@abdillahsanad: Kita hidup di era di mana setiap orang memiliki panggung untuk bersuara, dan godaan terbesar kita adalah merasa harus mengoreksi setiap kekeliruan yang melintas di depan mata. Ketika membaca komentar yang tidak masuk akal atau berbeda pandangan, ada dorongan kuat di dalam dada untuk mengetik bantahan panjang, menyusun argumen, dan membuktikan superioritas logika kita. Namun, tanyakan secara jujur ke dalam batinmu: setelah kamu menghabiskan waktu berjam-jam berdebat dan lawan bicaramu tetap tidak peduli, apa yang sebenarnya kamu dapatkan selain rasa lelah, detak jantung yang cepat, dan pikiran yang keruh? Dorongan untuk selalu terlihat benar bukanlah tanda kebijaksanaan. Itu adalah jeritan ego yang haus akan pengakuan dan takut terlihat kalah. Orang yang matang secara batin tidak memiliki kebutuhan untuk memenangkan setiap perdebatan. Ia paham bahwa membiarkan orang lain berada dalam kekeliruannya jauh lebih murah harganya dibanding menukar ketenangan hati demi sebuah kemenangan argumen yang semu. Pilih pertempuranmu dengan bijak. Ketenangan batinmu terlalu suci untuk disiramkan ke dalam api drama yang tidak ada ujungnya. Simpan pesan ini untuk mengingatkanmu menjaga jeda sebelum terpancing berdebat hari ini. #LivingConsciousness #MindfulnessIndonesia #KetenanganBatin #MelepaskanEgo #InnerPeace

Abdillah Sanad
Abdillah Sanad
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 10 September 2026 06:14:02 GMT
27909
1091
38
296

