@sahabatsurga99: Penolakan terhadap kewajiban militer kembali memicu aksi massa warga Yahudi ultra-Ortodoks atau Haredi di Yerusalem pada Kamis malam, 30 Juli 2026. Puluhan demonstran yang sebelumnya mengikuti konvoi dan pawai dari Beit Shemesh menuju Kikar HaShabbat terlihat mengejar serta melempari petugas Polisi Perbatasan dan tiga tentara yang disebut berasal dari Batalion Netzah Yehuda. Massa juga meneriakkan “Nazi” dan meminta petugas meninggalkan kawasan tersebut. Aksi tersebut merupakan bagian dari protes terhadap penahanan 63 orang yang dituduh terlibat dalam kerusuhan sebelumnya terkait penolakan wajib militer. Insiden ini kembali memperlihatkan kuatnya penolakan sebagian kelompok Haredi terhadap kewajiban masuk militer Israel, sekaligus memunculkan kericuhan ketika demonstrasi berujung pengejaran dan pelemparan benda kepada aparat serta tentara. Sumber : Times of Israel, The Jerusalem Post #SahabatSurga