@tumu_japanfood: 新潟名物の新食感が楽しい”ぽっぽ焼” 新潟で長年愛されるもちもちで新食感の新潟のおやつ。 黒砂糖と小麦粉を混ぜて、職人が手早く、細長く焼いたぽっぽ焼は焼きたてはモチモチで時間が経ってもしっとりと本当に美味しかったので新潟に来た際は是非。 📍さんぽ甘/新潟 🏠住所:新潟県新潟市中央区南笹口2-7-1 🚃 最寄駅: 新潟駅から徒歩760メートル ⏰営業時間:11:00-18:00 🗓️ 月定休日 ———————— #新潟グルメ #japanesefood #tiktokfod

つむグルメ[JAPAN FOOD]
つむグルメ[JAPAN FOOD]
Open In TikTok:
Region: JP
Wednesday 09 September 2026 13:07:11 GMT
138484
3914
25
133

Music

Download

Comments

qwps62
Aislinn :
I’m always curious about what makes someone unique. 😂
2026-09-10 04:19:32
0
neitan0006
お姉ちゃん🐱🧡 :
ここのは美味しいから大好きです😊
2026-09-09 14:09:48
2
satop0316
さとぴ🐶🦄 :
食べてみたいなぁ🤤
2026-09-09 16:22:28
5
whtwrngabtme
獅子座 :
in Indonesia we call pukis
2026-09-10 04:33:40
1
akari.k.3
akari.k.love :
揚ポッポも美味しくて好きです😍
2026-09-10 05:57:02
0
user4920258196188
봉봉이 :
美味しそう!💕
2026-09-09 14:34:21
2
jairoandresmartin1
Jairo Andres Martine :
2026-09-09 21:09:01
1
yyy_uck
さるるん :
何味?棒状のホットケーキ的な🥞?
2026-09-10 06:03:01
0
user2162622838275
レモンティー :
ぽっぽ焼懐かしい✨
2026-09-10 04:33:52
0
erl4ndbxi
𝗟𝗮𝗽𝗶𝘇𝘇💙🌊 :
2026-09-10 00:46:02
0
gelaris124
GEL🅰️RIS :
اول
2026-09-09 13:21:05
2
user69792528858735
まさわたあめ :
美味しそう😋
2026-09-09 15:52:06
1
user9178384218228
스카이루비 :
일본나라 음식이나 맛있게다
2026-09-10 02:53:38
0
bevuild
Vallerie :
long pukis .. ceuk aku mah 😁
2026-09-10 02:38:34
0
ide4616
Hide :
😳😳😳
2026-09-10 01:47:12
0
yves371849
yves371849 :
🤩🤩🤩
2026-09-10 05:26:59
0
To see more videos from user @tumu_japanfood, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

