Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@erubeyy: Aunque estés con mil seguirás pensando en mí #inolvidable #chingona #ex #Love
Erubey
Open In TikTok:
Region: US
Friday 11 September 2026 00:26:26 GMT
486
42
6
3
Music
Download
No Watermark .mp4 (
4.1MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
3.4MB
)
Watermark .mp4 (
3.77MB
)
Music .mp3
Comments
Jorge🦇 :
🥰🥰
2026-09-11 00:41:08
0
👑⚜️🧞♂️𝒞𝒜ℛℒℐ𝒯𝒪𝒮ⒹⓈⓊⓈⒶ🌻 :
🥰🥰🥰
2026-09-11 00:30:22
0
𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷(⸝⸝⸝ᵒ̴̶̷ᴗᵒ̴̶̷ꕤ) :
🥰🥰🥰
2026-09-11 00:32:09
0
To see more videos from user @erubeyy, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Celebrating our love somewhere between the ocean, the sunshine, and a little luxury. 🚢✨ Another year of memories, growth, laughter, and doing life together. Anniversary cruise mode: ON. 🥂💕🌊 Forever looks good on us. ❤️#AnniversaryCruise #AnniversaryCelebration #CouplesWhoTravel #CruiseLife #BlackLove @mompreneur2025 @Kimberly mompreneur @Scoob L ♤ The Leader
🤨🥴
Least aggressive Aussies 😣 #skit #aussie #funny
Kisah Asnawi Sang Penjaga Benteng Toboali, 16 Tahun Rawat Warisan Sejarah Bangka Selatan Benteng Toboali, peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada 1825, masih berdiri kokoh di ujung selatan Pulau Bangka, Kabupaten Bangka Selatan. Bangunan bersejarah tersebut menjadi salah satu saksi perjalanan perdagangan timah dan jalur pelayaran di Selat Bangka. Di balik terjaganya kawasan cagar budaya itu, ada sosok Asnawi yang selama hampir 16 tahun mengabdikan diri sebagai Juru Pelihara Cagar Budaya. Setiap hari, Asnawi bertugas membersihkan kawasan, merawat bangunan, sekaligus menjaga agar situs bersejarah tersebut tidak mengalami kerusakan. Ia juga memperhatikan kondisi setiap sudut benteng dan melakukan perawatan secara berkala. Bagi Asnawi, menjaga Benteng Toboali bukan hanya soal memastikan kawasan tetap bersih. Ia juga harus menghadapi berbagai potensi kerusakan, termasuk aksi vandalisme hingga aktivitas penggalian liar. Menurutnya, masih ada orang yang datang ke sekitar benteng menggunakan detektor logam dan peralatan untuk mencari benda-benda kuno yang diduga masih tertimbun di kawasan tersebut. Padahal, penggalian sembarangan dapat mengancam keberadaan situs cagar budaya. Asnawi pun kerap menegur orang-orang yang melakukan aktivitas tersebut. Ia memberikan penjelasan dan meminta agar penggalian dihentikan. Tak hanya menjaga kawasan, Asnawi juga memiliki peran lain ketika wisatawan mulai berdatangan. Ia kerap menjadi pemandu yang menceritakan sejarah Benteng Toboali kepada para pengunjung. Mulai dari proses pembangunan benteng, fungsi ruangan, hingga perjalanan bangunan tersebut melewati masa kolonial Belanda dan pendudukan Jepang. Benteng Toboali juga pernah digunakan sebagai kantor kepolisian sektor Toboali setelah Indonesia merdeka. Kehadiran Asnawi sebagai pemandu membuat wisatawan tak hanya melihat bangunan tua, tetapi juga mengetahui cerita yang tersimpan di baliknya. Pengunjung yang datang pun tidak hanya berasal dari daerah sekitar. Wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara turut datang untuk melihat langsung bangunan yang telah bertahan hampir dua abad tersebut. Namun, perjalanan Asnawi dalam menjaga Benteng Toboali tidak selalu berjalan mudah. Selama sekitar 15 tahun, ia bekerja sebagai tenaga honorer dengan penghasilan sekitar Rp1 juta setiap bulan. Untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, Asnawi juga berkebun. Jika sebelumnya ia berkebun lada, kini ia beralih ke perkebunan sawit. Sementara itu, sang istri sempat membuka warung makan sederhana. Namun, usaha tersebut ikut terdampak pandemi Covid-19 hingga akhirnya harus berhenti beroperasi. Meski memiliki penghasilan terbatas, kondisi tersebut tidak membuat Asnawi meninggalkan Benteng Toboali. Hingga akhirnya, pada Oktober 2025, penantian panjangnya membuahkan hasil. Asnawi resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK di lingkungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 5. Status kepegawaiannya berubah dan penghasilannya pun meningkat. Namun, perubahan tersebut tidak membuat kebiasaannya dalam merawat Benteng Toboali ikut berubah. Setiap pagi, Asnawi tetap datang lebih awal. Sapu lidi masih menjadi salah satu perlengkapannya untuk membersihkan halaman benteng. Ia juga tetap menjaga berbagai sudut kawasan tersebut seperti yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun. Bagi Asnawi, Benteng Toboali bukan sekadar bangunan tua. Benteng tersebut merupakan warisan sejarah sekaligus identitas masyarakat Toboali. Bangunan itu menjadi pengingat bahwa Bangka Selatan memiliki perjalanan panjang yang berkaitan dengan perdagangan timah dan jalur pelayaran Nusantara. Karena itu, Asnawi berharap keberadaan Benteng Toboali tetap terjaga dan dapat terus dikenal oleh masyarakat. Selama masih ada yang merawatnya, sejarah Benteng Toboali akan tetap hidup dan dapat diceritakan kepada generasi berikutnya.
#thisisnalasworld #grabie
20 de julio🥺 #onemorelight #chesterbennington #linkinpark #light #subtitles #musik
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy