@soapslibrary: |they way that they are in the edit is how long their book series (in my head) are and how they would be published. (I have no agent and no contract so im allowed an imaginary concept) Claire’s would be first and the longest, she would be the intro of the world and the realms. She is also the longest of the group to be in the realms and her book series would be six books long. Karina is next with five books in her own series. She would be going to a world that is briefly touched on in Claire’s books (interconnected I know) and how that realm is different to the others. Scarlett is the last with the shortest of them all with a duology. She would be the last piece of the puzzle as she would show a different side of the realms than the other two. Instead of trying to survive the outdoors and monsters, she will be trying to survive something worse: royal society| I see the jeans in Claire’s photos every time I make a TikTok, and it makes me want to make those jeans but in cross stitch sidebar, I really want the sliver star tickets, please liv!! overlay: @Joverlays ✨ #oliviarodrigo #BookTok #writing #taylorswift #romance

soap
soap
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 09 September 2026 15:45:11 GMT
1267
203
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @soapslibrary, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

USS Bunker Hill (CV-17) seperti biasa yang mau gabung margaku DM aja Sejarah & Peran di Perang Dunia II ​Bunker Hill mulai bertugas pada pertengahan 1943 dan menjadi kapal bendera (flagship) bagi Laksamana Marc Mitscher, komandan Task Force 58 (gugus tugas kapal induk cepat AS). ​Pencapaian Tempur: Pesawat-pesawat dari Bunker Hill terlibat aktif dalam kampanye besar Pasifik, seperti penyerangan ke pangkalan militer Jepang di Rabaul, Pertempuran Tarawa, Pertempuran Laut Filipina, serta serangan udara ke daratan Okinawa dan Tokyo. ​Menenggelamkan Yamato: Sama seperti Yorktown, Intrepid, dan Hornet, grup udara Bunker Hill ikut berpartisipasi meluncurkan bom dan torpedo yang menenggelamkan kapal tempur raksasa Jepang, Yamato, pada April 1945.Neraka Kamikaze Ganda di Okinawa (11 Mei 1945) ​Peristiwa paling tragis dalam sejarah USS Bunker Hill terjadi saat mendukung invasi ke Okinawa: ​Serangan Dua Pesawat Kamikaze: Dalam rentang waktu hanya 30 detik, dua pesawat pejuang-pembom A6M Zero milik Jepang menukik tajam secara beruntun menerobos pertahanan antipesawat dan menabrak dek Bunker Hill. ​Ledakan Dahsyat: Bom yang dibawa kedua pesawat tembus ke dek hangar dan memicu ledakan berantai dari pesawat-pesawat AS yang sedang diisi bahan bakar serta amunisi. ​Kebakaran Beracun: Asap tebal berisi racun menyebar ke seluruh lorong-lorong bawah dek. Kebakaran berlangsung berjam-jam, membakar ratusan prajurit yang terjebak di dalam kapal. ​Korban Jiwa: Serangan ini memakan korban 389 prajurit tewas/hilang dan 264 luka-luka. Ini merupakan salah satu jumlah korban jiwa terbesar dalam satu serangan Kamikaze selama Perang Dunia II.Meskipun menderita kerusakan fatal dan kehilangan kemampuan tempur, kontrol kerusakan (damage control) kru kapal berhasil mengendalikan api dan menyelamatkan Bunker Hill dari tenggelam. ​Nasib Pasca-Perang ​Bunker Hill berlayar sendiri kembali ke galangan kapal Bremerton, Washington, untuk perbaikan total. ​Perbaikan baru selesai persis ketika