# Wajah Kamu Ternyata Bisa Jadi Aset di Era AI Pagi ini saya menemukan sesuatu yang menurut saya cukup mengejutkan. Di Indonesia sekarang mulai muncul platform aset wajah yang mempertemukan pemilik wajah asli dengan perusahaan yang membutuhkan lisensi penggunaan wajah untuk kebutuhan AI, iklan, e-commerce, media sosial, dan pembuatan konten. Sederhananya begini: *Wajah kamu ternyata sekarang bisa menghasilkan uang, mirip seperti selebriti yang dibayar karena wajahnya dipakai untuk iklan.* Dulu kita selalu berpikir yang bisa menghasilkan uang dari wajah cuma artis, model, influencer, atau orang terkenal. Tapi sekarang situasinya mulai berubah. Di era AI, justru wajah orang biasa mulai punya nilai baru. Kenapa? Karena orang sudah mulai capek lihat wajah AI yang terlalu sempurna. Kulitnya terlalu mulus. Mukanya terlalu simetris. Senyumnya terlalu rapi. Lama-lama orang langsung tahu: “Ah, ini pasti AI.” Masalahnya, sekarang makin banyak perusahaan AI, agency, perusahaan e-commerce, media company, sampai content creator yang butuh wajah manusia asli untuk bikin konten mereka terasa lebih natural dan lebih dipercaya. Mereka butuh wajah anak muda. Butuh ibu rumah tangga. Butuh bapak-bapak. Butuh orang tua. Butuh pekerja kantoran. Butuh pedagang. Butuh perempuan berhijab. Butuh wajah orang Indonesia yang benar-benar terlihat seperti orang Indonesia. Dan yang menarik, mereka tidak selalu mencari orang yang paling cantik atau paling ganteng. Kadang justru yang dicari adalah wajah yang terasa biasa, natural, relatable, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena untuk konten komersial, yang dibutuhkan bukan cuma wajah bagus. Yang dibutuhkan adalah wajah yang bikin orang percaya. ## Jadi, apakah wajah kita dijual? Bukan. Konsepnya bukan jual wajah. Yang sebenarnya terjadi adalah *memberikan izin atau lisensi penggunaan wajah*. Artinya, pemilik wajah tetap punya hak atas dirinya sendiri. Kalau ada perusahaan yang ingin memakai wajah tersebut untuk AI, iklan, konten, atau kebutuhan komersial lainnya, mereka harus mendapatkan izin sesuai aturan yang sudah disepakati. Misalnya: dipakai untuk apa, berapa lama, dipakai di negara mana, dipakai di platform apa, boleh atau tidak dipakai untuk iklan, boleh atau tidak wajahnya dimodifikasi, dan berapa bayaran yang diterima pemilik wajah. Jadi konsepnya mirip seperti artis yang memberikan hak penggunaan wajah untuk sebuah brand. Bedanya, sekarang orang biasa juga mulai punya kesempatan yang sama. ## Nilai wajah orang biasa ternyata bisa cukup tinggi Menurut informasi yang ditawarkan di pasar seperti ini, nilai lisensi wajah bisa berbeda-beda tergantung kebutuhan perusahaan, lama penggunaan, jenis penggunaan, dan seberapa cocok wajah tersebut dengan kebutuhan pasar. Dalam kondisi tertentu, nilai kompensasinya bahkan bisa berada di kisaran: *Rp1 juta sampai Rp20 juta per bulan.* Tentu saja bukan berarti semua orang upload foto lalu otomatis dapat Rp20 juta setiap bulan. Tidak seperti itu. Tetap tergantung apakah ada perusahaan yang tertarik, seberapa sering wajah tersebut digunakan, dan jenis lisensi yang diminta. Tapi yang menarik bukan cuma soal angkanya. Yang lebih penting adalah perubahan pola pikirnya. Dulu wajah orang biasa dianggap tidak punya nilai komersial. Sekarang wajah itu mulai bisa dihitung sebagai aset digital. ## Kenapa perusahaan tidak pakai wajah AI gratis saja? Sekilas memang lebih gampang bikin wajah AI. Tinggal ketik prompt, beberapa detik kemudian sudah keluar wajah cantik atau ganteng. Tapi masalahnya justru ada di situ. Sekarang semua orang bisa bikin wajah AI. Karena terlalu gampang dibuat, wajah AI generik malah jadi tidak terlalu spesial. Sementara perusahaan mulai mencari sesuatu yang lebih penting: *wajah manusia asli yang memang punya izin penggunaan yang jelas.