piawww_11111 :
Hai mas Jep, aku Vian. Di usia 18 tahun udah kehilangan ibu, diusia 20 udah kehilangan ayah. Tapi aku engga ambil pusing perihal ayah yang meninggalkan kami, anak-anaknya. Toh selama belasan tahun, tidak banyak kami dapat perannya. Sekarang, aku adalah yatim-piatu, aku punya tiga orang kakak yang sudah berkeluarga dan satu orang adek yang masih sekolah, sekarang sudah kelas 2 SMA. Selalu dapat peringkat dan aktif kegiatan. Aku juga tamatan SMP doang, mas Jep hehehe. Suatu hari aku pernah nanya sama adek, “kamu nanti gak mau lanjut kuliah? Nilaimu bagus, kemungkinan besar bisa dapet beasiswa.” Dia cuma jawab, “enggak, aku gak mau paksa keadaan demi keinginanku. Katakanlah aku dapat beasiswa, full. Terus, apa nanti kebutuhanku yang lainnya bakalan tertutupi? Enggak.” Aku tanya lagi untuk terakhir kalinya, “ya mana tau kamu mau kayak temen-temenmu yang kuliah.” Tau jawabannya? “Aku mau langsung kerja aja, terus kita pindah ke kota lain. Aku muak sama orang-orang yang kita sebut keluarga.” Itu katanya, dan aku kehabisan kalimatku. Memang bener mas Jep, setelah ibu meninggal, enggak satupun saudara yang bisa dimintai bantuan😅 Mereka menjauh, tapi kalau ada masalah apa-apa, aku dan kakak-kakak disuruh mereka bantu😅 Mas Jep, di kehidupan yang cuma sekali ini, aku harus melihat betapa menjijikannya sifat asli manusia. Dan aku harus seperti menelan mentah-mentah fakta bahwa, kami adalah orang asing dimata mereka. Tapi gak apa-apa mas Jep, akan aku usahakan adek ku enggak seperti aku. Akan aku usahakan supaya adekku setidaknya dapat pekerjaan yang lebih baik daripada aku. Untuk mas Jep, aku, dan prang-orang yang bernasib sama, mungkin saat ini kita ada di fase ini. Tapi terus percaya sama Tuhan, ya? Percaya kalau Tuhan tidak tidur, dan segala sesuatunya udah diatur oleh Tuhan.
2026-09-12 07:02:01