@sielashine: #kathwi #pewangikereta #pewangikeretaviral

sielashine
sielashine
Open In TikTok:
Region: MY
Thursday 10 September 2026 06:32:55 GMT
115
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @sielashine, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ancaman kabut asap di Kota Samarinda tak hanya menjadi persoalan bagi warga yang beraktivitas di luar rumah. Anak-anak sekolah turut menghadapi risiko paparan asap dan debu saat harus berangkat, belajar, hingga pulang ke rumah. Kondisi itu mendorong kepedulian sejumlah pihak. Info Taruna Samarinda (ITS) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur turun langsung ke sekolah untuk membagikan masker kepada pelajar. Salah satu lokasi yang disasar yakni SDN 007 Samarinda Ulu, Senin (7/9/2026). Aksi sosial tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri bersama jajaran Pemerintah Kota Samarinda. Kehadiran rombongan menjadi perhatian siswa yang menerima masker secara langsung. Ketua ITS Joko Iswanto alias Jokis mengatakan, pembagian masker merupakan respons atas kondisi lingkungan Samarinda yang dalam beberapa hari terakhir terdampak asap dari kebakaran lahan di sejumlah titik. Ia menyebut kawasan Sambutan dan Samarinda Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena aktivitas karhutla masih terjadi. Asap yang terbawa angin kemudian berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah lain. “Kami bekerja sama dengan teman-teman dari PWI Kalimantan Timur membagikan masker. Ini salah satu bentuk kepedulian kami terhadap kondisi kabut asap yang masih terjadi di Kota Samarinda,” ujar Jokis. Menurutnya, pelajar menjadi kelompok yang perlu mendapat perlindungan karena aktivitas mereka tidak sepenuhnya dapat dilakukan di dalam ruangan. Karena itu, masker diharapkan menjadi perlindungan sederhana yang bisa digunakan ketika kualitas udara memburuk. Pada tahap awal, sekitar 1.000 masker telah disiapkan. ITS dan PWI Kaltim selanjutnya akan memperluas pembagian ke sejumlah sekolah lain. Sedikitnya empat sekolah ditargetkan menjadi sasaran, dengan perkiraan total mencapai 2.400 masker. “Kami berharap masker ini bisa digunakan dalam aktivitas sehari-hari, terutama ketika kondisi udara belum sepenuhnya membaik,” katanya. Selengkapnya baca di website kaltimetam
Ancaman kabut asap di Kota Samarinda tak hanya menjadi persoalan bagi warga yang beraktivitas di luar rumah. Anak-anak sekolah turut menghadapi risiko paparan asap dan debu saat harus berangkat, belajar, hingga pulang ke rumah. Kondisi itu mendorong kepedulian sejumlah pihak. Info Taruna Samarinda (ITS) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur turun langsung ke sekolah untuk membagikan masker kepada pelajar. Salah satu lokasi yang disasar yakni SDN 007 Samarinda Ulu, Senin (7/9/2026). Aksi sosial tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri bersama jajaran Pemerintah Kota Samarinda. Kehadiran rombongan menjadi perhatian siswa yang menerima masker secara langsung. Ketua ITS Joko Iswanto alias Jokis mengatakan, pembagian masker merupakan respons atas kondisi lingkungan Samarinda yang dalam beberapa hari terakhir terdampak asap dari kebakaran lahan di sejumlah titik. Ia menyebut kawasan Sambutan dan Samarinda Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena aktivitas karhutla masih terjadi. Asap yang terbawa angin kemudian berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah lain. “Kami bekerja sama dengan teman-teman dari PWI Kalimantan Timur membagikan masker. Ini salah satu bentuk kepedulian kami terhadap kondisi kabut asap yang masih terjadi di Kota Samarinda,” ujar Jokis. Menurutnya, pelajar menjadi kelompok yang perlu mendapat perlindungan karena aktivitas mereka tidak sepenuhnya dapat dilakukan di dalam ruangan. Karena itu, masker diharapkan menjadi perlindungan sederhana yang bisa digunakan ketika kualitas udara memburuk. Pada tahap awal, sekitar 1.000 masker telah disiapkan. ITS dan PWI Kaltim selanjutnya akan memperluas pembagian ke sejumlah sekolah lain. Sedikitnya empat sekolah ditargetkan menjadi sasaran, dengan perkiraan total mencapai 2.400 masker. “Kami berharap masker ini bisa digunakan dalam aktivitas sehari-hari, terutama ketika kondisi udara belum sepenuhnya membaik,” katanya. Selengkapnya baca di website kaltimetam

About