* Untuk bisnis, ini penting sekali. Perusahaan perlu tahu: wajah ini milik siapa, orangnya benar-benar setuju atau tidak, boleh dipakai untuk ap
# Wajah Kamu Ternyata Bisa Jadi Aset di Era AI Pagi ini saya menemukan sesuatu yang menurut saya cukup mengejutkan. Di Indonesia sekarang mulai muncul platform aset wajah yang mempertemukan pemilik wajah asli dengan perusahaan yang membutuhkan lisensi penggunaan wajah untuk kebutuhan AI, iklan, e-commerce, media sosial, dan pembuatan konten. Sederhananya begini: *Wajah kamu ternyata sekarang bisa menghasilkan uang, mirip seperti selebriti yang dibayar karena wajahnya dipakai untuk iklan.* Dulu kita selalu berpikir yang bisa menghasilkan uang dari wajah cuma artis, model, influencer, atau orang terkenal. Tapi sekarang situasinya mulai berubah. Di era AI, justru wajah orang biasa mulai punya nilai baru. Kenapa? Karena orang sudah mulai capek lihat wajah AI yang terlalu sempurna. Kulitnya terlalu mulus. Mukanya terlalu simetris. Senyumnya terlalu rapi. Lama-lama orang langsung tahu: “Ah, ini pasti AI.” Masalahnya, sekarang makin banyak perusahaan AI, agency, perusahaan e-commerce, media company, sampai content creator yang butuh wajah manusia asli untuk bikin konten mereka terasa lebih natural dan lebih dipercaya. Mereka butuh wajah anak muda. Butuh ibu rumah tangga. Butuh bapak-bapak. Butuh orang tua. Butuh pekerja kantoran. Butuh pedagang. Butuh perempuan berhijab. Butuh wajah orang Indonesia yang benar-benar terlihat seperti orang Indonesia. Dan yang menarik, mereka tidak selalu mencari orang yang paling cantik atau paling ganteng. Kadang justru yang dicari adalah wajah yang terasa biasa, natural, relatable, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena untuk konten komersial, yang dibutuhkan bukan cuma wajah bagus. Yang dibutuhkan adalah wajah yang bikin orang percaya. ## Jadi, apakah wajah kita dijual? Bukan. Konsepnya bukan jual wajah. Yang sebenarnya terjadi adalah *memberikan izin atau lisensi penggunaan wajah*. Artinya, pemilik wajah tetap punya hak atas dirinya sendiri. Kalau ada perusahaan yang ingin memakai wajah tersebut untuk AI, iklan, konten, atau kebutuhan komersial lainnya, mereka harus mendapatkan izin sesuai aturan yang sudah disepakati. Misalnya: dipakai untuk apa, berapa lama, dipakai di negara mana, dipakai di platform apa, boleh atau tidak dipakai untuk iklan, boleh atau tidak wajahnya dimodifikasi, dan berapa bayaran yang diterima pemilik wajah. Jadi konsepnya mirip seperti artis yang memberikan hak penggunaan wajah untuk sebuah brand. Bedanya, sekarang orang biasa juga mulai punya kesempatan yang sama. ## Nilai wajah orang biasa ternyata bisa cukup tinggi Menurut informasi yang ditawarkan di pasar seperti ini, nilai lisensi wajah bisa berbeda-beda tergantung kebutuhan perusahaan, lama penggunaan, jenis penggunaan, dan seberapa cocok wajah tersebut dengan kebutuhan pasar. Dalam kondisi tertentu, nilai kompensasinya bahkan bisa berada di kisaran: *Rp1 juta sampai Rp20 juta per bulan.* Tentu saja bukan berarti semua orang upload foto lalu otomatis dapat Rp20 juta setiap bulan. Tidak seperti itu. Tetap tergantung apakah ada perusahaan yang tertarik, seberapa sering wajah tersebut digunakan, dan jenis lisensi yang diminta. Tapi yang menarik bukan cuma soal angkanya. Yang lebih penting adalah perubahan pola pikirnya. Dulu wajah orang biasa dianggap tidak punya nilai komersial. Sekarang wajah itu mulai bisa dihitung sebagai aset digital. ## Kenapa perusahaan tidak pakai wajah AI gratis saja? Sekilas memang lebih gampang bikin wajah AI. Tinggal ketik prompt, beberapa detik kemudian sudah keluar wajah cantik atau ganteng. Tapi masalahnya justru ada di situ. Sekarang semua orang bisa bikin wajah AI. Karena terlalu gampang dibuat, wajah AI generik malah jadi tidak terlalu spesial. Sementara perusahaan mulai mencari sesuatu yang lebih penting: *wajah manusia asli yang memang punya izin penggunaan yang jelas.* Untuk bisnis, ini penting sekali. Perusahaan perlu tahu: wajah ini milik siapa, orangnya benar-benar setuju atau tidak, boleh dipakai untuk ap

About