@wafadarmalang03: حیران یم چی سہ وکم ۔دی ژوند زرہ زرہ کم #@شاعر صابر جان #@👑MALANG🥀BACHA🖤 #💔🖤❤️‍

MK💔🖤
MK💔🖤
Open In TikTok:
Region: PK
Wednesday 09 September 2026 10:42:01 GMT
335
114
24
66

Music

Download

Comments

user1195392439374
Qadeerkhannoorzai :
🥰🥰🥰
2026-09-09 21:21:49
0
idreesbacha881
👑 KinG Chief , 7 🚩 :
🥰🥰🥰
2026-09-09 21:07:47
0
idreesbacha881
👑 KinG Chief , 7 🚩 :
❤️❤️❤️
2026-09-09 21:07:46
0
sattar.jani4
➔🆂ᎪᏆᏆᎪᏒ jᎪᏁᎥ𓅓 :
🥰🥰🥰
2026-09-09 20:23:38
0
rafi_khan.5
🫡ارمــانــی RK 🫀 :
❤️❤️❤️
2026-09-09 19:39:51
0
asmat.khan0488
Asmat Khan :
🥰🥰🥰
2026-09-09 19:23:44
0
quetta.quetta75
Quetta Quetta :
🥰🥰🥰
2026-09-09 18:46:57
0
wali__bacha6
wali__Bacha :
✌️✌️✌️
2026-09-09 18:42:13
0
user304647556
جان محمد جلیل :
🥰🥰🥰
2026-09-09 18:08:09
0
anidin.khan4
ملنگ با۔چا :
🥰🥰🥰
2026-09-09 17:37:05
0
raesamnet511_
☝🏻رایس امنیت ☠️🔥 :
🥰🥰🥰
2026-09-09 16:48:02
0
tnhaba4
Ň👁kجّ آنِآنِ 🥺 :
🥰🥰🥰
2026-09-09 16:15:45
0
tnhaba4
Ň👁kجّ آنِآنِ 🥺 :
👑👑👑
2026-09-09 16:15:43
0
addul.qadar
خان ٹائپسٹ :
💖💖💖
2026-09-09 15:46:53
0
haroon.khan7664
HAroon Khan :
🥰🥰🥰
2026-09-09 15:28:28
0
k.a.k.a.r_8.0.4
🖤 تور_کاکڑ 🖤 :
❤️❤️❤️
2026-09-09 14:28:19
0
naseebjaan1286
naseebjaan1286 :
[Perfect score][Perfect score][Perfect score]
2026-09-09 12:15:56
0
allah.nazar547
Allah Nazar :
🥰🥰🥰
2026-09-09 12:04:07
0
javeed.khillji
𝐣𝐚𝐯𝐞𝐞𝐝 32🔥 :
🥰♥️
2026-09-09 11:33:38
0
itx.bk8
itx.bk.songs.804 🌍 :
❤️❤️❤️
2026-09-09 10:49:09
0
khankhan43535
King King :
🥰🥰🥰
2026-09-09 10:46:15
0
hajimohammad168
حاجی باچا ❤💚👑 :
🥰🥰🥰
2026-09-09 10:45:49
0
afghanafghan3039
❌️♟️قاتل♟️❌️ :
❤️❤️❤️
2026-09-09 10:43:45
0
sarfarazbacha121
ᕦ[𝑺𝑎𝑟𝑓𝑎𝑟𝑧😎[]::::::::> :
🥀🥀🥀
2026-09-10 07:08:56
0
To see more videos from user @wafadarmalang03, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar secara daring pada 9-10 September 2026, setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali terjadi dengan durasi lebih panjang dan arah angin berpotensi membawa abu vulkanik menuju wilayah Lampung. Keputusan tersebut diambil Pemprov Lampung setelah erupsi kembali terjadi pada Selasa (8/9) sore, di tengah kebijakan sebelumnya yang sempat menetapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali dilaksanakan secara tatap muka mulai Rabu (9/9). Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, berdasarkan pemantauan terbaru hingga pukul 18.00 WIB, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Pemprov Lampung terus melakukan pemantauan melalui Pusdalops BPBD Provinsi Lampung bersama PVMBG, BNPB, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. “Sampai saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada level 3. Hari ini, Selasa 8 September 2026, aktivitas erupsi sebenarnya sempat menunjukkan penurunan intensitas dibandingkan 24 jam sebelumnya,” kata Jihan dalam konferensi pers di BPBD Lampung, Selasa (8/9) malam. Jihan menjelaskan, sejak pagi tercatat empat kali erupsi Gunung Anak Krakatau. Erupsi pertama terjadi pukul 05.08 WIB dengan durasi 15 detik, kemudian pukul 05.34 WIB selama 10 detik. Selanjutnya erupsi terjadi pukul 07.49 WIB dengan durasi 19 detik dan pukul 11.34 WIB selama 17 detik. Keempat erupsi tersebut tercatat memiliki durasi kurang dari 20 detik. Namun, kondisi kembali berubah pada