@ruyumuh90: بويه تدري بحالي من لعدك 💔😭#ابي_غيابك_كسرني💔🥺 #ابي_فقيدي_وحزن_قلبي #رحم_الله_ارواحا_لاتعوض #greenscreen #fyp

ۛ ּا̍ﯟڃۚــٰا̍؏ ڀــٺــٻۧــمۘــہ
ۛ ּا̍ﯟڃۚــٰا̍؏ ڀــٺــٻۧــمۘــہ
Open In TikTok:
Region: IQ
Friday 11 September 2026 12:52:12 GMT
11763
890
15
145

Music

Download

Comments

h..s..a27
H. S. A :
2026-09-11 19:11:21
2
user3620007468240
سجى💔🔥 :
2026-09-11 19:55:43
1
az06275
az😍❤️ :
😭😭😭
2026-09-11 21:08:17
2
pdb705
محمد😶 :
💔💔💔
2026-09-12 01:23:06
0
user4145219677323
موجة حزن ❤️ :
😭😭😭😭
2026-09-11 22:50:50
1
user9713630759481
💕💕 :
😭😭😭
2026-09-11 23:08:04
1
zahraaka215
zahraa :
🥺🥺🥺
2026-09-11 21:25:53
2
um.ali0169
um Ali :
😭😭😭💔
2026-09-11 22:38:07
1
user3837413283616
فاطمه الزهراء :
🥺
2026-09-11 20:59:54
1
user7070753924361
ورده حمراء :
😭😭😭
2026-09-12 05:38:39
0
To see more videos from user @ruyumuh90, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PEMANTAUAN GUNUNG ANAK KRAKATAU: ERUPSI CENDERUNG MENURUN Rabu, 9 September 2026, pemantauan Gunung Anak Krakatau dilakukan dari perairan Selat Sunda menggunakan KRI Lepu 861. Tim melibatkan Lanal Lampung, BPBD, Basarnas, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Kesbangpol, serta akademisi ITERA. Tim dapat mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau hingga sekitar 3 kilometer dalam kondisi aman dan lancar. Hasil pemantauan menunjukkan erupsi masih berlangsung, namun frekuensi dan intensitasnya cenderung menurun dibandingkan sekitar tiga hari sebelumnya. Awan erupsi lebih didominasi awan putih dengan abu yang relatif lebih sedikit, sementara jeda antarerupsi semakin renggang. Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga). Asap putih dan abu vulkanik masih terlihat dari pusat aktivitas dan berpotensi terbawa angin ke wilayah Lampung. Waktu berakhirnya erupsi belum dapat dipastikan karena masih bergantung pada perkembangan aktivitas vulkanik dan suplai magma. Secara visual, tubuh Gunung Anak Krakatau tampak lebih melebar secara horizontal dibandingkan bertambah tinggi. Perubahan morfologi ini akan terus dipantau melalui data teknis. Untuk keselamatan, pengguna laut diimbau tidak mendekati sektor erupsi dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas. Pemantauan dan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan perkembangan Gunung Anak Krakatau dapat terpantau secara berkala dan respons kebencanaan tetap siap. #GunungAnakKrakatau #Krakatau #Lampung #SelatSunda #Erupsi
PEMANTAUAN GUNUNG ANAK KRAKATAU: ERUPSI CENDERUNG MENURUN Rabu, 9 September 2026, pemantauan Gunung Anak Krakatau dilakukan dari perairan Selat Sunda menggunakan KRI Lepu 861. Tim melibatkan Lanal Lampung, BPBD, Basarnas, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Kesbangpol, serta akademisi ITERA. Tim dapat mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau hingga sekitar 3 kilometer dalam kondisi aman dan lancar. Hasil pemantauan menunjukkan erupsi masih berlangsung, namun frekuensi dan intensitasnya cenderung menurun dibandingkan sekitar tiga hari sebelumnya. Awan erupsi lebih didominasi awan putih dengan abu yang relatif lebih sedikit, sementara jeda antarerupsi semakin renggang. Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga). Asap putih dan abu vulkanik masih terlihat dari pusat aktivitas dan berpotensi terbawa angin ke wilayah Lampung. Waktu berakhirnya erupsi belum dapat dipastikan karena masih bergantung pada perkembangan aktivitas vulkanik dan suplai magma. Secara visual, tubuh Gunung Anak Krakatau tampak lebih melebar secara horizontal dibandingkan bertambah tinggi. Perubahan morfologi ini akan terus dipantau melalui data teknis. Untuk keselamatan, pengguna laut diimbau tidak mendekati sektor erupsi dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas. Pemantauan dan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan perkembangan Gunung Anak Krakatau dapat terpantau secara berkala dan respons kebencanaan tetap siap. #GunungAnakKrakatau #Krakatau #Lampung #SelatSunda #Erupsi

About