@quran_ka62: #quranrecitation #islamicvibes #peacefulprayer #muslimcommunity #spiritualgrowth @Quran ul kareem quran

﷽
Open In TikTok:
Region: US
Friday 11 September 2026 02:34:06 GMT
342
45
2
7

Music

Download

Comments

soumaila.tundra
اسبانيا :
bon vendredi a tous les muslim[Réconfortant][Réconfortant][Réconfortant]
2026-09-11 02:47:14
1
To see more videos from user @quran_ka62, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jika cinta hanya karena rupa lantas bagaimana kau mencintai tuhanmu yang tanpa rupa? Kata-kata yang dinisbatkan kepada Jalaluddin Rumi — “Jika cinta hanya karena rupa, lantas bagaimana kau mencintai Tuhanmu yang tanpa rupa?” — mengajarkan bahwa cinta yang paling dalam tidak selalu bergantung pada apa yang bisa dilihat oleh mata. Rupa, wajah, dan penampilan dapat menarik perhatian seseorang, tetapi semuanya bersifat sementara dan dapat berubah seiring waktu. Dalam konteks spiritual, Rumi mengajak kita memahami bahwa cinta kepada Tuhan berbeda dengan cinta kepada sesuatu yang memiliki bentuk fisik. Tuhan tidak dapat dipandang seperti manusia atau benda, tetapi seseorang dapat mengenal-Nya melalui ciptaan-Nya, kasih sayang, dan pengalaman batinnya. Jadi, cinta kepada Tuhan lebih berkaitan dengan hati, keyakinan, dan hubungan spiritual daripada ketertarikan terhadap rupa. Kata-kata ini juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita mencintai seseorang hanya karena penampilannya, cinta tersebut mungkin mudah berubah ketika penampilannya berubah. Namun, ketika kita menghargai sifat, akhlak, kebaikan, dan kepribadiannya, dasar cinta menjadi lebih kuat dan tidak hanya bergantung pada apa yang terlihat. Pada akhirnya, pesan dari kalimat tersebut adalah bahwa cinta sejati tidak selalu membutuhkan sesuatu untuk dilihat. Ada hal-hal yang tidak terlihat oleh mata tetapi dapat dirasakan oleh hati. Sebagaimana seseorang beriman kepada Tuhan tanpa melihat rupa-Nya, demikian pula cinta yang paling dalam dapat tumbuh dari pengenalan, ketulusan, dan penghargaan terhadap sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar keindahan fisik. #edukasi #support_me #zmx #quotes
Jika cinta hanya karena rupa lantas bagaimana kau mencintai tuhanmu yang tanpa rupa? Kata-kata yang dinisbatkan kepada Jalaluddin Rumi — “Jika cinta hanya karena rupa, lantas bagaimana kau mencintai Tuhanmu yang tanpa rupa?” — mengajarkan bahwa cinta yang paling dalam tidak selalu bergantung pada apa yang bisa dilihat oleh mata. Rupa, wajah, dan penampilan dapat menarik perhatian seseorang, tetapi semuanya bersifat sementara dan dapat berubah seiring waktu. Dalam konteks spiritual, Rumi mengajak kita memahami bahwa cinta kepada Tuhan berbeda dengan cinta kepada sesuatu yang memiliki bentuk fisik. Tuhan tidak dapat dipandang seperti manusia atau benda, tetapi seseorang dapat mengenal-Nya melalui ciptaan-Nya, kasih sayang, dan pengalaman batinnya. Jadi, cinta kepada Tuhan lebih berkaitan dengan hati, keyakinan, dan hubungan spiritual daripada ketertarikan terhadap rupa. Kata-kata ini juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita mencintai seseorang hanya karena penampilannya, cinta tersebut mungkin mudah berubah ketika penampilannya berubah. Namun, ketika kita menghargai sifat, akhlak, kebaikan, dan kepribadiannya, dasar cinta menjadi lebih kuat dan tidak hanya bergantung pada apa yang terlihat. Pada akhirnya, pesan dari kalimat tersebut adalah bahwa cinta sejati tidak selalu membutuhkan sesuatu untuk dilihat. Ada hal-hal yang tidak terlihat oleh mata tetapi dapat dirasakan oleh hati. Sebagaimana seseorang beriman kepada Tuhan tanpa melihat rupa-Nya, demikian pula cinta yang paling dalam dapat tumbuh dari pengenalan, ketulusan, dan penghargaan terhadap sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar keindahan fisik. #edukasi #support_me #zmx #quotes

About