Selasa sore. Pada pukul 17.56 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi dengan durasi lebih panjang, yakni 31 detik. Aktivitas tersebut juga terekam seismograf dengan amplitudo sekitar 54 milimeter. “Yang menjadi perhatian kami adalah adanya erupsi susulan yang kemudian durasinya lebih panjang, kemudian arah anginnya menuju wilayah Provinsi Lampung,” ujar Jihan. Berdasarkan pemantauan, arah angin bergerak menuju barat laut dan utara yang mengarah ke wilayah Provinsi Lampung dengan kecepatan rendah hingga sedang. Jihan mengatakan, kondisi angin dapat berubah sewaktu-waktu sehingga arah sebaran abu vulkanik juga dapat berubah. Namun, adanya erupsi susulan dengan durasi lebih panjang serta arah angin yang mengarah ke Lampung menjadi pertimbangan Pemprov Lampung dalam mengambil kebijakan terbaru di sektor pendidikan. “Karena perkembangan terbaru serta mempertimbangkan arah angin yang menuju Provinsi Lampung atau wilayah Lampung dan adanya potensi paparan abu vulkanik kembali, maka kami memutuskan untuk menyesuaikan kembali kebijakan tersebut,” jelas Jihan. Dengan keputusan tersebut, KBM pada Rabu dan Kamis, 9-10 September 2026, tetap dilaksanakan secara daring atau PJJ. Kebijakan tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 100.3.4/14/V.01/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik. Jihan mengakui, keputusan tersebut berubah dari kebijakan yang sebelumnya disampaikan Pemprov Lampung pada Selasa siang. “Kami memahami bahwa keputusan ini berubah dari informasi yang kami sampaikan sebelumnya. Namun, situasi ini diambil karena adanya pertimbangan dari perkembangan situasi yang kami dapatkan,” katanya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico mengatakan, keputusan memperpanjang PJJ diambil dengan mempertimbangkan keselamatan peserta didik. Menurut Thomas, keputusan sebelumnya untuk mengembalikan KBM secara tatap muka diambil setelah aktivitas erupsi yang terpantau pada pagi hingga siang hari relatif singkat. Namun, erupsi yang terjadi pada pukul 17.56 WIB memiliki durasi lebih panjang dan arah angin menuju Lampung. “Pertimbangan pada siang pertama itu erupsinya memang relatif pendek, kurang dari 20 detik. Tapi tadi sore pukul 17.56 ternyata durasinya agak panjang dan arah anginnya menuju Lampung,” kata Thomas. Atas kondisi tersebut, Dinas Pendidikan kemudian memperpanjang pelaksanaan PJJ selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis. (Cha)
Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar secara daring pada 9-10 September 2026, setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali terjadi dengan durasi lebih panjang dan arah angin berpotensi membawa abu vulkanik menuju wilayah Lampung. Keputusan tersebut diambil Pemprov Lampung setelah erupsi kembali terjadi pada Selasa (8/9) sore, di tengah kebijakan sebelumnya yang sempat menetapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali dilaksanakan secara tatap muka mulai Rabu (9/9). Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, berdasarkan pemantauan terbaru hingga pukul 18.00 WIB, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Pemprov Lampung terus melakukan pemantauan melalui Pusdalops BPBD Provinsi Lampung bersama PVMBG, BNPB, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. “Sampai saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada level 3. Hari ini, Selasa 8 September 2026, aktivitas erupsi sebenarnya sempat menunjukkan penurunan intensitas dibandingkan 24 jam sebelumnya,” kata Jihan dalam konferensi pers di BPBD Lampung, Selasa (8/9) malam. Jihan menjelaskan, sejak pagi tercatat empat kali erupsi Gunung Anak Krakatau. Erupsi pertama terjadi pukul 05.08 WIB dengan durasi 15 detik, kemudian pukul 05.34 WIB selama 10 detik. Selanjutnya erupsi terjadi pukul 07.49 WIB dengan durasi 19 detik dan pukul 11.34 WIB selama 17 detik. Keempat erupsi tersebut tercatat memiliki durasi kurang dari 20 detik. Namun, kondisi kembali berubah pada Selasa sore. Pada pukul 17.56 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi dengan durasi lebih panjang, yakni 31 detik. Aktivitas tersebut juga terekam seismograf dengan amplitudo sekitar 54 milimeter. “Yang menjadi perhatian kami adalah adanya erupsi susulan yang kemudian durasinya lebih panjang, kemudian arah anginnya menuju wilayah Provinsi Lampung,” ujar Jihan. Berdasarkan pemantauan, arah angin bergerak menuju barat laut dan utara yang mengarah ke wilayah Provinsi Lampung dengan kecepatan rendah hingga sedang. Jihan mengatakan, kondisi angin dapat berubah sewaktu-waktu sehingga arah sebaran abu vulkanik juga dapat berubah. Namun, adanya erupsi susulan dengan durasi lebih panjang serta arah angin yang mengarah ke Lampung menjadi pertimbangan Pemprov Lampung dalam mengambil kebijakan terbaru di sektor pendidikan. “Karena perkembangan terbaru serta mempertimbangkan arah angin yang menuju Provinsi Lampung atau wilayah Lampung dan adanya potensi paparan abu vulkanik kembali, maka kami memutuskan untuk menyesuaikan kembali kebijakan tersebut,” jelas Jihan. Dengan keputusan tersebut, KBM pada Rabu dan Kamis, 9-10 September 2026, tetap dilaksanakan secara daring atau PJJ. Kebijakan tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 100.3.4/14/V.01/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik. Jihan mengakui, keputusan tersebut berubah dari kebijakan yang sebelumnya disampaikan Pemprov Lampung pada Selasa siang. “Kami memahami bahwa keputusan ini berubah dari informasi yang kami sampaikan sebelumnya. Namun, situasi ini diambil karena adanya pertimbangan dari perkembangan situasi yang kami dapatkan,” katanya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico mengatakan, keputusan memperpanjang PJJ diambil dengan mempertimbangkan keselamatan peserta didik. Menurut Thomas, keputusan sebelumnya untuk mengembalikan KBM secara tatap muka diambil setelah aktivitas erupsi yang terpantau pada pagi hingga siang hari relatif singkat. Namun, erupsi yang terjadi pada pukul 17.56 WIB memiliki durasi lebih panjang dan arah angin menuju Lampung. “Pertimbangan pada siang pertama itu erupsinya memang relatif pendek, kurang dari 20 detik. Tapi tadi sore pukul 17.56 ternyata durasinya agak panjang dan arah anginnya menuju Lampung,” kata Thomas. Atas kondisi tersebut, Dinas Pendidikan kemudian memperpanjang pelaksanaan PJJ selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis. (Cha)

About