@greenn183: 把我忘了吧 …

Panha ♡
Panha ♡
Open In TikTok:
Region: KH
Wednesday 09 September 2026 03:32:42 GMT
292508
10361
211
878

Music

Download

Comments

xiaoxiangdangyan
NoungOodanyang :
我也丢下了一个这样的男人🥺🥺
2026-10-21 00:59:28
4
len.mn4
Chấu Páo Len :
这种男人给我来一个😂
2026-09-10 15:03:30
48
liulangbatiya
大圆 :
我也像他这样发疯的爱过一个女人,后面我不敢爱了😭
2026-09-10 15:01:28
15
wann.se8
wannse64 :
我也有过这么爱我的人但是我把它丢了🥺
2026-11-02 15:33:47
1
jing.jing.jing.ji
Wang mei :
他那么爱你🥺
2026-09-09 15:53:55
15
zhaozhao2001627
🍀 :
怎么我遇不到这样的😂
2026-09-10 20:10:08
2
.0568567
发财🌷 :
男的都哭了
2026-09-11 16:50:58
0
jiale2460896
宁恨 :
最讨厌这种人 不喜欢了 想分手了就直接说 不要折磨别人 不要给希望 不爱了直接说 拉黑掉
2026-09-11 13:36:27
4
mwe.kham4988
Mwe Kham🌸 :
这如果是我就好了
2026-09-09 23:39:55
3
guan34597
Guan :
我笑了
2026-09-10 08:33:11
0
sone6043
阿朱🤍🍵🐶 :
我很容易被这种事打动;如果换作是我,我早就心软了。🤣
2026-09-09 17:27:44
2
ning.ning4635
百合🎋 :
好像我前男友一样😭
2026-09-10 00:18:25
1
mm161199
MAIL🐾 :
我也想要合适的人😅
2026-09-10 11:30:23
1
i.likeyou044
I likeyou :
我也想要这样的
2026-09-10 16:00:39
0
langzi3344
Cun🍎 :
他都要哭了 找他吧
2026-09-09 16:33:43
1
xj44325
xj :
我怎么遇不到这样的男人啊😂😂😂
2026-09-10 09:07:37
1
nnka1995225
慧慧…🍀 :
听这个男的说话心痛不已他一定很爱你吧
2026-09-11 04:48:59
1
jonotaro1
Jack :
你在哪里?
2026-09-11 08:02:36
1
facai3408
難為情F :
不爱了就跟他说吧 不要折磨人家
2026-09-11 11:37:43
5
oun.ka1606
Chea solika🖤 :
Ber nh ban duj je dg lor mix Te 🥺🥺
2026-09-10 14:37:29
2
tzgg77
tzgg77 :
不要卑微的恋爱,多强大自己
2026-09-11 13:57:21
1
nong59719
小农❤️ :
ສົມນ້ຳຫນ້າບາດຕອນເຮົາຮັກບາດຕອນເປັນຄົນດີນອນຖ້າຢູ່ຫ້ອງບໍ່ມັກດີບາດເຮົາໄປລະນຳແທ້ນຳວ່າ ເວົ້າມາລະສູນ🥹
2026-09-09 21:27:59
1
heocute180220
heocute180220 :
Ước dc 1 lần có người yêu tôi thật lòng
2026-11-01 16:59:32
0
suanh730
Su 🎀 :
Tìm đâu ra được nguoi đàn ông tốt như vậy 🥺
2026-11-02 09:32:36
0
xiaomeng2024
无情者 :
九哥???
2026-09-09 20:52:53
0
To see more videos from user @greenn183, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap,  penuh tekanan, dan membuatku sering menangis terisak sendirian di sudut kamar seusai lelah banting tulang, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sudah sangat capek dan lelah luar biasa harus merawat suamiku yang hipertensinya tak kunjung sembuh, sementara aku juga harus banting tulang mencari nafkah sendirian untuk menggantikannya. Beban hidup ini rasanya terlalu berat untuk kupikul seorang diri di pundakku. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali suamiku pulang kerja dengan muka pusing, ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles.  Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang dia tumpuk tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Suamiku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istrinya,  ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan badannya kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh tekanan, dan membuatku sering menangis terisak sendirian di sudut kamar seusai lelah banting tulang, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sudah sangat capek dan lelah luar biasa harus merawat suamiku yang hipertensinya tak kunjung sembuh, sementara aku juga harus banting tulang mencari nafkah sendirian untuk menggantikannya. Beban hidup ini rasanya terlalu berat untuk kupikul seorang diri di pundakku. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali suamiku pulang kerja dengan muka pusing, ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang dia tumpuk tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Suamiku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istrinya, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan badannya kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Bapak mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisiknya lumpuh, dan butuh pengobatan serta perawatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Rumah tangga kami berubah jadi penjara penderitaan: suami terbaring sakit menahun yang tak kunjung sembuh, tabungan ludes tak bersisa, dan aku harus banting tulang menggantikannya mencari uang di tengah keputusasaan yang luar biasa berat. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu kami begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kerja keras, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang tersiksa seumur hidup, tapi isi dompet, masa depan, keutuhan rumah tangga, dan kewarasan kita ikut dihancurkan tak bersisa. #darahtinggi #viral #fyp #hipertensi #tekanandarahtinggi

About