@koranseruya: VIDEO News Ancaman Bencana Alam Besar Intai Luwu Akibat Tambang Emas Ilegal di Bajo Barat, Siapa Peduli? BAJO BARAT--Aktivitas tambang emas ilegal atau PETI di beberapa desa di Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, ternyata belum berhenti total. Meski sudah ditertibkan aparat Kepolisian belum lama ini, aktivitas tambang emas ilegal rupanya belum berakhir. Sejumlah oknum penambang liar masih mengeruk emas di lahan yang ada di daerah itu, salah satunya di Desa Marinding, saat malam hari. Aparat Kepolisian dan pihak berwenang lainnya tampaknya tidak bisa berkutik. Terutama Polres Luwu. Padahal, atas inisiasi Bupati Luwu, H. Patahudding, pemerintah daerah Luwu telah menggelar pertemuan bersama jajaran Forkopimda, DPRD Luwu, serta instansi terkait. Dan diketahui bersama, pertemuan itu menghasilkan kesepakatan bersama untuk menghentikan aktivitas pertambangan emas ilegal. Pemerintah daerah kemudian mengeluarkan surat resmi yang berisi imbauan tegas agar aktivitas tambang ilegal segera dihentikan. Para pelaku diberikan waktu dua hari sejak surat tersebut dikeluarkan untuk meninggalkan lokasi dan menghentikan kegiatan pertambangan. Peringatan itu sekaligus menjadi batas sebelum pemerintah bersama aparat dan instansi terkait melakukan penertiban. Hari ini, Senin (24/8/2026), menjadi momentum yang ditunggu masyarakat. Apakah aktivitas tambang ilegal benar-benar berhenti atau justru masih ditemukan kegiatan pengerukan di kawasan tersebut. Penambangan ilegal bukan hanya persoalan siapa yang mendapatkan emas paling banyak. Ada persoalan lingkungan yang jauh lebih panjang di belakangnya. Apalagi saat ini, Sungai Suso bukan sekadar aliran air bagi masyarakat Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu. Di balik alirannya, ada kehidupan, lahan warga, dan lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Aktivitas penambangan emas ilegal yang menggunakan alat berat membuat kawasan sungai dan lahan di sekitarnya mengalami kerusakan. Sejumlah unggahan warga di media sosial memperlihatkan kondisi aliran Sungai Suso yang memprihatinkan. Material tanah dikeruk, badan sungai berubah, sementara lingkungan di sekitarnya ikut terdampak. Di balik aktivitas tersebut, ada kepentingan ekonomi yang besar. Emas menjadi sesuatu yang diburu. Tetapi ketika pencarian emas dilakukan dengan cara-cara ilegal dan menggunakan alat berat, lingkunganlah yang harus membayar mahal. Kondisi ini memantik keprihatinan warga dan aktivis lingkungan. Mereka mempertanyakan sampai kapan kerusakan tersebut dibiarkan berlangsung. "Hancur...... betul-betul hancur Sungai Suso. Sekarang terserah masyarakat Bajo Barat dan sekitarnya. Pilihan ada di kita semua. Silakan pikir matang-matang semuanya, apakah kita biarkan berlanjut tapi terima dampak dan risiko ke depannya,” tulis salah satu warga Bajo di akun media sosialnya. Kalimat tersebut bukan sekadar keluhan. Ia menjadi gambaran kegelisahan masyarakat yang melihat perubahan lingkungan di depan mata. Kini, bekas-bekas galian tambang ilegal menganga di Bajo Barat, kondisi tersebut sangat rawan mendatangkan bencana alam. Kalau tidak ditegasi, aktivitas perusakan alam akan terus berlangsung hingga bencana alam besar melululantakan Bajo Barat dan sekitarnya. Semoga tidak!! (***) #luwu
KoranSeruya
Region: ID
Wednesday 09 September 2026 05:36:15 GMT
Music
Download
Comments
巴哈尔 🐔 :
Siap siap sja musim hujan mengungsi
2026-09-09 06:29:48
5
Uccy pikes :
sya dengar ada perjanjiannya sama yg punya lahan,nnti KLO suda di tambang di tutu kembali,,
cuman jdi pertanyaan,bgaimna mereka mau timbun kembali KLO ini media soroti terus
2026-09-10 01:57:46
3
Cabba :
klw suda Bgni siapa yg bertanggung jawab???
2026-09-09 07:03:49
1
🫶🏻✓A°SulSel✓🫶🏻 :
harusnya di beri ketegasan
2026-09-11 09:19:23
0
Mawan Nurdin :
dari atas kaki Latimojong smpai hilir tapi yg tersorot cuma Bajo barat
2026-09-09 11:23:59
2
Asdar Suli :
bukan Bajo barat saja yg terancam klau musim penghujan. Daerah hilir juga pasti akan kena dampaknya
2026-09-09 15:30:31
0
hanip :
bagaimana kalau musim hujan yg di masmindo
2026-09-09 13:44:02
1
Nuansa bening :
terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor berarti diakibatkan karna ulah manusia itu sendiri ya
2026-09-11 11:04:41
0
black cobra 😎 :
yang di kuatir kan Saat musim hujan tiba kalau terjadi 2 hari atau 3 hari hujan ta reda kira2 apa yg terjadi kota Belopa & sekitar nya bos Q 🤦🤦😔🙏
2026-09-11 01:08:13
0
Zuhry sear :
Semoga semua dalam lindungan Tuhan
2026-09-09 12:08:03
2
DP 4564 RT :
musim kemarau kasian warga yg dibawah mau mandi dan mencuci di sungai keruh airnya😭
2026-09-11 14:57:31
0
Bangzett🐉 :
bahayaa ini
2026-09-10 14:13:04
0
pengagung rahasia 124@ :
sekali kali tambang yg ada di Rante Balla di posting
2026-09-09 14:58:35
1
PATTAI_NEWS :
up
2026-09-09 06:24:49
0
𝔂𝓲𝓷 𝔂𝓾𝓮 🌙 :
manusia hanya memikirkan hasilnya namun tidak pada dampak yang akan terjadi😫
2026-09-09 13:42:56
1
rwmna0 :
ohhh
2026-09-09 05:50:14
0
Amdal :
tenang kalau sdah kejadian nnti masyarakat petani yg di s4lahkan
2026-09-09 10:35:01
0
Arsyanendra :
dimana-mana itu namanya tambang C(ilegal) pasti merusak
2026-09-09 08:27:39
5
Azman marola :
jangan menangis nanti klau kenak bencana.karna GK ada yang peduli alam.
2026-09-09 07:38:20
1
Harianto Ktbrian :
lumayan buat kolam renang gratis ya kan bolooo
2026-09-09 05:49:11
1
ridone 75 :
semoga hujan turun..hahaha..perusak alam dgn dalih hanya untuk mkn...nah itu sewa alat..
2026-09-12 01:24:35
0
Janda 1 anak :
Dari sekian lama beroperasi baru skg di sorot hhhhhh
2026-09-11 08:55:42
0
𝘐𝘕𝘋𝘙A L :
ini mi nanti kasi tenggelam belopa.🤪
2026-09-10 09:05:12
0
Arief Agus :
kota Belopa di timbun lumpur,rusak sawah mata pencarian petani.ciako p
2026-09-09 09:07:01
0
To see more videos from user @koranseruya, please go to the Tikwm
homepage.