Music

Download

Comments

bundapanji_
bundapanji_ :
kebenaran haruslah disampaikan karena itu slah satu wujud kita sayang karena Allah tp jika kebenaran yg kita sampaikan tidak di indahkan itu hak mereka karena manusia hanya bisa saling mengingatkan sedangkan Hati mereka milik Allah semoga kita termasuk orang2 yg beruntung yaitu orang2 yg selalu mengerjakan kebajikan dan menasehati dlm kebenaran 🤲
2026-09-11 03:08:08
8
mendozet
Slept :
wah... aku bangeettt, berasa melihat diri depan cermin. Terimakasih sdh diingatkan. Seumur-umur baru kali ini melihat VT spt ini....
2026-09-10 12:52:17
2
dailylovedose1
CA :
💯
2026-09-10 09:21:03
1
linda_agustina1
Linda :
terimakasih..
2026-09-10 09:16:17
1
sdh_966
girL378 :
kaya lagi ngmng antara w sama diri w. valid sih
2026-09-10 17:28:47
1
petarung_79
khoir PETARUNG_79 :
ijin post[Berdoa]
2026-09-10 22:36:44
1
shandrawael
Shandra Wael :
Ijin share kak…. Asli keren
2026-09-11 00:31:24
1
lawuhkuno.indones
lawuhkuno.indonesia :
dulu aku gatal menjelaskan ...skrg masa bodo...entahlah ada apa dg diriku...berada di fase malas berdebat..kalau org lain bilang gajah bisa terbang, aku iyain aja
2026-09-11 10:36:10
1
dewiderita
Dwi derita :
menurut aku benar menurut kamu belum tentu
2026-09-11 04:24:09
0
roifellail
Roif :
🥰
2026-09-11 10:41:55
0
saitohajime13
Saito Hajime :
memberi komentar di medsos itu bukan tentang siapa yg paling pintar dan siapa yg terlihat bodoh, tapi lebih kepada mengutarakan pendapat. dan itu sah, jgn cuman diam kalau kalian tahu jawabannya ok
2026-09-11 04:28:02
0
ovie.n
OVIE N :
Saya tidak setuju dengan pandangan Anda. Keputusan untuk meluruskan informasi salah dengan bukti dan pengetahuan adalah langkah yang sangat penting di era digital saat ini.Pandangan bahwa "kebenaran akan menemukan jalannya sendiri" mungkin terdengar bijak, tetapi sering kali tidak realistis di media sosial. Di dunia digital, membiarkan kesalahan tanpa koreksi justru bisa berdampak buruk. Tujuan kita meluruskan informasi adalah untuk mengedukasi publik pembaca, bukan untuk memenangkan debat dengan si pembuat opini salah. Sering kali, orang yang sudah telanjur basah memegang opini keliru akan gengsi dan menyerang balik secara emosional (ad hominem). Jika mereka mulai keras kepala dan tidak bisa diajak berdiskusi secara logis, di titik itulah kita bisa berhenti merespons karena bukti kita sudah terbaca oleh netizen lainnya Informasi salah yang didiamkan akan dianggap sebagai kebenaran karena tidak ada yang menyanggah. Koreksi berbasis bukti membantu orang lain yang membaca agar tidak tersesat oleh informasi keliru. Konsekuensi: Menunggu kebenaran muncul sendiri bisa memakan waktu lama, sementara dampak buruknya sudah terjadi. Seperti yang Anda katakan, jika pendapat salah dibiarkan, orang lain yang kurang paham akan ikut-ikutan. Manusia punya kecenderungan menganggap sesuatu benar jika banyak orang menyetujuinya.Tanggung Jawab Digital: Media sosial adalah ruang publik. Meluruskan kesalahan dengan cara yang baik, berbasis bukti, dan pengetahuan adalah bentuk kepedulian sosial agar ekosistem digital kita menjadi lebih sehat.
2026-09-11 05:10:21
0
e2480991
Khodijah :
semua Orang Merasa " BENAR" disaat memberi pendapat, itu wajar krn HANYA itu yg KAPASITAS yg dia miliki, dan yg Kita sesali adlh Orang yg mempertahankan Doktrin yg dia terima, tanpa di Filter, tanpa bertanya, tanpa ngelihat dr sudut pandang di berbagai ASPEK, itulah yg disebut: EGO, lalu apa yg disebut " KEBENARAN" ?....... KEBENARAN adlh : milik TUHAN, krn YG BENAR hanya TUHAN, dan Ajaran TUHAN ada di dalamnya: MORAL dan AKHLAK, juga ada BELAS KASIH, jadi klw ada Orang yg Mengangap Dirinya BENAR, ada Komunitas/ Ormas yg Merasa BENAR, mk Cek: TINDAKANNYA, apkh ada Unsur MORAL dan AKHLAK serta BELAS KASIH di dalamnya?... sehingga, Membangun perADABAN SOSIAL : KARAKTER- KOMPETEN, dan KEPEDULIAN terhadap NILAI2 KEHIDUPAN?... ingat Hanya TUHAN YG BENAR, dan dgn LANTANG mengatakan " AKULAH JALAN, KEBENARAN dan HIDUP, terimakasih sdh Membaca : KEBENARAN"🙏🙏🙏🙏🙏
2026-09-11 05:49:02
0
buguru_sendu98
Mariana :
Itu yg membuat pada akhirnya orang baik lebih baik diam.. anggapan spt ini yg disebarkan agar kita diam aja ..
2026-09-11 06:54:51
0
user94678485030154
Cukup Tau Diri :
kebenaran akan ditampakkan seiring berjalannya waktu
2026-09-11 07:14:25
0
tarielest
Lesta Arie :
lagi difase ini apakah algoritma membaca nya😳
2026-09-11 07:31:52
0
dmdonbom_
httpbun_room🍎🍓🍒 :
yang berkomentar disini kebanyakan orang yang religius sepertinya hemm 😁
2026-09-11 08:08:55
0
abiyoona
Yuunacan :
sy juga ngerasa ini betul...hanya sja jika semua orang berfikir seperti ini...kelak isu lebih dipercaya daripd fakta sebenarnya
2026-09-11 08:15:10
0
denyvika
Deny :
kebenaran yg diyakini kadang tergantung dari sudut pandang kita.
2026-09-11 09:19:34
0
syafagabriel
one eye :
VT ini juga gatal untuk meluruskan pendapat org, mencoba menyebarkan kebijakan versi dirinya🤭
2026-09-11 09:27:00
0
rhytanizagio
ritafaris :
manusia punya sisi baik dan buruk..itu fakta..jadi jangan selalu merasa sempurna dan paling tahu atas segala hal krna di atas langit masih ada langit.. menasehati bukann berarti menghakimi..perbedaan pendapat bukan jadi ajang kepintaran tapi apa yang bisa kita petik dr perbedaan itu sendiri..
2026-09-11 10:11:34
0
vetyrahmawati372
Vety :
betul, sebanyak banyaknya yg kita tau lebih banyak yg kita tidak tau
2026-09-11 10:38:14
0
melihatlebihpelan
Melihat Lebih Pelan :
👍☺️
2026-09-11 03:18:11
0
shrszy
shrszyrr :
ijin share ka
2026-09-11 03:06:24
0
desiyulianti504
Julie :
Kebanyakan Dari Kita sudah Tau mana yg benar mana yg salah, Tapi Tetap mendengarkan dan memilih " Keuntungan disegi Matery".
2026-09-11 02:59:37
0
To see more videos from user @abdillahsanad, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About