Jepang menyerah pada Agustus 1945. Kapal ini kemudian dipakai dalam Operation Magic Carpet untuk menjemput ribuan tentara AS dari Pasifik kembali ke tanah air. ​Tidak seperti saudara-saudaranya yang dimodifikasi untuk era pesawat jet (seperti Yorktown atau Intrepid), kerangka dan struktur Bunker Hill dianggap sudah terlalu rentan akibat dampak kebakaran hebat tahun 1945. ​Kapal ini dinonaktifkan pada tahun 1947 dan tetap menjadi kapal cadangan selama puluhan tahun, hingga akhirnya digunakan sebagai platform uji coba elektronik statis di San Diego sebelum dijual untuk dibongkar menjadi besi tua pada tahun 1973. #AurealisTide #anime #azurlane #sejarahkapal #KELUARGABANGSAWANV4
USS Bunker Hill (CV-17) seperti biasa yang mau gabung margaku DM aja Sejarah & Peran di Perang Dunia II ​Bunker Hill mulai bertugas pada pertengahan 1943 dan menjadi kapal bendera (flagship) bagi Laksamana Marc Mitscher, komandan Task Force 58 (gugus tugas kapal induk cepat AS). ​Pencapaian Tempur: Pesawat-pesawat dari Bunker Hill terlibat aktif dalam kampanye besar Pasifik, seperti penyerangan ke pangkalan militer Jepang di Rabaul, Pertempuran Tarawa, Pertempuran Laut Filipina, serta serangan udara ke daratan Okinawa dan Tokyo. ​Menenggelamkan Yamato: Sama seperti Yorktown, Intrepid, dan Hornet, grup udara Bunker Hill ikut berpartisipasi meluncurkan bom dan torpedo yang menenggelamkan kapal tempur raksasa Jepang, Yamato, pada April 1945.Neraka Kamikaze Ganda di Okinawa (11 Mei 1945) ​Peristiwa paling tragis dalam sejarah USS Bunker Hill terjadi saat mendukung invasi ke Okinawa: ​Serangan Dua Pesawat Kamikaze: Dalam rentang waktu hanya 30 detik, dua pesawat pejuang-pembom A6M Zero milik Jepang menukik tajam secara beruntun menerobos pertahanan antipesawat dan menabrak dek Bunker Hill. ​Ledakan Dahsyat: Bom yang dibawa kedua pesawat tembus ke dek hangar dan memicu ledakan berantai dari pesawat-pesawat AS yang sedang diisi bahan bakar serta amunisi. ​Kebakaran Beracun: Asap tebal berisi racun menyebar ke seluruh lorong-lorong bawah dek. Kebakaran berlangsung berjam-jam, membakar ratusan prajurit yang terjebak di dalam kapal. ​Korban Jiwa: Serangan ini memakan korban 389 prajurit tewas/hilang dan 264 luka-luka. Ini merupakan salah satu jumlah korban jiwa terbesar dalam satu serangan Kamikaze selama Perang Dunia II.Meskipun menderita kerusakan fatal dan kehilangan kemampuan tempur, kontrol kerusakan (damage control) kru kapal berhasil mengendalikan api dan menyelamatkan Bunker Hill dari tenggelam. ​Nasib Pasca-Perang ​Bunker Hill berlayar sendiri kembali ke galangan kapal Bremerton, Washington, untuk perbaikan total. ​Perbaikan baru selesai persis ketika Jepang menyerah pada Agustus 1945. Kapal ini kemudian dipakai dalam Operation Magic Carpet untuk menjemput ribuan tentara AS dari Pasifik kembali ke tanah air. ​Tidak seperti saudara-saudaranya yang dimodifikasi untuk era pesawat jet (seperti Yorktown atau Intrepid), kerangka dan struktur Bunker Hill dianggap sudah terlalu rentan akibat dampak kebakaran hebat tahun 1945. ​Kapal ini dinonaktifkan pada tahun 1947 dan tetap menjadi kapal cadangan selama puluhan tahun, hingga akhirnya digunakan sebagai platform uji coba elektronik statis di San Diego sebelum dijual untuk dibongkar menjadi besi tua pada tahun 1973. #AurealisTide #anime #azurlane #sejarahkapal #KELUARGABANGSAWANV4

About