@achakzai816:

KING=¶رئیس
KING=¶رئیس
Open In TikTok:
Region: PK
Wednesday 09 September 2026 04:12:47 GMT
136
33
8
0

Music

Download

Comments

bado.malang
🫣بیدوملنگ عبیرحاکسار🫵323 :
🥰🥰🥰
2026-09-18 06:34:50
0
khanafghan9061
khanafghan90610 :
❤️❤️❤️
2026-09-09 04:55:22
1
amin.ullah1523
Amin Ullah :
🥰🥰🥰
2026-09-14 18:06:06
0
qudratkhan1918gmail
qudratkhan :
🥰🥰🥰
2026-09-14 12:23:31
0
abdul.kabeer8387
Abdul Kabeer838 :
💖💖💖
2026-09-10 21:23:32
0
qk.achakzai98
QK ACHAKZAI 👑 :
🥰🥰🥰
2026-09-09 04:33:05
1
To see more videos from user @achakzai816, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Taizong dari Tang — Kaisar yang Menaklukkan Diri Sendiri Di tengah runtuhnya dunia lama dan lahirnya tatanan baru, berdirilah seorang pria bernama Li Shimin. Ia bukan hanya putra seorang pendiri dinasti, tetapi juga arsitek kejayaan yang akan dikenang berabad-abad. Sebagai pangeran, Li Shimin tumbuh di tengah perang dan strategi. Ia bukan tipe yang hanya duduk di balik istana — ia turun langsung ke medan tempur, memimpin pasukan, membaca arah angin, dan mengubah kekacauan menjadi kemenangan. Dalam pertempuran, ia cepat dan tegas; dalam berpikir, ia dalam dan terukur. Namun jalan menuju takhta tidaklah bersih. Dalam peristiwa yang kelam di Insiden Gerbang Xuanwu, ia mengambil keputusan yang mengubah segalanya — menggulingkan saudaranya sendiri demi mengamankan masa depan kekuasaan. Itu bukan pilihan yang ringan, dan bayangannya tak pernah benar-benar hilang. Setelah menjadi kaisar, ia dikenal sebagai Emperor Taizong of Tang, seorang penguasa yang tidak hanya kuat, tetapi juga mau mendengar. Ia menerima kritik dari para penasihatnya, terutama dari Wei Zheng, yang sering berbicara jujur tanpa takut. Taizong tidak marah — ia justru menghargainya, karena ia tahu: kaisar yang menolak kritik sedang berjalan menuju kejatuhan. Di bawah kepemimpinannya, Dinasti Tang mencapai salah satu masa paling makmur dan stabil. Hukum diperbaiki, rakyat diberi ruang untuk hidup lebih baik, dan kekaisaran menjadi pusat budaya serta kekuatan yang disegani. Taizong pernah berkata bahwa seorang penguasa harus melihat dirinya melalui tiga cermin: sejarah, orang lain, dan dirinya sendiri. Dari situlah ia belajar — bahwa kemenangan terbesar bukanlah menaklukkan musuh, melainkan mengendalikan kekuasaan dalam dirinya. Kutipan terkenal Taizong: “Gunakan tembaga sebagai cermin untuk merapikan pakaian, gunakan sejarah sebagai cermin untuk memahami naik turunnya, dan gunakan manusia sebagai cermin untuk mengetahui benar dan salah.” Ia bukan kaisar tanpa noda. Tapi justru dari situlah ia menjadi besar — karena ia tidak hanya membangun kerajaan, tetapi juga berusaha membangun dirinya sendiri. #taizongoftang #lishimin #tangdynasty #History #chineshistory
Taizong dari Tang — Kaisar yang Menaklukkan Diri Sendiri Di tengah runtuhnya dunia lama dan lahirnya tatanan baru, berdirilah seorang pria bernama Li Shimin. Ia bukan hanya putra seorang pendiri dinasti, tetapi juga arsitek kejayaan yang akan dikenang berabad-abad. Sebagai pangeran, Li Shimin tumbuh di tengah perang dan strategi. Ia bukan tipe yang hanya duduk di balik istana — ia turun langsung ke medan tempur, memimpin pasukan, membaca arah angin, dan mengubah kekacauan menjadi kemenangan. Dalam pertempuran, ia cepat dan tegas; dalam berpikir, ia dalam dan terukur. Namun jalan menuju takhta tidaklah bersih. Dalam peristiwa yang kelam di Insiden Gerbang Xuanwu, ia mengambil keputusan yang mengubah segalanya — menggulingkan saudaranya sendiri demi mengamankan masa depan kekuasaan. Itu bukan pilihan yang ringan, dan bayangannya tak pernah benar-benar hilang. Setelah menjadi kaisar, ia dikenal sebagai Emperor Taizong of Tang, seorang penguasa yang tidak hanya kuat, tetapi juga mau mendengar. Ia menerima kritik dari para penasihatnya, terutama dari Wei Zheng, yang sering berbicara jujur tanpa takut. Taizong tidak marah — ia justru menghargainya, karena ia tahu: kaisar yang menolak kritik sedang berjalan menuju kejatuhan. Di bawah kepemimpinannya, Dinasti Tang mencapai salah satu masa paling makmur dan stabil. Hukum diperbaiki, rakyat diberi ruang untuk hidup lebih baik, dan kekaisaran menjadi pusat budaya serta kekuatan yang disegani. Taizong pernah berkata bahwa seorang penguasa harus melihat dirinya melalui tiga cermin: sejarah, orang lain, dan dirinya sendiri. Dari situlah ia belajar — bahwa kemenangan terbesar bukanlah menaklukkan musuh, melainkan mengendalikan kekuasaan dalam dirinya. Kutipan terkenal Taizong: “Gunakan tembaga sebagai cermin untuk merapikan pakaian, gunakan sejarah sebagai cermin untuk memahami naik turunnya, dan gunakan manusia sebagai cermin untuk mengetahui benar dan salah.” Ia bukan kaisar tanpa noda. Tapi justru dari situlah ia menjadi besar — karena ia tidak hanya membangun kerajaan, tetapi juga berusaha membangun dirinya sendiri. #taizongoftang #lishimin #tangdynasty #History #chineshistory

About