@.wcvn: حب جنون 😋 اعتقد احمد بعد هلڤيد حيبلكني #fyp #foryou #foryoupage #احمد_بربوكه #بنين_الموسوي @ahmadbarbooka23

مجروحه
مجروحه
Open In TikTok:
Region: IQ
Thursday 10 September 2026 11:34:43 GMT
11370
1181
14
313

Music

Download

Comments

9ii_62
𝑱𝑼𝑳𝒀𝑨𝑵𝑨🩰🫦. :
اني من يمي اختنكت من البدله 😳
2026-09-10 12:45:31
8
To see more videos from user @.wcvn, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Asyiri, ayah korban begal Adinda Dhea Fiji Lestari (21), masih menyimpan sejumlah pertanyaan terkait aksi pencurian dengan kekerasan yang merenggut nyawa putrinya. Asyiri bahkan mengaku tidak yakin aksi begal terhadap Dhea hanya dilakukan oleh dua orang seperti yang disampaikan polisi. Menurut Asyiri, putrinya merupakan sosok yang cukup kuat dan pernah belajar bela diri Taekwondo saat masih duduk di bangku SMP.
Asyiri, ayah korban begal Adinda Dhea Fiji Lestari (21), masih menyimpan sejumlah pertanyaan terkait aksi pencurian dengan kekerasan yang merenggut nyawa putrinya. Asyiri bahkan mengaku tidak yakin aksi begal terhadap Dhea hanya dilakukan oleh dua orang seperti yang disampaikan polisi. Menurut Asyiri, putrinya merupakan sosok yang cukup kuat dan pernah belajar bela diri Taekwondo saat masih duduk di bangku SMP. "Saya tidak percaya pelaku hanya dua orang, anak saya kan kuat. Jadi dulu kan waktu masih SMP belajar Taekwondo," ujar Asyiri saat diwawancarai Sripoku.com. Ia mengaku heran jika putrinya yang memiliki pengalaman bela diri dapat menjadi korban dalam aksi yang disebut dilakukan dua pelaku. "Gak mungkin mereka cuma berdua. Sedangkan mereka katanya hanya menakut-nakuti pakai sajam," katanya. Dalam kasus tersebut, polisi telah menangkap satu pelaku bernama Alim Munandar (28), sementara satu pelaku lainnya berinisial T masih dalam pengejaran. Asyiri berharap polisi tidak berhenti setelah menangkap Alim dan meminta seluruh rangkaian kejadian yang menyebabkan putrinya meninggal dapat diungkap berdasarkan bukti-bukti yang ada. "Saya berharap semuanya harus dihukum seberat-berat mungkin. Jangan hanya ngomong bae petugas tuh hukum berat, hukum berat. Buktike ke lapangan itu, dengan bukti-bukti," tegasnya. Ia juga meminta polisi segera menangkap pelaku lain yang masih buron. "Untuk satu pelaku yang masih buron, tolong petugas betul-betul mencari. Masa se-Palembang ini tidak dapat," ujarnya. Asyiri menduga pelaku yang masih buron belum jauh meninggalkan Palembang. "Aku dak yakin budak itu (pelaku) ke luar kota. Putaran Palembang inilah kok," katanya. Sebelum kejadian nahas tersebut, Asyiri mengaku tidak melihat adanya perubahan sikap maupun gelagat mencurigakan dari putrinya. Dhea sebelumnya bekerja di sebuah restoran ramen dan pada Rabu (19/8/2026) pulang ke rumah sekitar pukul 18.00 WIB setelah bekerja. Di rumah, Dhea sempat beristirahat, makan dan memasak sebelum mendapat telepon dari tempat kerjanya untuk kembali karena ada kegiatan yang diikuti seluruh karyawan. Dhea kemudian berangkat sekitar pukul 20.30 WIB setelah berpamitan kepada ayahnya seperti biasanya. "Adinda cuma bilang Pak saya pamit. Mohon maaf saya mau keluar, Bapak di rumah yo," tutur Asyiri. Ia pun berpesan kepada putrinya agar berhati-hati selama perjalanan. "Hati-hati pulangnya, perginya. Setiap dio pergi kerja selalu kayak itu. 'Bemotor kau hati-hati nak, pulang hati-hati. Kalu ado apo-apo di jalan, kau telepon Bapak di rumah'," katanya. Menurut Asyiri, tidak ada percakapan terakhir tersebut yang menunjukkan adanya sesuatu yang mencurigakan. "Itu ga ada mencurigakan, sedikitpun," ujarnya. Namun, malam itu Asyiri mengaku merasa gelisah dan tidak kunjung tertidur. Sekitar pukul 02.00 WIB, ia mencoba menghubungi Dhea melalui telepon. "Berbunyi dan diangkat telepon itu, lalu dimatikan ngejut. Saya selaku bapaknya curiga dan gelisah, mana anak ini. Kita kan dak katek jawaban," ungkapnya. Asyiri kemudian mendapat kabar bahwa putrinya menjadi korban begal dan meninggal dunia. Bagi Asyiri, kehilangan Dhea menjadi pukulan berat bagi keluarga hingga membuatnya berharap dapat menggantikan nyawa putrinya. "Orangtua mana yang tidak down. Kalau bisa ditukar nyawa, lebih baik Bapak ambiklah, biarlah dia hidup," ucapnya.

About