@alsaadkhusbu: Serf 1800 only 10 day’s offer at alsaaad khushbu mahal #peshawar #wawakhan #offer #fyp #unfrezzmyaccount

alsaadkhushbomahal
alsaadkhushbomahal
Open In TikTok:
Region: PK
Friday 11 September 2026 04:11:53 GMT
849
47
10
5

Music

Download

Comments

danishdanish1671
danishdanish1671 :
zan Sara mung tha hum rawara free ke
2026-09-11 10:50:04
0
nisarafridi904
Nisar Perfumes :
Workia sam sho 😳
2026-09-11 14:21:00
0
salmankhanarmani45
Salman Khan :
❤️❤️❤️
2026-09-11 10:21:23
0
israr____khan4
♛┈ ISRAR⛧خان 🇵🇰❣️🇱🇾 :
🥰🥰🥰
2026-09-11 08:48:28
0
khani_5050
Khani5050 :
🥰🥰
2026-09-11 07:30:05
0
arezhassan546
Arezhassan :
👑👑👑
2026-09-11 06:33:15
0
farooq.afridi722
Farooq afridi :
🥰🥰🥰
2026-09-11 04:22:51
0
dalawrkhan3
꧁༺DilaWar KHUSHBO MAHAL༻꧂ :
❤️❤️❤️
2026-09-11 04:50:46
0
aqibshankar4
👑 AQIB SHANKAR 👑 :
🥰🥰🥰
2026-09-11 09:39:57
0
To see more videos from user @alsaadkhusbu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Geger Pungutan Liar Saat Penyaluran Bantuan Pangan Berupa Beras, Diduga Terjadi di Tinumpuk, Warga Mengaku Bayar Rp50 Ribu ke RT Tangkapan layar video yang beredar luas. (foto/mandanews/red) Indramayu, MandaNews - Dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran program bantuan pangan (Banpang) berupa beras di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah sebuah video yang merekam pengakuan penerima bantuan beredar luas di masyarakat, Minggu (06/09/2026). Dalam video tersebut, seorang warga penerima bantuan terlihat ditanya oleh perekam mengenai adanya pungutan saat mengambil bantuan beras di kantor desa. Warga yang diketahui bernama Sayem dan mengaku tinggal di Blok Tutupan itu menyebut dirinya memberikan uang sebesar Rp50.000 kepada Ketua Rukun Tetangga (RT). “Bayar Rp50 ribu ke RT,” ujar Sayem dalam video tersebut. Perekam kemudian kembali memastikan jawaban tersebut dengan menanyakan apakah dirinya memang membayar sejumlah uang ketika mengambil bantuan. Sayem kembali membenarkan adanya pembayaran tersebut. “Bayar tidak ya, ya bayar ke RT,” katanya sambil tertawa. Video tersebut kemudian menyebar dan memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai mekanisme penyaluran bantuan pangan serta dugaan adanya pungutan kepada penerima manfaat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa dalam video tersebut diduga terjadi saat penyaluran bantuan pangan di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Tinumpuk maupun pihak terkait mengenai dugaan pungutan tersebut. Belum diketahui pula apakah uang Rp50.000 yang disebut dalam video merupakan pungutan yang berkaitan dengan penyaluran bantuan atau terdapat alasan lain di balik pembayaran tersebut. Karena itu, diperlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait untuk memastikan duduk perkara sebenarnya dan menghindari kesimpulan sepihak atas informasi yang beredar di masyarakat. MandaNews masih berupaya meminta konfirmasi kepada Pemerintah Desa Tinumpuk dan pihak terkait mengenai dugaan pungutan tersebut. (Red/***) #mandanews #indramayupride🏴‍☠️ #indramayuviral
Geger Pungutan Liar Saat Penyaluran Bantuan Pangan Berupa Beras, Diduga Terjadi di Tinumpuk, Warga Mengaku Bayar Rp50 Ribu ke RT Tangkapan layar video yang beredar luas. (foto/mandanews/red) Indramayu, MandaNews - Dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran program bantuan pangan (Banpang) berupa beras di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah sebuah video yang merekam pengakuan penerima bantuan beredar luas di masyarakat, Minggu (06/09/2026). Dalam video tersebut, seorang warga penerima bantuan terlihat ditanya oleh perekam mengenai adanya pungutan saat mengambil bantuan beras di kantor desa. Warga yang diketahui bernama Sayem dan mengaku tinggal di Blok Tutupan itu menyebut dirinya memberikan uang sebesar Rp50.000 kepada Ketua Rukun Tetangga (RT). “Bayar Rp50 ribu ke RT,” ujar Sayem dalam video tersebut. Perekam kemudian kembali memastikan jawaban tersebut dengan menanyakan apakah dirinya memang membayar sejumlah uang ketika mengambil bantuan. Sayem kembali membenarkan adanya pembayaran tersebut. “Bayar tidak ya, ya bayar ke RT,” katanya sambil tertawa. Video tersebut kemudian menyebar dan memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai mekanisme penyaluran bantuan pangan serta dugaan adanya pungutan kepada penerima manfaat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa dalam video tersebut diduga terjadi saat penyaluran bantuan pangan di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Tinumpuk maupun pihak terkait mengenai dugaan pungutan tersebut. Belum diketahui pula apakah uang Rp50.000 yang disebut dalam video merupakan pungutan yang berkaitan dengan penyaluran bantuan atau terdapat alasan lain di balik pembayaran tersebut. Karena itu, diperlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait untuk memastikan duduk perkara sebenarnya dan menghindari kesimpulan sepihak atas informasi yang beredar di masyarakat. MandaNews masih berupaya meminta konfirmasi kepada Pemerintah Desa Tinumpuk dan pihak terkait mengenai dugaan pungutan tersebut. (Red/***) #mandanews #indramayupride🏴‍☠️ #indramayuviral

About