 03:36:57
0
To see more videos from user @ellie_55511, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Nama anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem, Eva Stevany Rataba, menjadi sorotan setelah mengaku tercantum dalam data penerima Program Keluarga Harapan (PKH), meski dirinya mengatakan tidak pernah mendaftar maupun menerima bantuan tersebut. Yang semakin menarik perhatian, statusnya tercatat berada di desil 4, sementara berdasarkan LHKPN KPK 2023, Eva melaporkan total kekayaan sekitar Rp16,17 miliar tanpa utang. Kasus ini kemudian memunculkan pertanyaan besar soal akurasi dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebab, kalau seseorang yang secara data memiliki kondisi ekonomi seperti itu bisa tercatat dalam kelompok penerima bantuan, publik tentu bertanya: Bagaimana dengan masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetapi justru belum masuk data? Di sisi lain, persoalan data desil ini juga sedang menjadi perhatian DPR. BPS disebut mengajukan tambahan anggaran sekitar Rp1,473 triliun untuk 2027 untuk berbagai kebutuhan statistik. Tentu, tambahan anggaran tersebut tidak seluruhnya untuk memperbaiki data desil. Namun, di tengah tuntutan agar data sosial semakin akurat, situasi ini tetap mengundang kritik dan pertanyaan publik. Jangan sampai yang paling cepat diperbarui justru anggarannya, sementara data orang yang berhak menerima bantuan masih harus diperbaiki. Karena pada akhirnya, kesalahan data bukan sekadar angka di atas kertas. Salah sasaran bansos berarti ada masyarakat yang mungkin benar-benar membutuhkan, tetapi justru tidak mendapatkan haknya. #bansos #dpr #fyp #viral
Nama anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem, Eva Stevany Rataba, menjadi sorotan setelah mengaku tercantum dalam data penerima Program Keluarga Harapan (PKH), meski dirinya mengatakan tidak pernah mendaftar maupun menerima bantuan tersebut. Yang semakin menarik perhatian, statusnya tercatat berada di desil 4, sementara berdasarkan LHKPN KPK 2023, Eva melaporkan total kekayaan sekitar Rp16,17 miliar tanpa utang. Kasus ini kemudian memunculkan pertanyaan besar soal akurasi dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebab, kalau seseorang yang secara data memiliki kondisi ekonomi seperti itu bisa tercatat dalam kelompok penerima bantuan, publik tentu bertanya: Bagaimana dengan masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetapi justru belum masuk data? Di sisi lain, persoalan data desil ini juga sedang menjadi perhatian DPR. BPS disebut mengajukan tambahan anggaran sekitar Rp1,473 triliun untuk 2027 untuk berbagai kebutuhan statistik. Tentu, tambahan anggaran tersebut tidak seluruhnya untuk memperbaiki data desil. Namun, di tengah tuntutan agar data sosial semakin akurat, situasi ini tetap mengundang kritik dan pertanyaan publik. Jangan sampai yang paling cepat diperbarui justru anggarannya, sementara data orang yang berhak menerima bantuan masih harus diperbaiki. Karena pada akhirnya, kesalahan data bukan sekadar angka di atas kertas. Salah sasaran bansos berarti ada masyarakat yang mungkin benar-benar membutuhkan, tetapi justru tidak mendapatkan haknya. #bansos #dpr #fyp #viral

About