@ebenezeryoungang23: pour remedies au nerfs sciatique #neuroscience #nerfsciatique #neurosciences #nerfs

Le temps
Le temps
Open In TikTok:
Region: CM
Thursday 10 September 2026 10:29:53 GMT
5887
339
8
123

Music

Download

Comments

kethia.salumu
kethia salumu :
je vais essayer mon mari souffre vraiment
2026-09-11 15:23:40
1
filo.diarra
FILO Diarra :
bjr papa j'ai fais sa me fait 3 jours pas encore je vous empris donne ton niberou je veux que vous m'aide
2026-09-10 11:30:30
1
ginantanga
Gina la maman de jumeaux 👯 :
Papa pour le tension svp
2026-09-10 11:00:16
1
tridonmatha
Tridon Matha :
Merci
2026-09-14 00:02:27
1
jeanjacque004
jeanjacque004 :
Bsr Docteur, je veux un remède pour l'angourdissement des pieds Aidez moi svp
2026-09-12 12:00:46
0
onesiphore.bazook
Bazooka :
bonjour Dr Merci tout te fois dans Une autre vidéo vous aviez dit gesse , ail, gingembre, clous de girofle, citronelle... dans 3.5 litres d'eau en ébullition maintenant vous dites curcuma et dans 4 litres d'eau où est la
2026-09-17 18:00:36
0
coullibaliyabou
Coullibaliy Abou :
🥰🥰🥰
2026-09-10 10:53:27
1
nathouuu83
Nathouuu :
😂😂😂
2026-09-10 13:26:07
1
To see more videos from user @ebenezeryoungang23, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

MakassarBersih #JanjiPalsuAppiAliya #SelamatkanTamangapa Hari ini, 1 Agustus, menjadi pengingat pahit bagi warga Makassar. Di tengah hiruk-pikuk klaim keberhasilan pemerintah kota, realitas di lapangan justru menampar wajah demokrasi kita. Surat Edaran Walikota yang baru-baru ini diterbitkan demi
MakassarBersih #JanjiPalsuAppiAliya #SelamatkanTamangapa Hari ini, 1 Agustus, menjadi pengingat pahit bagi warga Makassar. Di tengah hiruk-pikuk klaim keberhasilan pemerintah kota, realitas di lapangan justru menampar wajah demokrasi kita. Surat Edaran Walikota yang baru-baru ini diterbitkan demi "menyelamatkan" kawasan Tamangapa dari tumpukan sampah bukan lagi dianggap sebagai solusi bijak, melainkan sekadar tameng untuk menutupi kegagalan fundamental dalam pengelolaan layanan publik dasar. Mari kita buka kembali memori kolektif kita. Saat masa kampanye pilwali lalu, pasangan Appi dan Aliya datang dengan senyum lebar dan janji-janji manis yang terdengar begitu sempurna di telinga rakyat kecil. Salah satu janji andalan mereka adalah pembebasan biaya retribusi sampah. Mereka berkata dengan lantang: "Jika kami menang, bayar sampah akan GRATIS." Janji itu menjadi daya tarik utama, menjual harapan kepada masyarakat yang sudah lelah diperas oleh berbagai pungutan liar dan ketidakpastian layanan. Namun, apa yang terjadi setelah kursi kekuasaan mereka duduki? Kenyataannya pahit. Janji gratis tersebut ternyata hanya gula-gula politik, manis di bibir saat butuh suara, namun asam dan menyakitkan saat harus ditepati. Hingga detik ini, masyarakat masih dibebani dengan berbagai bentuk pembayaran, baik langsung maupun tidak langsung, sementara kualitas pelayanan sampah tetap jauh dari kata memadai. Tumpukan sampah di Tamangapa adalah bukti fisik dari kebohongan tersebut. Alih-alih membenahi sistem dari hulu ke hilir dengan anggaran yang ada, pemerintah justru mengeluarkan surat edaran yang terkesan menggusur masalah daripada menyelesaikannya. Ini adalah bentuk pengabaian terhadap hak warga atas lingkungan sehat. Ini bukan sekadar kesalahan administratif, ini adalah penipuan besar-besaran terhadap kepercayaan publik. Masyarakat Makassar merasa dikhianati. Dana yang seharusnya digunakan untuk optimalisasi layanan malah terserap oleh inefisiensi dan mungkin saja kebocoran anggaran. Kritik keras perlu disampaikan karena diam berarti setuju dengan kezaliman birokrasi. Kita tidak bisa membiarkan narasi "penyelamatan" digunakan untuk menutupi ketidakmampuan memimpin. Jangan sampai kita tertipu dua kali. Sejarah mencatat bahwa pemimpin yang berbohong di awal jabatannya akan cenderung menutupi kesalahan dengan kebohongan lain. Untuk Pemilihan Walikota tahun depan, jadikan momen ini sebagai pelajaran berharga. Lihat rekam jejak, bukan retorika. Lihat bukti kerja, bukan janji kosong. JANGAN PILIH PEMIMPIN PEMBOHONG! JANGAN BERIKAN KEPERCAYAAN LAGI PADA KATA-KATA MANIS TANPA BUKTI! Masyarakat butuh pemimpin yang integritasnya terjaga, yang menghargai suara rakyat dengan kinerja nyata, bukan sekadar pencitraan musiman. Selamatkan Tamangapa, selamatkan Makassar dari kepemimpinan yang ingkar janji. Bersuara sekarang, sebelum terlambat.

About